ESP Bisa Mengurangi 80 Persen Fatalitas Akibat Skidding
ESP memiliki kemampuan mengurangi 80 persen fatalitas karena Skidding. forwot
Karawang: Beberapa pabrikan otomotif saat ini sudah melengkapi mobilnya dengan fitur electronic stability program (ESP). Bahkan Bosch mengakui kalau teknologi ini efektif untuk mengurangi angka fatalitas kecelakaan akibat skidding (mobil meluncur tidak terkendali).

Central Sales Manager divisi Original Equipment Bosch Indonesia, Bernard Simanjuntak, menjelaskan bisa membaca dan melakukan koreksi ketika mobil meluncur tidak sesuai dengan kemauan ini pengemudi. Bahkan efek dari fitur ini di Eropa bisa mengurangi hingga 80 persen fatalitas akibat skidding.

"Karena menurut Bosch satu korban akibat kecelakaan itu sudah terlalu banyak," ujar Bernard di sela-sela ASEAN NCAP Vehicle Safety Course di Karawang, Jawa Barat, Rabu (14/11/2018).

Sistem kerja dari ESP dikepalai oleh modulator yang disematkan. Modulator ini bekerjasama sensor di roda, setir, dan beberapa sensor lainnya.


"Seperti contoh jika terjadi oversteer atau understeer, terbaca bahwa setir melakukan pergerakan tetapi sensor di roda membaca mobil masih berjalan lurus. Maka data ini akan baca oleh modulator dan memerintahkan untuk menstabilkan mobil. Bisa dengan mengurangi torsi atau juga mengatur kekuatan pengereman," ujar Bernard.

Bosch juga membeberkan kalau wilayah Uni Eropa sudah mewajibkan ESP per 1 November 2014, untuk kendaraan kendaraan roda 4 baru yang telah terdaftar dan kendaraan komersial ringan dengan berat hingga 3,5 metrik ton. Sistem anti-gelincir ini juga telah diwajibkan di Australia, Kanada, Israel, Selandia Baru, Rusia, Korea Selatan, Jepang, Turki, dan Amerika Serikat. Secara global, 74 persen dari seluruh mobil baru di dunia sudah dilengkapi dengan ESP.



(UDA)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id