Jakarta: PT Astra Daihatsu Motor (ADM) menutup tahun 2025 dengan capaian penjualan ritel 137.835 unit di tengah total pasar otomotif nasional sekitar 834 ribu unit. Raihan tersebut setara dengan market share 16,5% dan memperkuat posisi Daihatsu sebagai peringkat kedua penjualan otomotif nasional.
“Pencapaian ini menjadi penguat konsistensi Daihatsu dalam mempertahankan posisi nomor 2 penjualan otomotif nasional selama 17 tahun berturut-turut. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelanggan yang mempercayakan Daihatsu sebagai Sahabat mobilitas harian maupun bisnis. Kepercayaan ini memotivasi kami untuk terus menghadirkan produk dan layanan berkualitas dalam menghadirkan kebahagiaan bagi pelanggan,” ujar Direktur Marketing dan Corporate Communication PT Astra Daihatsu Motor, Sri Agung Handayani, pada Kamis (12 Februari 2026) di Kemayoran Jakarta.
Kinerja Segmen: ICE, Harga di Bawah Rp300 Juta, hingga LCGC
Secara rinci, pada segmen kendaraan ICE (Internal Combustion Engine) untuk mobil penumpang dan niaga, Daihatsu menempati posisi nomor dua dengan market share 25,9%.
Di kategori kendaraan dengan harga di bawah Rp300 juta yang berkontribusi 49% terhadap total pasar nasional—Daihatsu mencatatkan posisi nomor satu dengan market share 31,8%.
Baca Juga:
Pindad Maung MV1 dan MV2 Tampil Gagah di IIMS 2026
Kontributor utama penjualan ritel Daihatsu, lebih dari 80%, berasal dari model andalan di setiap segmen. Pada segmen Commercial Low, Gran Max series menjadi tulang punggung. Di segmen LCGC (Low Cost Green Car), Sigra dan Ayla mendominasi. Sementara di segmen SUV Medium, Terios menjadi penyumbang signifikan.
Untuk LCGC, penjualan Daihatsu Sigra dan Daihatsu Ayla sepanjang 2025 mencapai 47.901 unit dengan pangsa pasar 36,6%, memperkuat dominasi Daihatsu di segmen ini.
Di segmen SUV Medium, Daihatsu Terios mencatatkan penjualan 15.557 unit dan menjadi model terlaris di kelas SUV Medium dengan harga hingga Rp300 juta, dengan pangsa pasar sekitar 45%.
Sementara itu, pada segmen Commercial Low, Daihatsu Gran Max series membukukan total 61.871 unit dan memimpin pasar dengan pangsa 65%. Secara detail, Gran Max Pick Up terjual 43.199 unit (sekitar 58% di segmen Pick Up Low) dan Gran Max Mini Bus 18.672 unit (sekitar 92% di segmen Semi Commercial).
Dukungan Layanan dan Produksi
Capaian penjualan tersebut didukung jaringan layanan purnajual yang luas, meliputi lebih dari 260 outlet, 170 bengkel resmi, 320 armada Daihatsu Mobile Service (DMS), serta 3.320 part shop di seluruh Indonesia.
Baca Juga:
Cek Ukuran Ban Honda PCX 160, Beda Ukuran Depan & Belakang
Sepanjang 2025, ADM juga mencatatkan produksi lebih dari 381 ribu unit untuk grup Daihatsu dan model kolaborasi. Selain memenuhi pasar domestik, Indonesia menjadi basis produksi dan komponen untuk kebutuhan global.
ADM mengekspor kendaraan ke lebih dari 60 negara, mencakup kawasan ASEAN, Asia Selatan, Asia Timur, Timur Tengah, Afrika, hingga Amerika Latin. Selama 2025, ekspor kendaraan utuh (CBU) mencapai lebih dari 124 ribu unit, naik 13% dibandingkan 2024 yang sekitar 110 ribu unit.
Tiga destinasi ekspor terbesar adalah Filipina (34,8%), Jepang (9,7%), dan Meksiko (8,6%).
“Capaian ekspor ini mencerminkan kepercayaan pasar global terhadap kualitas produksi Daihatsu di Indonesia. Kami berkomitmen untuk terus memperkuat daya saing melalui peningkatan kualitas manufaktur, dan penguatan supply chain lokal agar dapat berkontribusi positif bagi pertumbuhan industri otomotif nasional,” tambah Agung.
Jakarta: PT Astra
Daihatsu Motor (ADM) menutup tahun 2025 dengan capaian penjualan ritel 137.835 unit di tengah total pasar
otomotif nasional sekitar 834 ribu unit. Raihan tersebut setara dengan market share 16,5% dan memperkuat posisi Daihatsu sebagai peringkat kedua penjualan otomotif nasional.
“Pencapaian ini menjadi penguat konsistensi Daihatsu dalam mempertahankan posisi nomor 2 penjualan otomotif nasional selama 17 tahun berturut-turut. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelanggan yang mempercayakan Daihatsu sebagai Sahabat mobilitas harian maupun bisnis. Kepercayaan ini memotivasi kami untuk terus menghadirkan produk dan layanan berkualitas dalam menghadirkan kebahagiaan bagi pelanggan,” ujar Direktur Marketing dan Corporate Communication PT Astra Daihatsu Motor, Sri Agung Handayani, pada Kamis (12 Februari 2026) di Kemayoran Jakarta.
Kinerja Segmen: ICE, Harga di Bawah Rp300 Juta, hingga LCGC
Secara rinci, pada segmen kendaraan ICE (Internal Combustion Engine) untuk mobil penumpang dan niaga, Daihatsu menempati posisi nomor dua dengan market share 25,9%.
Di kategori kendaraan dengan harga di bawah Rp300 juta yang berkontribusi 49% terhadap total pasar nasional—Daihatsu mencatatkan posisi nomor satu dengan market share 31,8%.
Kontributor utama penjualan ritel Daihatsu, lebih dari 80%, berasal dari model andalan di setiap segmen. Pada segmen Commercial Low, Gran Max series menjadi tulang punggung. Di segmen LCGC (Low Cost Green Car), Sigra dan Ayla mendominasi. Sementara di segmen SUV Medium, Terios menjadi penyumbang signifikan.
Untuk LCGC, penjualan Daihatsu Sigra dan Daihatsu Ayla sepanjang 2025 mencapai 47.901 unit dengan pangsa pasar 36,6%, memperkuat dominasi Daihatsu di segmen ini.
Di segmen SUV Medium, Daihatsu Terios mencatatkan penjualan 15.557 unit dan menjadi model terlaris di kelas SUV Medium dengan harga hingga Rp300 juta, dengan pangsa pasar sekitar 45%.
Sementara itu, pada segmen Commercial Low, Daihatsu Gran Max series membukukan total 61.871 unit dan memimpin pasar dengan pangsa 65%. Secara detail, Gran Max Pick Up terjual 43.199 unit (sekitar 58% di segmen Pick Up Low) dan Gran Max Mini Bus 18.672 unit (sekitar 92% di segmen Semi Commercial).
Dukungan Layanan dan Produksi
Capaian penjualan tersebut didukung jaringan layanan purnajual yang luas, meliputi lebih dari 260 outlet, 170 bengkel resmi, 320 armada Daihatsu Mobile Service (DMS), serta 3.320 part shop di seluruh Indonesia.
Sepanjang 2025, ADM juga mencatatkan produksi lebih dari 381 ribu unit untuk grup Daihatsu dan model kolaborasi. Selain memenuhi pasar domestik, Indonesia menjadi basis produksi dan komponen untuk kebutuhan global.
ADM mengekspor kendaraan ke lebih dari 60 negara, mencakup kawasan ASEAN, Asia Selatan, Asia Timur, Timur Tengah, Afrika, hingga Amerika Latin. Selama 2025, ekspor kendaraan utuh (CBU) mencapai lebih dari 124 ribu unit, naik 13% dibandingkan 2024 yang sekitar 110 ribu unit.
Tiga destinasi ekspor terbesar adalah Filipina (34,8%), Jepang (9,7%), dan Meksiko (8,6%).
“Capaian ekspor ini mencerminkan kepercayaan pasar global terhadap kualitas produksi Daihatsu di Indonesia. Kami berkomitmen untuk terus memperkuat daya saing melalui peningkatan kualitas manufaktur, dan penguatan supply chain lokal agar dapat berkontribusi positif bagi pertumbuhan industri otomotif nasional,” tambah Agung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)