Reli di Indonesia mencapai puncak kejayaan di 1980-1990-an. IMI
Reli di Indonesia mencapai puncak kejayaan di 1980-1990-an. IMI

Perbedaan Reli Indonesia Dahulu dengan Sekarang

Otomotif rally reli dakar balap mobil
Ekawan Raharja • 17 Mei 2019 17:28
Jakarta: Ajang kejuaraan reli di Indonesia pada tahun 1980-an - 1990-an sudah berbeda dengan sekarang. Perbedaan ini dapat dilihat dari banyak hal, seperti misalnya regulasi teknis ataupun dari sisi mobilitasnya.
 
Mantan pereli dan navigator nasional era 1980-an dan 1990-an, Jeffrey JP, menceritakan mengenai reli yang pernah diikutinya lebih kurang 30 tahun lalu. Menurutnya kejuaraan reli di saat itu sangar ramai dan banyak peminatnya.
 
“Kalau dulu service area berpindah-pindah dan cenderung total SS lebih jauh karena lokasi penyelenggaraan yang digunakan lebih luas. Misalnya 1 etape rutenya bisa dari Medan hingga Parapat dan sebaliknya,” cerita Jeffrey JP melalui keterangan resminya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara di era sekarang, ada perubahan-perubahan yang mempertimbangkan banyak hal, seperti dari sisi efisiensi dan efektivitas, wisata, dan lain sebagainya. Sekarang ini, di kancah reli menggunakan sistem cloverleaf, jadi service area berpusat di satu titik dan SS-nya yang memutari service area.”
 
Perbedaan Reli Indonesia Dahulu dengan Sekarang
 
Sekretaris Jenderal Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pusat juga berseloroh 1990-an pun, World Rally Championship (WRC) sempat digelar di Indonesia yang menandakan sebagai puncak kejayaan reli di Indonesia. “Tentu saja saat itu merupakan pengalaman yang tak terlupakan bagi komunitas reli tanah air karena Indonesia bisa turut andil dalam menyelenggarakan event reli terbesar di dunia,” tambah Jeffrey.
 
Sementara itu pereli muda, Julian Johan, juga memberikan pendapatnya mengenai kancah reli tanah air saat ini. Julian atau akrab disapa Jeje mengungkapkan bahwa kancah reli terus berevolusi.
 
“Dulu mobil-mobil yang ikut semuanya terkesan seperti mobil mahal, tapi sekarang mobil normal yang beredar di pasaran juga sudah bisa ikut reli sehingga terasa lebih terjangkau untuk masyarakat,” tutur Jeje.
 
Menurut Jeje, secara peraturan, kancah reli juga terus berkembang demi menyesuaikan nilai-nilai kompetisi, faktor keamanan pereli, penonton, serta unsur hiburan. Bahkan, demi membangkitkan kembali kancah reli seperti 30-an tahun yang lalu, muncul kelas-kelas baru yang lebih memudahkan para peserta untuk ikut di ajang reli.
 
Perbedaan Reli Indonesia Dahulu dengan Sekarang
 
“Saat ini ada kelas AP4 yang ada di region Asia Pasifik. Selain lebih ekonomis ketimbang ajang reli di Eropa, aturannya pun dibuat lebih cocok untuk para peserta yang tinggal di kawasan Asia Pasifik.”
 
Apalagi menurut Jeje, saat ini teknologi menjadi salah satu senjata paling ampuh untuk kembali membangkitkan reli di Indonesia. Jeje mendukung penuh Komisi Reli IMI Pusat yang dipimpin oleh Rifat Sungkar untuk membangkitkan reli seperti sedia kala.
 
“Rifat sangat berkompeten untuk merangkul semua pihak agar reli bisa bergairah seperti dulu lagi, dengan mengombinasikan teknologi serta regulasi yang telah dirumuskannya,” lanjut Jeje.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif