medcom.id: Peringatan keras yang diberikan FIA (Fédération Internationale de l'Automobile) sebagai badan tertinggi balap mobil dunia pada mobil yang menggunakan sistem suspensi FRIC (Front to Rear Inter Connected), telah dilayangkan. Mengapa FIA demikian ngototnya, untuk melarang penggunaan sistem tersebut? simak ulasannya berikut.
Sistem FRIC adalah sistem pada suspensi yang digunakan di mobil Formula 1 (F1), untuk menstabillkan geometri mobil ketika melakukan pengereman maupun bermanuver. Efeknya mobil berada pada posisi tetap, meski pengereman berat dilakukan. Artinya mobil tidak akan mengalami posisi miring kedepan alias nungging karena pengereman tersebut.
Imbasnya adalah sistem aerodinamika pada mobil tetap terjaga. Dimana aliran angin yang masuk ke kolong mobil kadarnya sama seperti melakukan akselerasi di trek lurus.
Cara kerja sistem FRIC
Ketika melakukan pengereman berat, bobot mobil pasti akan bertumpu pada suspensi depan, sementara bagian belakang akan terangkat. Kondisi ini memungkinkan pelumas di suspensi depan dialirkan ke sistem suspensi belakang. Lalu tekanan yang besar pada bagian tersebut, membuat modul kontrolnya meningkatkan tingkat kekerasan per depan.
Fungsi FRIC pada saat bermanuver pun akan terasa. Dimana sistem peredam bagian dalam dan luar akan terkoneksi. Sehingga geometri mobil tetap terjaga. Fungsinya sama dengan ketika sistem hidrolis bekerja antara suspensi depan dan belakang. Hanya saja sistemnya lebih mengatur peredam bagian dalam dan luar.
Jika fungsi suspensi aktif dengan kinerja elektronik, siklIM lebih tepat, di FRIC pengaturannya ditentukan seberapa besar tekanan yang diterima suspensi depan. Begitu pun sistem peredaman alias damper-nya. Jadi kemungkinan salah kalkulasi adalah 0 persen.
Alhasil level downforce mobil jadi lebih besar. Gejala limbung ketika bermanuver pun bisa dihilangkan. Efeknya akan terlihat pada rigiditas mobil dan penggunaan kompon ban. Ini sangat membantu mengaplikasi strategi penggunaan ban karena tingkat keausannya bisa diminimalkan.
Hal inilah yang menjadikan FIA ngotot untuk menghilangkan sistem tersebut dari mobil Formula 1. Lantaran fungsinya tidak berbeda dengan sistem suspensi aktif. Hanya saja ini cara yang diterapkan pada FRIC sama sekali tidak melanggar regulasi teknis di mobil F1 yang berlangku sekarang.
medcom.id: Peringatan keras yang diberikan FIA (
Fédération Internationale de l'Automobile) sebagai badan tertinggi balap mobil dunia pada mobil yang menggunakan sistem suspensi FRIC (
Front to Rear Inter Connected), telah dilayangkan. Mengapa FIA demikian
ngototnya, untuk melarang penggunaan sistem tersebut? simak ulasannya berikut.
Sistem FRIC adalah sistem pada suspensi yang digunakan di mobil Formula 1 (F1), untuk menstabillkan
geometri mobil ketika melakukan pengereman maupun bermanuver. Efeknya mobil berada pada posisi tetap, meski pengereman berat dilakukan. Artinya mobil tidak akan mengalami posisi miring kedepan alias
nungging karena pengereman tersebut.
Imbasnya adalah sistem aerodinamika pada mobil tetap terjaga. Dimana aliran angin yang masuk ke
kolong mobil kadarnya sama seperti melakukan akselerasi di trek lurus.
Cara kerja sistem FRIC
Ketika melakukan pengereman berat, bobot mobil pasti akan bertumpu pada suspensi depan, sementara bagian belakang akan terangkat. Kondisi ini memungkinkan pelumas di suspensi depan dialirkan ke sistem suspensi belakang. Lalu tekanan yang besar pada bagian tersebut, membuat modul kontrolnya meningkatkan tingkat kekerasan per depan.
Fungsi FRIC pada saat bermanuver pun akan terasa. Dimana sistem peredam bagian dalam dan luar akan terkoneksi. Sehingga geometri mobil tetap terjaga. Fungsinya sama dengan ketika sistem hidrolis bekerja antara suspensi depan dan belakang. Hanya saja sistemnya lebih mengatur peredam bagian dalam dan luar.
Jika fungsi suspensi aktif dengan kinerja elektronik, siklIM lebih tepat, di FRIC pengaturannya ditentukan seberapa besar tekanan yang diterima suspensi depan. Begitu pun sistem peredaman alias
damper-nya. Jadi kemungkinan salah kalkulasi adalah 0 persen.
Alhasil level
downforce mobil jadi lebih besar. Gejala
limbung ketika bermanuver pun bisa dihilangkan. Efeknya akan terlihat pada
rigiditas mobil dan penggunaan kompon ban. Ini sangat membantu mengaplikasi strategi penggunaan ban karena tingkat keausannya bisa diminimalkan.
Hal inilah yang menjadikan FIA ngotot untuk menghilangkan sistem tersebut dari mobil Formula 1. Lantaran fungsinya tidak berbeda dengan sistem suspensi aktif. Hanya saja ini cara yang diterapkan pada FRIC sama sekali tidak melanggar regulasi teknis di mobil F1 yang berlangku sekarang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)