Kamui Kobayashi di ajang Formula E Hong Kong. (AFP PHOTO/ISAAC LAWRENCE)
Kamui Kobayashi di ajang Formula E Hong Kong. (AFP PHOTO/ISAAC LAWRENCE)

Formula E, Serupa Tapi Tak Sama dengan F1

Otomotif mobil balap Formula E
Ekawan Raharja • 14 Agustus 2019 14:51
Jakarta: Pemerintah DKI Jakarta tengah serius menggarap penyelenggaran Formula E di Jakarta. Secara keseluruhan mobil ini memiliki model yang mirip dengan Formula One (F1) namun mengusung teknologi yang jauh berbeda.
 
Balapan ini dianggap balap masa depan tanpa mesin bakar internal karena semua mobil menggunakan teknologi mobil listrik. Arena balap ini bisa jadi tempat untuk melakukan riset mobil listrik untuk pabrikan yang ikut serta.
 
Secara model, baik mobil-mobil di Formula E dan F1 tidak jauh berbeda bentuknya. Hanya saja karena mobil Formula E menggunakan mesin bertenaga listrik, balap yang mulai dihelat 2014 ini menyajikan adegan saat pembalap masuk pit untuk berganti mobil. Pembalap akan berganti mobil karena daya baterai mobil menipis.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Musim perdana, seluruh tim dan pembalap menggunakan baterai mobil elektrik Spark Renault SRT 01E. Mobil ini bertenaga 200kw atau setara 268 daya kuda dengan mode Max Power, dengan catatan mode ini hanya boleh dipakai saat sesi latihan bebas dan kualifikasi.
 
Formula E, Serupa Tapi Tak Sama dengan F1
 
Saat balapan, para pembalap hanya diizinkan menggunakan power Race Mode alias tenaga maksimal 150 kw atau 201 daya kuda. Dengan tenaga sebesar itu, mobil-mobil Formula E sudah mampu menyuguhkan tontonan menarik, tak kalah dengan Formula 1 atau GP2.
 
Berat mobil dibatasi 896 kilogram, sudah termasuk pebalap dan baterai dengan berat maksimal 230 kilogram. Hasilnya kecepatan maksimum yang ditetapkan FIA adalah 225 kilometer per jam.
 
Jauh berbeda dibanding Formula 1 ketika pembalap masuk pit untuk mengganti ban, mengisi bahan bakar atau mengganti komponen yang rusak karena tabrakan. Tapi karena teknologi yang semakin maju, maka kecanggihan mobil Formula E ikut meningkat.
 
Masuk musim kelima, Formula E menggunakan mobil generasi kedua yang diyakini akan mengubah kompetisi. Daya tahan baterainya jauh lebih baik, rakitan McLaren Applied Technologies.
 
Formula E, Serupa Tapi Tak Sama dengan F1
 
"Kemampuan baterai menyimpan daya dua kali lebih baik, dan jarak yang bisa ditempuh dua kali lebih jauh. Bersama FIA kami mencapai satu titik puncak dan mengenalkan mobil ini, saya tak sabar melihatnya di trek," kata Alejandro Agag, CEO Formula E.
 
Tak hanya itu, desain mobil generasi kedua ini jauh berbeda dari mobil formula mana pun. Area driver dilindungi halo safety cage, paket aerodinamika baru, hidung lebih rendah, ban yang terbungkus, dan spoiler-spoiler yang banyak.
 
Musim kelima ini, Formula E sudah diikuti oleh Audi, Jaguar, BMW, Nissan, Mahindra dan beberapa tim lainnya. Bahkan Nissan sebagai merek pertama asal Jepang yang ikut serta di balapan jet darat listrik tersebut.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif