Kendaraan bermotor menyumbang 23 persen total polusi di udara. MI/Galih Pradipta
Kendaraan bermotor menyumbang 23 persen total polusi di udara. MI/Galih Pradipta

Kendaraan Bermotor Sumbang 23 Persen Polusi di Udara

Otomotif emisi kendaraan
Ekawan Raharja • 22 Januari 2016 11:04
medcom.id, Jakarta: Kendaraan bermotor selain memberikan manfaat juga memberikan efek negatif. Salah satu efek yang paling terasa adalah pencemaran udara.
 
Mohamad Islah, Unit Pendidikan dan Pengkaderan Wahan Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), menyebutkan bahwa isu kemacetan dan pencemaran udara sangat dekat dengan dunia otomotif. Dia bahkan menyebutkan bahwa 23 persen polusi yang ada di udara merupakan hasil pembakaran kendaraan bermotor.
 
"Dua hal ini isu dominan sebagai masalah lingkungan hidup di Indonesia. Dan hampir semua kota besar di dunia. Pencemaran bukan hanya dari kendaraan angkutan umum yang tak terawat tapi juga dari mobil pribadi," ujar Islah pada Kamis, 21 Januari, di acara Curhat Otomotif di Jakarta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kendaraan bermotor, menyebabkan 23 persen emisi gas rumah kaca secara global dan 13 persen secara nasional. Perlu diingat Ketika udara di satu kota buruk, maka efeknya kepada kesehatan sangat tinggi. Bukan hanya penyakit yang secara langsung di derita, tapi juga menyebabkan penyakit yang jangka panjang,' lanjutnya.
 
Islah sendiri memberikan saran kepada pemerintah agar sektor transportasi massal agar semakin diperbaiki dan digenjot keberadaanya. Sehingga masyarakat dapat beralih dari transportasi pribadi, menggunakan transportasi massal.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif