Shenyang: PT BYD Motor Indonesia memberikan tanggapan mengenai dugaan motor listrik milik BYD Tang yang lepas di tengah genangan banjir Kota Shenyang China. Berdasarkan hasil investigasi, kejadian itu tidak terkait dengan kualitas produksi mobil.
Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, menjelaskan pihak pabrikan sudah mengeluarkan hasil investigasi tentang penyebab kejadian.
"Kendaraan mengalami benturan keras pada bagian bawah (underbody) di mana penutup lubang saluran air di tengah jalan tersebut dalam kondisi terangkat saat terendam air dan membentur langsung bagian komponen di bawah kendaraan. Diduga fisik dan material penutup serta kondisi benturan sangat keras menyebabkan komponen tersebut sampai terlepas," tulis Luther melalui keterangan resminya.
Dia juga menegaskan kejadian tersebut tidak berkaitan dengan kualitas pada produk. Hasilnya memang karena kecelakaan dan tidak sampai menyebabkan korban jiwa.
Sebelumnya beredar video kejadian tersebut membuat warganet menduga komponen tersebut merupakan motor listrik belakang milik SUV listrik itu yang terlepas akibat menerjang banjir, dikutip dari Carnewscina.
Baca Juga:
Cek Harga MPV Listrik, Mumpung Ada Diskon Bulan Juli 2026
Berdasarkan video yang beredar, memang terlihat ada sebuah komponen logam berukuran besar yang terpisah dari bagian bawah mobil. Namun rekaman tersebut tidak menunjukkan secara jelas komponen apa yang terlepas maupun penyebab kerusakan yang terjadi.
Insiden di Shenyang terjadi kurang dari sepekan setelah BYD kembali mengingatkan para pemilik kendaraan agar tidak mengandalkan kemampuan tahan air mobil sebagai alasan untuk menerobos banjir.
Executive Vice President BYD, He Zhiqi, menjelaskan sertifikasi ketahanan air Blade Battery hanya dirancang sebagai fitur keselamatan dalam kondisi darurat, bukan untuk mendorong pengemudi sengaja melintasi jalan yang tergenang.
Ia menyebut paket baterai yang memiliki sertifikasi IP67 dan IP68 memang mampu memberikan perlindungan terhadap masuknya air sesuai standar pengujian tertentu. Namun, sertifikasi tersebut tidak dapat diartikan sebagai izin untuk mengemudikan kendaraan melewati genangan air yang dalam.
Shenyang: PT
BYD Motor Indonesia memberikan tanggapan mengenai dugaan
motor listrik milik BYD Tang yang lepas di tengah genangan banjir Kota Shenyang China. Berdasarkan hasil investigasi, kejadian itu tidak terkait dengan kualitas produksi mobil.
Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, menjelaskan pihak pabrikan sudah mengeluarkan hasil investigasi tentang penyebab kejadian.
"Kendaraan mengalami benturan keras pada bagian bawah (underbody) di mana penutup lubang saluran air di tengah jalan tersebut dalam kondisi terangkat saat terendam air dan membentur langsung bagian komponen di bawah kendaraan. Diduga fisik dan material penutup serta kondisi benturan sangat keras menyebabkan komponen tersebut sampai terlepas," tulis Luther melalui keterangan resminya.
Dia juga menegaskan kejadian tersebut tidak berkaitan dengan kualitas pada produk. Hasilnya memang karena kecelakaan dan tidak sampai menyebabkan korban jiwa.
Sebelumnya beredar video kejadian tersebut membuat warganet menduga komponen tersebut merupakan motor listrik belakang milik SUV listrik itu yang terlepas akibat menerjang banjir, dikutip dari Carnewscina.
Berdasarkan video yang beredar, memang terlihat ada sebuah komponen logam berukuran besar yang terpisah dari bagian bawah mobil. Namun rekaman tersebut tidak menunjukkan secara jelas komponen apa yang terlepas maupun penyebab kerusakan yang terjadi.
Insiden di Shenyang terjadi kurang dari sepekan setelah BYD kembali mengingatkan para pemilik kendaraan agar tidak mengandalkan kemampuan tahan air mobil sebagai alasan untuk menerobos banjir.
Executive Vice President BYD, He Zhiqi, menjelaskan sertifikasi ketahanan air Blade Battery hanya dirancang sebagai fitur keselamatan dalam kondisi darurat, bukan untuk mendorong pengemudi sengaja melintasi jalan yang tergenang.
Ia menyebut paket baterai yang memiliki sertifikasi IP67 dan IP68 memang mampu memberikan perlindungan terhadap masuknya air sesuai standar pengujian tertentu. Namun, sertifikasi tersebut tidak dapat diartikan sebagai izin untuk mengemudikan kendaraan melewati genangan air yang dalam.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda(UDA)