Purbaya Yudhi Sadewa (paling kanan) saat mengunjung booth Toyota di GIIAS 2026. Toyota
Purbaya Yudhi Sadewa (paling kanan) saat mengunjung booth Toyota di GIIAS 2026. Toyota

Daftar Mobil dan Motor Milik Purbaya, Dari BMW Sampai Honda

Ekawan Raharja • 15 September 2026 08:33
Ringkasnya gini..
  • Purbaya Yudhi Sadewa tercatat memiliki enam kendaraan senilai Rp3,606 miliar berdasarkan LHKPN periodik 2025.
  • Koleksi kendaraan Purbaya terdiri dari Mercedes-Benz, BMW, Toyota Alphard, Peugeot 5008, Yamaha XMAX, dan Honda Vario 125.
  • Selain kendaraan, Purbaya melaporkan total harta Rp57,47 miliar, termasuk tanah dan bangunan senilai Rp31,6 miliar.
DKI Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) yang sebelumnya dijabat oleh Purbaya Yudhi Sadewa, resmi digantikan oleh Suahasil Nazara per Senin (14-9-2026) di Istana Negara Jakarta Pusat. Jika melirik isi garasi Purbaya, menurut laporannya, memiliki nilai mencapai Rp3 miliar.

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periodik tahun 2025, dia memiliki total harta kekayaan Rp57.475.955.444. Di dalamnya terdapat Alat Transportasi dan Mesin menempati nilai Rp3.606.000.000.

Purbaya tercatat memiliki enam kendaraan, terdiri dari empat mobil dan dua sepeda motor dengan merek dan tipe yang beragam, mulai dari sedan premium, SUV mewah, hingga skutik harian. Rinciannya antara lain:
  1. Mercedes-Benz Sedan tahun 2008 senilai Rp200 juta
  2. BMW tahun 2019 senilai Rp1,6 miliar
  3. Toyota Alphard tahun 2019 senilai Rp1 miliar
  4. Peugeot New 5008 tahun 2019 senilai Rp730 juta
  5. Yamaha XMAX BG6 AT tahun 2018 senilai Rp55 juta
  6. Honda Vario 125 tahun 2021 senilai Rp21 juta
Selain koleksi kendaraan, Purbaya juga melaporkan kepemilikan tanah dan bangunan senilai Rp31,6 miliar, harta bergerak lainnya Rp1,3 miliar, surat berharga Rp220 juta, serta kas dan setara kas Rp20,6 miliar.

Baca Juga:
Daftar 10 Merek Mobil Terlaris di Indonesia Januari–Agustus 2026


LHKPN ini merupakan bagian dari kewajiban penyelenggara negara untuk melaporkan dan mengumumkan harta kekayaan, sesuai Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme.

Profil Purbaya Yudhi Sadewa

Melansir laman lps.go.id, Purbaya Yudhi Sadewa merupakan ekonom dan insinyur asal Bogor, Jawa Barat. Pria kelahiran Bogor, 7 Juli 1964 ini pernah studi di dalam maupun luar negeri.

Berikut rekam pendidikan Purbaya Yudhi Sadewa:
  • S1 Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung
  • S2: Ilmu Ekonomi Purdue University, Amerika serikat
  • S3: Ilmu Ekonomi Purdue University
Sebelum menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya pernah menjabat sebagai Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi pada Mei 2018-September 2020. Saat itu, kementerian dipimpin oleh Luhut Binsar Panjaitan.

Purbaya juga pernah menjabat sebagai Staf Khusus Bidang Ekonomi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman (Juli 2016 – Mei 2018). Selain itu, dia pernah menjadi Staf Khusus Bidang Ekonomi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (November 2015-Juli 2016).

Baca Juga:
Honda CT125 Dapat Warna Baru, Harga Rp83,5 Juta


Purbaya juga pernah menjadi Deputi III Bidang Pengelolaan Isu Strategis, Kantor Staf Presiden Republik Indonesia (April 2015-September 2015). Kemudian, ia menjabat sebagai Staf Khusus Bidang Ekonomi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (2010-2014).

Selain itu, ia tercatat sebagai Anggota Komite Ekonomi Nasional (2010-2014), Wakil Ketua Satgas Penanganan dan Penyelesaian Kasus (Debottlenecking) di bawah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Juni 2016-sekarang). Ia juga menjadi Anggota Dewan Pertimbangan Kamar Dagang dan Industri (2016-sekarang) dan Anggota Indonesia Economic Forum (2015-sekarang).

Jauh sebelum masuk ke pemerintaha, Purbaya berkarier di berbagai perusahaan, seperti:
  1. Field Engineer di Schlumberger Overseas SA (1989-1994)
  2. Senior Economist di Danareksa Research Institute (Oktober 2000-Juli 2005)
  3. Direktur Utama PT Danareksa Securities (April 2006-Oktober 2008)
  4. Chief Economist Danareksa Research Institute (Juli 2005-Maret 2013)
  5. Anggota Dewan Direksi PT Danareksa (Persero) (Maret 2013-April 2015)


Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan