Transmisi manual. Suzuki
Transmisi manual. Suzuki

Studi Ungkap Mengemudi Mobil Manual Bisa Melatih Fungsi Otak

Ekawan Raharja • 03 November 2026 12:10
Ringkasnya gini..
  • Penelitian di Jepang menemukan aktivitas mengemudi mobil manual dapat merangsang korteks prefrontal yang berperan dalam fungsi kognitif.
  • Koordinasi pedal kopling, perpindahan gigi, dan pengaturan gas membuat pengemudi manual lebih aktif melakukan berbagai tugas.
  • Di Jepang, mobil manual hanya menyumbang 1-2 persen penjualan mobil baru dan masih bertahan pada sejumlah kei car serta kendaraan niaga ringan.
DKI Jakarta: Mengemudi mobil bertransmisi manual ternyata tidak hanya membutuhkan keterampilan mengoperasikan kendaraan, tetapi juga melibatkan aktivitas otak yang lebih kompleks dibandingkan mobil matik.

Sebuah penelitian di Jepang menemukan aktivitas mengemudi mobil manual dapat merangsang bagian otak yang berperan dalam memori, perhatian, dan pengambilan keputusan.

Seperti dikutip dari Carscoops, penelitian tersebut dilakukan oleh Profesor Ryuta Kawashima dari Institute of Development, Aging, and Cancer, Tohoku University di Jepang. Kawashima dikenal sebagai ilmuwan yang terlibat dalam pengembangan konsep permainan asah otak Nintendo Brain Age.

Mengemudi Mobil Manual Melibatkan Aktivitas Otak

Penelitian tersebut menemukan rangkaian aktivitas saat mengemudi mobil manual dapat mengaktifkan korteks prefrontal (prefrontal cortex), yaitu bagian otak yang berperan dalam fungsi kognitif, termasuk memori, perhatian, dan pengambilan keputusan.

Saat mengemudikan mobil manual, pengemudi harus melakukan beberapa aktivitas secara bersamaan. Mulai dari memperhatikan kondisi lalu lintas, menginjak pedal kopling, memilih posisi gigi, hingga mengatur tekanan pedal gas.
 

Seluruh aktivitas tersebut membutuhkan koordinasi dan konsentrasi agar kendaraan dapat dikendalikan dengan baik. Berbeda dengan mobil matik, pengemudi mobil manual juga harus secara aktif menentukan perpindahan gigi sesuai kondisi perjalanan.

Menurut laporan Carscoops yang mengutip media Jepang Best Car Web, aktivitas tersebut berpotensi menjadi bentuk stimulasi bagi otak. Rangkaian gerakan dan pengambilan keputusan selama berkendara membuat pengemudi terus melibatkan perhatian serta kemampuan koordinasi.

Temuan ini menjadi perhatian di Jepang yang menghadapi peningkatan populasi lanjut usia. Aktivitas yang melibatkan stimulasi jalur saraf dinilai relevan dalam pembahasan mengenai upaya mempertahankan fungsi kognitif seiring bertambahnya usia.

Mobil Manual Semakin Jarang di Jepang

Di tengah temuan tersebut, keberadaan mobil bertransmisi manual di Jepang justru semakin terbatas. Carscoops, mengutip Best Car Web, melaporkan mobil manual hanya menyumbang sekitar 1-2 persen dari penjualan mobil baru di Jepang.

Pilihan mobil manual masih dapat ditemukan pada sejumlah kendaraan niaga ringan dan kei car atau mobil mungil khas Jepang. Beberapa model yang disebut masih menawarkan transmisi manual antara lain Honda N-Van, Daihatsu Hijet, serta Suzuki Carry dan Suzuki Every.
 

Kendaraan tersebut umumnya menggunakan mesin tiga silinder berkapasitas 660 cc naturally aspirated yang dipadukan dengan transmisi manual. Kombinasi tersebut menjadi salah satu pilihan untuk mempertahankan harga kendaraan tetap terjangkau.

Kondisi ini menunjukkan penggunaan transmisi manual di Jepang semakin terbatas di tengah pergeseran industri otomotif menuju kendaraan otomatis dan elektrifikasi. Meski demikian, kendaraan manual masih memiliki peran tersendiri, baik dari sisi pengalaman berkendara maupun aktivitas koordinasi yang melibatkan pengemudi.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan