BBM bersubsidi mulai ditinggalkan. ANTARA
BBM bersubsidi mulai ditinggalkan. ANTARA

BBM Bersubsidi Mulai Ditinggalkan Konsumen

Ainto Harry Budiawan • 06 Juni 2016 12:41
medcom.id, Jakarta: Semakin banyaknya jenis bahan bakar minyak (BBM) racikan baru, rupanya cukup berhasil di pasaran. Harga jual yang terpaut sedikit di atas BBM bersubsidi memancing masyarakat beralih meninggalkan Premium yang masih disubsidi pemerintah.
 
Angka pertumbuhan yang cukup signifikan tercatat pada penjualan bbm non subsidi. Contohnya Pertalite, pertumbuhan konsumsi BBM yang diperkenalkan Juni 2015 ini dinyatakan sangat apik. 
 
"Pertalite sekitar 8.750 kilo liter per hari dan ada di 2.900-an SPBU dan harapannya bisa dorong ada disemua 5.700 SPBU Pertamina" beber VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Wianda Pusponegoro, ungkapnya kepada Metrotvnews.com.

Konsumsi BBM jenis Pertamax juga melesat dari rata-rata 8 ribu kilo liter per hari menjadi 11 ribu kilo liter per hari. Sedangkan Dexlite, sedang dalam tahap kalkulasi permintaan.
 
"Ini kan baru launching 1,5 bulan yang lalu, tapi ada banyak pergerakan yang tadinya pakai Solar bersubsidi ke Dexlite. Kita masih melihat sih karena 60 persen konsumsi mobil angkutan," lanjut Wianda.
 
BBM jenis Premium yang memiliki angka oktan 88 dinilai sudah tidak cocok dengan teknologi mesin yang ada saat ini. Rata-rata kendaraan terbaru merekomendasikan BBM dengan oktan 90 ke atas. Begitu juga dengan kendaraan bermesin diesel modern yang butuh BBM lebih berkualitas.
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan