Jakarta: Menuju era elektrifikasi kendaraan di Indonesia, urusan pengisian daya baterai kendaraan bermotor masih masih kendala terbesar di tanah air. Bahkan untuk mengisi kendaraan listrik berukuran kecil seperti Wuling E100 saja memerlukan waktu paling cepat 5 jam.
Product Planning SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors), Danang Wiratmoko, menjelaskan saat ini Wuling Motors baru memiliki kendaraan listrik E100 dan E200 yang dipasarkan di Tiongkok. Menurutnya untuk pengisian daya melalui fast charging, memerlukan waktu kurang dari lima jam.
"Untuk fast-charging dengan daya 6,6 kW memiliki waktu pengisian kurang dari lima jam. Sedangkan untuk pengisian metode general dengan daya 3,3 kW sekitar 8-12 jam," ungkap Danang Wiratmoko Selasa (3/9/2019) di Safehouse Kuningan Jakarta.
Dia menggaris bawahi pengisian baterai di rumah juga bisa dilakukan. Bila rata-rata daya listrik 2,2 kW maka akan membutuhkan waktu pengisian 12 jam. "Saya sudah coba mengisi ini di kosan saya, dan tidak ada masalah," sambungnya lagi.
E100 menggunakan spesifikasi baterai lithium 220V dengan kapasitas 24 kWh. Diklaim baterai ini sanggup membawa E100 bepergian sejauh 250 kilometer, dengan dipadukan motor listrik 29 kW.
Meski demikian, dia berharap bahwa di masa depan fasilitas dan infrastruktur bisa lebih baik lagi. Sehingga pengisian daya baterai bisa lebih singkat dan maksimal, dan memudahkan pemilik mobil listrik.
Teknologi baterai dan pengecasan yang ditawarkan oleh E100 masih kalah canggih dari milik DFSK Glory E3. Produsen sesama kompetitor Tiongkok ini, menawarkan mobil dengan ukuran dan baterai yang lebih besar namun waktu pengecasan bisa lebih singkat.
Diketahui DFSK Glory E3 menggunakan baterai berukuran 52,56 yang bisa membuat SUV listrik tersebut melaju hingga 405 km. Untuk urusan pengisian fast charging cukup 30 menit untuk mengisi daya dari 20 persen ke 80 persen. Sedangkan slow charging cukup memakan waktu 8 jam.
Jakarta: Menuju era elektrifikasi kendaraan di Indonesia, urusan pengisian daya baterai kendaraan bermotor masih masih kendala terbesar di tanah air. Bahkan untuk mengisi kendaraan listrik berukuran kecil seperti Wuling E100 saja memerlukan waktu paling cepat 5 jam.
Product Planning SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors), Danang Wiratmoko, menjelaskan saat ini Wuling Motors baru memiliki kendaraan listrik E100 dan E200 yang dipasarkan di Tiongkok. Menurutnya untuk pengisian daya melalui fast charging, memerlukan waktu kurang dari lima jam.
"Untuk fast-charging dengan daya 6,6 kW memiliki waktu pengisian kurang dari lima jam. Sedangkan untuk pengisian metode general dengan daya 3,3 kW sekitar 8-12 jam," ungkap Danang Wiratmoko Selasa (3/9/2019) di Safehouse Kuningan Jakarta.
Dia menggaris bawahi pengisian baterai di rumah juga bisa dilakukan. Bila rata-rata daya listrik 2,2 kW maka akan membutuhkan waktu pengisian 12 jam. "Saya sudah coba mengisi ini di kosan saya, dan tidak ada masalah," sambungnya lagi.
E100 menggunakan spesifikasi baterai lithium 220V dengan kapasitas 24 kWh. Diklaim baterai ini sanggup membawa E100 bepergian sejauh 250 kilometer, dengan dipadukan motor listrik 29 kW.
Meski demikian, dia berharap bahwa di masa depan fasilitas dan infrastruktur bisa lebih baik lagi. Sehingga pengisian daya baterai bisa lebih singkat dan maksimal, dan memudahkan pemilik mobil listrik.
Teknologi baterai dan pengecasan yang ditawarkan oleh E100 masih kalah canggih dari milik DFSK Glory E3. Produsen sesama kompetitor Tiongkok ini, menawarkan mobil dengan ukuran dan baterai yang lebih besar namun waktu pengecasan bisa lebih singkat.
Diketahui DFSK Glory E3 menggunakan baterai berukuran 52,56 yang bisa membuat SUV listrik tersebut melaju hingga 405 km. Untuk urusan pengisian fast charging cukup 30 menit untuk mengisi daya dari 20 persen ke 80 persen. Sedangkan slow charging cukup memakan waktu 8 jam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)