General Motors sudah mulai memproduksi ventilator. GM
General Motors sudah mulai memproduksi ventilator. GM

Industri Otomotif

Mengenal Ventilator yang Diproduksi Para Pabrikan Otomotif

Ekawan Raharja • 21 April 2020 15:26
Jakarta: Di tengah pandemik virus korona belakangan ini, sejumlah produsen otomotif banting setir dengan memproduksi sejumlah alat kesehatan dan alat pelindung diri. Salah satu alat kesehatan yang produksi adalah ventilator untuk membantu para pasien pengidap virus korona.
 
Mungkin saat ini masih banyak yang bertanya-tanya mengenai kegunaan ventilator ini. Apa fungsi dan kerjanya bagi pasien pengidap virus korona?
 
Dikutip dari Alodokter, ventilator adalah mesin yang berfungsi untuk menunjang atau membantu pernapasan. Alat ini sering kali dibutuhkan oleh pasien yang tidak dapat bernapas sendiri, baik karena suatu penyakit atau karena cedera yang parah.
 
Tujuan penggunaan alat ini adalah agar pasien mendapat asupan oksigen yang cukup. Melalui ventilator, pasien yang sulit bernapas secara mandiri dapat dibantu untuk bernapas dan mendapatkan udara layaknya bernapas secara normal.
 
Mesin ventilator akan mengatur proses menghirup dan menghembuskan napas pada pasien. Alat medis ini akan memompa udara selama beberapa detik untuk menyalurkan oksigen ke paru-paru pasien, lalu berhenti memompa agar udara keluar dengan sendirinya dari paru-paru.
 
Saat ini, salah satu produsen otomotif yang memproduksi ventilator adalah General Motors. Pabrikan asal Negeri Paman Sam tersebut membanderol ventilator produksinya tersebut USD16 ribu atau sekitar Rp250 jutaan-an per satu unitnya. Jika dibandingkan secara nominal, harga ini cukup untuk membeli varian tertinggi DFSK Glory 560 yang dipasarkan dengan harga sekitar Rp246 juta (on the road DKI Jakarta).
 
Namun jangan keburu berpikir bahwa harga ventilator ini mahal karena ternyata banderol yang disematkan di bawah rata-rata harga ventilator umumnya. Dikutip dari Carscoops, harga untuk sebuah ventilator biasanya mencapai USD50 ribu atau sekitar Rp781 juta-an.
 
Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Anggara Wicitra Sastroamidjojo, sempat menyebutkan harga ventilator sekitar Rp450 juta per unit. Dan saat ini dia menyebutkan Jakarta membutuhkan sekitar 2.800-3.500 ventilator.
 
Saat ini, Kementerian Perindustrian juga menyerukan kepada produsen otomotif untuk memproduksi sejumlah alat kesehatan, termasuk ventilator. Tetapi untuk saat ini belum ada realisasinya karena semuanya masih menanti teknis dari pemerintah terkait produksi ventilator ini.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan