Uji performa Wuling Almaz di trek ekstrim Ciletuh. Wuling
Uji performa Wuling Almaz di trek ekstrim Ciletuh. Wuling

Test Drive

Meliuk Seru di Jalur Ekstrim Ciletuh ala Wuling Almaz

Ahmad Garuda • 12 Maret 2019 11:06
Jakarta: Wuling Motors resmi meluncurkan mobil SUV mereka yang jadi flagship kendaraan pabrikan asal Tiongkok tersebut pekan lalu. Tim Medcom.id sudah pernah dilakukan pengetesan di Sirkuit Sentul pada Januari 2019 lalu. Namun rasa penasaran soal performa di kondisi jalan naik-turun dan berkelok masih tinggi.
 
Hal Ini pun menjadi momentum bagi kami untuk menjajal mobil SUV lima penumpang tersebut. Meski dalam hati berseloroh, apa hebatnya sih mobil ini? Jalur yang cukup ekstrim pun jadi sajian dalam sesi uji performa mobil kali ini, yaitu jalur ke Geopark Ciletuh, Jawa Barat. Jalur dengan suguhan jalan menanjak, menurun, berkelok nan ekstrim tersebut pun menjadi lokasi 'uji nyali' SUV dengan segudang fitur keren itu.
 
"Kami sengaja memilih jalur ke Sukabumi, tepatnya ke Ciletuh karena kami benar-benar ingin memberikan gambaran tentang performa, kenyamanan serta abilitas Wuling Almaz. Makanya dipilihlah jalur yang cukup ekstrim ini, sehingga teman-teman bisa melakukan eksplorasi performa mobil secara menyeluruh," klaim Brand Manager Wuling Motors, Dian Asmahani sebelum sesi uji mobil berlangsung.

Meliuk Seru di Jalur Ekstrim Ciletuh ala Wuling Almaz
 
Beberapa hal yang jadi pertanyaan besar adalah soal kesanggupan mobil diajak bermanuver ekstrim di tipe jalan berkelok Ciletuh. Kemudian bantingan kemudi yang notabene hanya menggerakkan roda depan saja hingga bodyroll kendaraan.
 
Performa Mesin
Berbicara soal bagian ini, rasanya sudah cukup banyak dijelaskan dalam tulisan kami sebelumnya. Mesin menggendong kapasitas mesin 1.500 cc dengan konfigurasi 4-silinder segaris, dengan DOHC DVVT yang dilengkapi dengan sistem pemampat udara turbo.
 
Untuk merasakan performa di kecepatan tinggi, rasanya bukan jadi tujuan utama. Tapi lebih kepada merasakan performa akselerasi yang diklaim menyemburkan tenaga hingga 250 newton meter (Nm) di rentang 1.600 RPM hingga 3.600 RPM. Torsi besar ini lebih tinggi dari torsi maksimal Glory 850 yang hanya di 220 Nm.
 
Tenaga besar ini disalurkan ke roda depan dengan delapan mode percepatan (7 maju dan 1 mundur). Tentu ada keraguan tersendiri ketika mencoba mode D (drive) untuk jalur menanjak sekitar 30-35 derajat. Dan itu terbukti, meski torsi besar lahir berkat bantuan pemampat udara, namun mobil ini tak berdaya jika tak memainkan sistem transmisi manualnya.
 
Hal berkebalikan justru  terjadi ketika mengoper ke mode semi manual. Tenaga dan torsinya benar-benar terasa sesuai dengan ekspektasi performanya. Sehingga mobil ini tetap asyik diajak berpetualang dengan syarat menggunakan transmisi semi manual.
 
Tidak berbeda jauh dengan sistem transmisi yang dihadirkan DFSK melalui Glory 580. Mobil ini juga mengalami masalah yang sama ketika Anda hanya akan menggunakan mode D (drive) saja. Pun demikian halnya dengan mesin yang dimiliki Honda CR-V Turbo.
 
Gejala ini pun bisa dibilang menjadi masalah general ketika ingin mendapatkan performa terbaik namun tidak mengorbankan sisi efisiensi bahan bakar.
 
Kenyamanan dan Bodyroll
Beibicara soal kenyamanan di mobil ini, rasanya tidak akan jauh berbeda ketika Anda mencoba duduk di belakang kemudi atau sebagai penumpang di CR-V. Mobil ini bisa dibilang menawarkan kenyamanan termewah untuk SUV dengan harga Rp300 jutaan.
 
Mulai dari multi information display (MID) yang bersamaan dengan penempatan speedometer, lalu ragam tombol kontrol di lingkar kemudi. Lalu ada juga jok yang sudah bisa diatur secara motorize. Sehingga ketika masuk ke kabin dari sisi pengemudi, akan terlihat sisi mewah dari mobil ini.
 
Sayangnya, pengaturan tersebut tidak berlaku untuk jok penumpang sebelah kiri. Kemudian auto power window juga masih terpusat di jendela pengemudi saja. Namun bicara soal kenyamanan di ruang kabin, jok untuk pengemudi dan penumpang depan, sangat lega. Terlebih untuk jok baris kedua. Orang dengan tinggi badan 185 saja masih sangat lega, tentu untuk tinggi badan orang Asia pada umumnya, akan lebih nyaman.
 
Kemudian untuk bodyroll, suspensi mobil ini jika dibandingkan dengan CR-V Turbo dan Glory 850, terasa lebih rigid atau kaku. Namun kekakuan inilah yang membuatnya lebih nyaman kalau bermanuver di kecepatan tinggi. Bahkan untuk penumpang yang duduk di jok baris kedua, pun bisa duduk dengan sangat nyaman tanpa merasakan gejala limbung.
 
Manfaatkan Fitur-Fitur Mewah
Meski di beberapa bagian mobil ini mengalami beberapa kekurangan, namun untuk sisi fitur dan kekinian head unit, patut diacungi jempol. Mulai dari fitur pengontrol tekanan angin di keempat rodanya, kemudian sistem safety seperti setup lamanya jam berkendara, hingga fitur hiburan seperti mengatur channel radio dan lain sebagainya.
 
Beberapa fitur safety tambahan seperti auto vehicle holding (AVH) hingga ragam angle kamera untuk keperluan parkir dan lewat di jalan sempit pun disiapkan. Seperti kamera 360, sehingga posisi kendaraan bisa diposisikan seaman mungkin.
 
Sayangnya untuk headunit besar di tengah panel dashboard, masih belum bisa dioptimalisasi untuk penggunaan sistem navigasi mandiri. Artinya, head unit ini harus terkoneksi ke sebuah gawai untuk melakukan mirroring dan menggunakan beberapa aplikasi penting di gawai tersebut. Ini tentunya jadi tugas besar bagi Wuling, mengingat Glory 580 dan CR-V mampu menghadirkan fitur tersebut tanpa harus terkoneksi ke gawai.
 
Meski demikian, mobil dengan sederet fitur menarik ini, sangat layak dipertimbangkan lantaran dibanderol Rp318.800.000 untuk OTR Jakarta. Sedikit lebih mahal dari Glory 580, namun jauh lebih murah dari CR-V Turbo yang berada di angka fantastis Rp400 jutaan.
 
Tentu akan jadi pilihan menarik bagi mereka yang mencari kendaraan fungsional, harga terjangkau dengan segudang fitur canggih di dalamnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan