Tindak kendaraan langgar batas kecepatan petugas gelar operasi di Tol Cipali. 9Comm
Tindak kendaraan langgar batas kecepatan petugas gelar operasi di Tol Cipali. 9Comm

Petugas Gelar Operasi di Tol Cipali, Banyak Pelanggar Batas Kecepatan

Otomotif keselamatan lalu lintas
M. Bagus Rachmanto • 15 Desember 2015 11:32
medcom.id, Majalengka: Untuk menjaga dan meningkatkan keselamatan berkendara di jalan tol, Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) bekerjasama dengan PT Lintas Marga Sedaya (LMS), sebagai pengelola jalan tol Cikopo-Palimanan (Cipali), menggelar operasi.
 
Operasi khusus tersebut bertujuan melakukan pemeriksaan kecepatan kendaraan, pada Senin, 14 Desember, lalu. Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 79 Tahun 2013 tentang Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, ditegaskan bahwa batas kecepatan di jalan bebas hambatan paling rendah adalah 60 km per jam, dan paling tinggi 100 km per jam.
 
Pemeriksaan kecepatan dilakukan dengan menggunakan alat speed gun, yang dapat mendeteksi laju kendaraan ketika melintas di ruas tol. Titik pengecekan dilakukan di KM 165 arah Palimanan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Wakil Direktur Utama PT LMS, Hudaya Arryanto mengatakan, berdasarkan survey kecepatan, kendaraan Golongan I (Sedan, Jip, Pick Up/Truk Kecil, dan Bus), cenderung melebihi batas kecepatan maksimal di atas 100 km per jam.
 
Sedangkan untuk kendaraan besar Golongan III-V (Truk dengan 3, 4 dan 5 gandar), seperti truk dan sejenisnya, cenderung melaju di bawah batas kecepatan minimum. Sekitar 75 persen kendaraan Golongan III-V berjalan dengan kecepatan di bawah 60 km/jam, dengan rata-rata kecepatan sekitar 55 km per jam.
 
Direktur Lalu Lintas Polda Jabar,Kombes Sugihardi mengatakan, penegakan hukum mengenai kecepatan kendaraan di jalan tol Cipali ini diharapkan dapat mengurangi kecelakaan akibat kendaraanyang melaju terlalu cepat ataupun terlalu lambat.
 
Sugihardi menambahkan, dari evaluasi kejadian kecelakaan di Tol Cipali, pihaknya melihat urgensi dilakukannya penertiban kecepatan kendaraan.
 
Pemeriksaan ini dilakukan secara acak di beberapa lokasi di ruas Cipali, agar para pengemudi senantiasa menjaga dan mematuhi aturan lalu lintas dan batas kecepatan. Pengendara yang tidak patuh dan terdeteksi oleh alat speed gun, ditindak oleh petugas dengan cara ditilang.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif