Tujuh tahun paceklik kemenangan, Honda kembali ke puncah podium di era mesin turbo hybrid. XPB Images
Tujuh tahun paceklik kemenangan, Honda kembali ke puncah podium di era mesin turbo hybrid. XPB Images

Honda Formula One, Tujuh Tahun Menunggu Kemenangan

Otomotif honda mobil balap mobil
Ahmad Garuda • 02 Juli 2019 07:33
Austria: Tujuh tahun bukan waktu yang singkat untuk sebuah riset panjang di ajang balap dengan biaya tak terhingga seperti ajang balap Formula One. Namun hal itu tak membuat Honda F1 Racing putus harapan.
 
Melalui Jenson Button yang meraih kemenangan di Sirkuit Hungaroring, Hungaria di 2006, tetap tak mengubah nasib pabrikan tersebut bahkan hingga musim balap 2008. Keputusan untuk keluar dari F1 pun jadi keputusan pelik, dan membuat Honda tak terhitung lagi di balap jet darat itu.
 
Musim demi musim berlalu, regulasi baru pun bermunculan, termasuk regulasi mesin hybrid dengan tambahan komponen turbocharged diberlakukan. Kapasitas mesin yang awalnya 2.400 cc, pun diturunkan jadi 1.600 cc. Sehingga ciri khas suara mobil F1 yang melengking, kini tak lagi menggelegar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Honda pun memutuskan kembali ke ajang balap ini bersama McLaren dan justru tak pernah menemukan padanan terbaik. Tahun ini, mereka menggandeng tim Red Bull Racing yang akhirnya mampu unjuk diri kembali meraih kemenangan setelah 7 musim paceklik meraih hasil terbaik seperti yang diraih Button di 2006.
 
Mobil yang menggunakan power unit dengan kode Honda RA619H, melalui Max Verstappen berhasil memenangi seri balap F1 Austrian Grand Prix pada Minggu (30/6/2019). Kemenangan tersebut merupakan kemenangan pertama Honda di era mesin turbo hybrid di F1.
 
“Bangga rasanya kembali memenangi ajang F1. Perjalanan ini memang tidak mudah sejak kembali berpartispasi di F1 pada 2015. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Verstappen dan tim Red Bull Racing atas kemenangan ini. Selain itu, kami juga perlu berterima kasih kepada Scuderia Toro Rosso dan semua pembalap yang telah mendukung kami,” ujar Chief Executive Officer Honda Motor Co., Ltd, Takahiro Hachigo.
 
Hachigo melanjutkan, bahwa F1 telah menjadi mimpi dari pendiri perusahaan Honda dan menjadi bagian dari DNA mereka. Melewati waktu yang sulit selama lima tahun di atas trek maupun di pabrik, ternyata berbuah hasil yang memuaskan.
 
"Saya sangat terkesan dengan seluruh usaha yang dikerahkan tim Honda, yang selalu percaya pada impian mereka dan pantang menyerah hingga akhirnya dapat meraih gelar juara pada hari ini. Saya pikir, semangat ini menggambarkan motto kami yakni Power of Dreams.”
 
Pada musim balap tahun 2019 ini, tim Red Bull Honda telah berhasil mengumpulkan 169 point dari sembilan balapan yang sudah berlangsung. Prestasi tim Red Bull Honda di musim 2019 meliputi satu kali kemenangan di GP Austria, dua finis podium di GP Australia dan GP Spanyol, tiga kali catatan putaran tercepat (fastest lap) di GP China, GP Monaco dan GP Austria serta satu kali start dari barisan terdepan yakni di GP Austria.
 
Balapan musim 2019 masih menyisakan dua belas balapan lagi. Apakah ini jadi awal keberhasilan mereka untuk bisa setara dengan Mercedes-Benz dan Ferrari untuk hal konsistensi tampil bagus? Kita lihat saja pembuktiannya nanti.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif