medcom.id, Tokyo: Ford Motor bukan hanya angkat kaki dari Indonesia. Raksasa pabrikan mobil yang berbasis di Amerika Serikat ini juga memutuskan akan hengkang dari Jepang pada pertengahan tahun ini.
Sebagaimana dilansir oleh Reuter, Senin 25 Januari, pengumuman bahwa Ford akan meninggalkan Indonesia dan Jepang diumumkan langsung oleh Presiden Ford Motor Asia Pasifik Dave Schoch. Pengumuman mengejutkan itu disampaikan melalui surat elektronik ke awak media.
"Tidak ada lagi celah untuk menghasilkan keuntungan di dua negara ini," tulis Schoch tentang alasan penghentian semua operasi bisnis Ford di Indonesia dan Jepang.
Penghentian operasi bisnis yang mencakup penjualan dan impor kendaraan merek Ford dan Lincoln ini berarti penutupan seluruh dealer. Khusus untuk Jepang, divisi pengembangan Ford pun akan dialihkan ke negara lain yang akan diumumkan kemudian.
"Sayangnya, ini juga berarti bahwa anggota tim kami yang berbasis di Jepang dan Indonesia tidak akan lagi bekerja untuk Ford Jepang atau Ford Indonesia mengikuti penutupan," tulis Schoch.
Namun demikian khusus untuk purna jual, konsumen Ford di Indonesia tidak perlu berkecil hati. Melalui surat elektroniknya Managing Director Ford Motor Indonesia Bagus Susanto menegaskan komitmennya.
"Kami ingin memastikan bahwa Anda dapat terus mengunjungi dealer Ford untuk semua dukungan layanan penjualan, servis, dan garansi hingga beberapa waktu ke depan tahun ini. Kami berkomitmen untuk menyediakan kesinambungan dukungan pelayanan servis dan garansi setelah kepergian kami dan akan menghubungi Anda lagi sebelum proses pergantian untuk memberitahukan mengenai pengaturan yang baru," tulis Bagus.
medcom.id, Tokyo: Ford Motor bukan hanya angkat kaki dari Indonesia. Raksasa pabrikan mobil yang berbasis di Amerika Serikat ini juga memutuskan akan hengkang dari Jepang pada pertengahan tahun ini.
Sebagaimana dilansir oleh Reuter, Senin 25 Januari, pengumuman bahwa Ford akan meninggalkan Indonesia dan Jepang diumumkan langsung oleh Presiden Ford Motor Asia Pasifik Dave Schoch. Pengumuman mengejutkan itu disampaikan melalui surat elektronik ke awak media.
"Tidak ada lagi celah untuk menghasilkan keuntungan di dua negara ini," tulis Schoch tentang alasan penghentian semua operasi bisnis Ford di Indonesia dan Jepang.
Penghentian operasi bisnis yang mencakup penjualan dan impor kendaraan merek Ford dan Lincoln ini berarti penutupan seluruh dealer. Khusus untuk Jepang, divisi pengembangan Ford pun akan dialihkan ke negara lain yang akan diumumkan kemudian.
"Sayangnya, ini juga berarti bahwa anggota tim kami yang berbasis di Jepang dan Indonesia tidak akan lagi bekerja untuk Ford Jepang atau Ford Indonesia mengikuti penutupan," tulis Schoch.
Namun demikian khusus untuk purna jual, konsumen Ford di Indonesia tidak perlu berkecil hati. Melalui surat elektroniknya Managing Director Ford Motor Indonesia Bagus Susanto menegaskan komitmennya.
"Kami ingin memastikan bahwa Anda dapat terus mengunjungi dealer Ford untuk semua dukungan layanan penjualan, servis, dan garansi hingga beberapa waktu ke depan tahun ini. Kami berkomitmen untuk menyediakan kesinambungan dukungan pelayanan servis dan garansi setelah kepergian kami dan akan menghubungi Anda lagi sebelum proses pergantian untuk memberitahukan mengenai pengaturan yang baru," tulis Bagus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)