DKI Jakarta: Showroom mobil bekas yang beroperasi di Jakarta, Garasi 91, mencatat adanya konsumen yang kembali membeli kendaraan hingga beberapa kali. Pola pembelian berulang atau repeat buyer tersebut menjadi perhatian Garasi 91 di tengah konsumen yang semakin selektif dalam memilih mobil bekas.
Selain harga, kualitas kendaraan dan kepercayaan terhadap penjual menjadi pertimbangan dalam menentukan tempat pembelian. Pemilik Garasi 91 sekaligus penggiat otomotif, Ferdi Kusuma Putra, mengatakan kepercayaan menjadi salah satu modal penting dalam bisnis mobil bekas.
Menurutnya konsumen yang kembali membeli menunjukkan adanya pengalaman positif dari transaksi sebelumnya.
“Di bisnis mobil bekas, tantangan terbesar sebenarnya adalah mendapatkan kepercayaan konsumen. Ketika seorang pelanggan kembali membeli untuk kedua, ketiga, bahkan beberapa kali, bagi kami itu bukan sekadar transaksi, tetapi tanda mereka percaya terhadap kualitas unit dan cara kami melayani,” ujar Ferdi.
Garasi 91 menggelar 'Ngopi Asik Bareng Garasi 91' untuk mempertemukan sejumlah konsumen yang telah melakukan pembelian kendaraan lebih dari satu kali. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan.
Baca Juga:
Rekomendasi Motor Listrik yang Bisa Dicas di Rumah
Garasi 91 telah menjalankan bisnis jual beli kendaraan sejak 2014, saat toko pertamanya dibuka di kawasan Pondok Kelapa Jakarta Timur. Saat ini perusahaan berkembang dan memiliki tiga dealer.
Ferdi mengatakan persaingan bisnis mobil bekas tidak hanya berkaitan dengan harga. Konsumen memiliki semakin banyak pilihan, termasuk kendaraan baru, sehingga pengalaman transaksi dan rasa aman menjadi bagian dari pertimbangan pelanggan.
“Sekarang konsumen punya semakin banyak pilihan. Karena itu kami tidak ingin hanya bersaing soal harga. Kami ingin konsumen merasa bahwa ketika membeli di Garasi 91, mereka mendapatkan kendaraan yang sesuai dan proses transaksi yang memberikan rasa percaya,” kata Ferdi.
Pelanggan Beli Mobil Enam Kali
Retno Ayu menjadi salah satu pelanggan yang menunjukkan pola pembelian berulang di Garasi 91. Sejak 2017, Retno tercatat telah membeli kendaraan sebanyak enam kali.
“Saya sudah enam kali beli mobil di Garasi 91 sejak 2017. Kalau kembali lagi, tentu karena sudah merasa percaya dan punya pengalaman yang baik dari pembelian sebelumnya,” ujar Retno.
Baca Juga:
Intip Spesifikasi Mercy Lawas Purbaya yang Viral di TikTok
Melalui 'Ngopi Asik Bareng Garasi 91', perusahaan juga mengarahkan hubungan dengan pelanggan lama untuk berkembang menjadi komunitas. Konsumen dapat bertukar pengalaman otomotif sekaligus menyampaikan masukan setelah menggunakan kendaraan yang dibeli.
Ferdi mengatakan pelanggan lama tidak hanya dipandang sebagai konsumen yang telah menyelesaikan transaksi. Hubungan tersebut diharapkan dapat berlanjut ketika pelanggan membutuhkan kendaraan berikutnya atau merekomendasikan Garasi 91 kepada orang terdekat.
“Bagi kami, pelanggan lama bukan sekadar database. Mereka adalah bagian dari perjalanan Garasi 91. Kalau hubungan itu dijaga dengan baik, ketika mereka membutuhkan mobil berikutnya, melakukan upgrade, atau ada keluarga dan temannya yang mencari mobil, kami berharap Garasi 91 menjadi salah satu nama yang mereka percaya,” tutup Ferdi.
