DKI Jakarta: Fitur keselamatan berbasis kamera kini semakin menjadi standar penting pada kendaraan modern. Salah satunya adalah Multi Around Monitor (MAM) yang hadir pada sejumlah model Mitsubishi Motors untuk membantu pengemudi memantau kondisi di sekitar kendaraan secara lebih menyeluruh.
MAM merupakan fitur keselamatan canggih yang mampu menampilkan area di sekeliling mobil dengan sudut pandang 360 derajat. Sistem ini bekerja melalui kombinasi empat kamera yang ditempatkan di bagian depan, samping kiri, samping kanan, dan belakang kendaraan. Kehadiran fitur tersebut membantu pengemudi saat bermanuver di jalan sempit maupun ketika parkir.
Fitur ini tersedia pada varian tertinggi keluarga Mitsubishi Xpander, Mitsubishi Xpander Cross, Mitsubishi Pajero Sport, Mitsubishi Xforce, dan Mitsubishi Destinator.
Secara umum, pengoperasian Multi Around Monitor cukup mudah dan dapat dipahami bahkan oleh pengemudi pemula. Sistem akan aktif secara otomatis ketika tuas transmisi dipindahkan ke posisi R atau mundur.
Baca Juga:
Pajero Sport Dakar 2017 Dilelang Mulai Rp100 Jutaan, Begini Wujudnya
Pengemudi juga dapat mengubah tampilan kamera dengan menekan tombol A pada setir. Tampilan tersebut meliputi mode pandangan depan, belakang, samping, hingga tampak atas.
Untuk alasan keselamatan, mode tampak atas akan otomatis nonaktif ketika kendaraan melaju lebih dari 10 km/jam. Sementara mode tampak samping akan berhenti bekerja saat kecepatan kendaraan melebihi 30 km/jam.
Pada layar tampilan depan dan belakang, terdapat sejumlah indikator yang membantu pengemudi membaca jarak kendaraan dengan objek sekitar. Garis merah menunjukkan jarak sekitar 50 cm dari sudut bumper, sedangkan dua garis hijau menjadi indikator lebar kendaraan.
Selain itu, garis oranye akan memperlihatkan arah kendaraan yang diperkirakan saat mobil bermanuver maju maupun mundur. Sistem ini juga didukung sensor ultrasonik yang memberikan peringatan melalui warna berkedip ketika kendaraan terlalu dekat dengan objek lain.
Mitsubishi Motors juga menyematkan fitur auto-off pada sistem tersebut. Jika kendaraan tidak bergerak atau tidak ada pengoperasian selama lebih dari tiga menit, maka MAM akan otomatis dinonaktifkan.
Baca Juga:
Rekomendasi Sepeda Listrik yang Cocok untuk Bapak-bapak
Meski membantu meningkatkan visibilitas saat berkendara, pengemudi tetap diimbau tidak sepenuhnya bergantung pada fitur tersebut. MAM hanya berfungsi sebagai alat bantu sehingga kewaspadaan pengemudi tetap menjadi faktor utama dalam menjaga keselamatan berkendara.
Penggunaan MAM juga perlu memperhatikan beberapa kondisi tertentu agar sistem bekerja optimal. Misalnya, pengemudi tidak disarankan menggunakan fitur ini ketika kaca spion luar dalam posisi terlipat atau pintu bagasi belakang terbuka karena dapat memengaruhi akurasi tampilan visual.
Selain itu, pemasangan aksesori atau benda di sekitar kamera MAM sebaiknya dihindari karena berpotensi mengganggu kinerja kamera. Pada kondisi kendaraan membawa beban penuh, garis referensi pada layar juga dapat berubah akibat tinggi kendaraan yang berbeda dari kondisi normal.
DKI Jakarta: Fitur keselamatan berbasis kamera kini semakin menjadi standar penting pada kendaraan modern. Salah satunya adalah Multi Around Monitor (MAM) yang hadir pada sejumlah model
Mitsubishi Motors untuk membantu pengemudi memantau kondisi di sekitar kendaraan secara lebih menyeluruh.
MAM merupakan fitur keselamatan canggih yang mampu menampilkan area di sekeliling mobil dengan sudut pandang 360 derajat. Sistem ini bekerja melalui kombinasi empat kamera yang ditempatkan di bagian depan, samping kiri, samping kanan, dan belakang kendaraan. Kehadiran fitur tersebut membantu pengemudi saat bermanuver di jalan sempit maupun ketika parkir.
Fitur ini tersedia pada varian tertinggi keluarga Mitsubishi Xpander, Mitsubishi Xpander Cross, Mitsubishi Pajero Sport, Mitsubishi Xforce, dan Mitsubishi Destinator.
Secara umum, pengoperasian Multi Around Monitor cukup mudah dan dapat dipahami bahkan oleh pengemudi pemula. Sistem akan aktif secara otomatis ketika tuas transmisi dipindahkan ke posisi R atau mundur.
Pengemudi juga dapat mengubah tampilan kamera dengan menekan tombol A pada setir. Tampilan tersebut meliputi mode pandangan depan, belakang, samping, hingga tampak atas.
Untuk alasan keselamatan, mode tampak atas akan otomatis nonaktif ketika kendaraan melaju lebih dari 10 km/jam. Sementara mode tampak samping akan berhenti bekerja saat kecepatan kendaraan melebihi 30 km/jam.
Pada layar tampilan depan dan belakang, terdapat sejumlah indikator yang membantu pengemudi membaca jarak kendaraan dengan objek sekitar. Garis merah menunjukkan jarak sekitar 50 cm dari sudut bumper, sedangkan dua garis hijau menjadi indikator lebar kendaraan.
Selain itu, garis oranye akan memperlihatkan arah kendaraan yang diperkirakan saat mobil bermanuver maju maupun mundur. Sistem ini juga didukung sensor ultrasonik yang memberikan peringatan melalui warna berkedip ketika kendaraan terlalu dekat dengan objek lain.
Mitsubishi Motors juga menyematkan fitur auto-off pada sistem tersebut. Jika kendaraan tidak bergerak atau tidak ada pengoperasian selama lebih dari tiga menit, maka MAM akan otomatis dinonaktifkan.
Meski membantu meningkatkan visibilitas saat berkendara, pengemudi tetap diimbau tidak sepenuhnya bergantung pada fitur tersebut. MAM hanya berfungsi sebagai alat bantu sehingga kewaspadaan pengemudi tetap menjadi faktor utama dalam menjaga keselamatan berkendara.
Penggunaan MAM juga perlu memperhatikan beberapa kondisi tertentu agar sistem bekerja optimal. Misalnya, pengemudi tidak disarankan menggunakan fitur ini ketika kaca spion luar dalam posisi terlipat atau pintu bagasi belakang terbuka karena dapat memengaruhi akurasi tampilan visual.
Selain itu, pemasangan aksesori atau benda di sekitar kamera MAM sebaiknya dihindari karena berpotensi mengganggu kinerja kamera. Pada kondisi kendaraan membawa beban penuh, garis referensi pada layar juga dapat berubah akibat tinggi kendaraan yang berbeda dari kondisi normal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)