DKI Jakarta: Showroom mobil bekas yang beroperasi di Jakarta, Garasi 91, mencatat adanya konsumen yang kembali membeli kendaraan hingga beberapa kali. Pola pembelian berulang atau repeat buyer tersebut menjadi perhatian Garasi 91 di tengah konsumen yang semakin selektif dalam memilih
mobil bekas.
Selain harga, kualitas kendaraan dan kepercayaan terhadap penjual menjadi pertimbangan dalam menentukan tempat pembelian. Pemilik Garasi 91 sekaligus penggiat otomotif, Ferdi Kusuma Putra, mengatakan kepercayaan menjadi salah satu modal penting dalam bisnis mobil bekas.
Menurutnya konsumen yang kembali membeli menunjukkan adanya pengalaman positif dari transaksi sebelumnya.
“Di bisnis mobil bekas, tantangan terbesar sebenarnya adalah mendapatkan kepercayaan konsumen. Ketika seorang pelanggan kembali membeli untuk kedua, ketiga, bahkan beberapa kali, bagi kami itu bukan sekadar transaksi, tetapi tanda mereka percaya terhadap kualitas unit dan cara kami melayani,” ujar Ferdi.
Garasi 91 menggelar 'Ngopi Asik Bareng Garasi 91' untuk mempertemukan sejumlah konsumen yang telah melakukan pembelian kendaraan lebih dari satu kali. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan.
Garasi 91 telah menjalankan bisnis jual beli kendaraan sejak 2014, saat toko pertamanya dibuka di kawasan Pondok Kelapa Jakarta Timur. Saat ini perusahaan berkembang dan memiliki tiga dealer.
Ferdi mengatakan persaingan bisnis mobil bekas tidak hanya berkaitan dengan harga. Konsumen memiliki semakin banyak pilihan, termasuk kendaraan baru, sehingga pengalaman transaksi dan rasa aman menjadi bagian dari pertimbangan pelanggan.
“Sekarang konsumen punya semakin banyak pilihan. Karena itu kami tidak ingin hanya bersaing soal harga. Kami ingin konsumen merasa bahwa ketika membeli di Garasi 91, mereka mendapatkan kendaraan yang sesuai dan proses transaksi yang memberikan rasa percaya,” kata Ferdi.
Pelanggan Beli Mobil Enam Kali
Retno Ayu menjadi salah satu pelanggan yang menunjukkan pola pembelian berulang di Garasi 91. Sejak 2017, Retno tercatat telah membeli kendaraan sebanyak enam kali.
“Saya sudah enam kali beli mobil di Garasi 91 sejak 2017. Kalau kembali lagi, tentu karena sudah merasa percaya dan punya pengalaman yang baik dari pembelian sebelumnya,” ujar Retno.
Melalui 'Ngopi Asik Bareng Garasi 91', perusahaan juga mengarahkan hubungan dengan pelanggan lama untuk berkembang menjadi komunitas. Konsumen dapat bertukar pengalaman otomotif sekaligus menyampaikan masukan setelah menggunakan kendaraan yang dibeli.
Ferdi mengatakan pelanggan lama tidak hanya dipandang sebagai konsumen yang telah menyelesaikan transaksi. Hubungan tersebut diharapkan dapat berlanjut ketika pelanggan membutuhkan kendaraan berikutnya atau merekomendasikan Garasi 91 kepada orang terdekat.
“Bagi kami, pelanggan lama bukan sekadar database. Mereka adalah bagian dari perjalanan Garasi 91. Kalau hubungan itu dijaga dengan baik, ketika mereka membutuhkan mobil berikutnya, melakukan upgrade, atau ada keluarga dan temannya yang mencari mobil, kami berharap Garasi 91 menjadi salah satu nama yang mereka percaya,” tutup Ferdi.
(UDA)