Jakarta: PT Honda Prospect Motor (HPM) mencatat seluruh alokasi awal Honda Prelude untuk pengiriman tahun 2026 di Indonesia telah habis terpesan. Model sport hybrid tersebut resmi dibuka pemesanannya pada 23 Januari 2026 dengan alokasi awal sebanyak 40 unit, dan langsung terpesan dalam waktu satu hari.
Merespons tingginya minat konsumen, perusahaan kemudian membuka tambahan kuota sebanyak 60 unit sebagai batch kedua untuk pengiriman tahun 2026. Alokasi tambahan itu juga habis terpesan pada 26 Januari 2026. Dengan demikian, total 100 unit Prelude untuk pasar Indonesia pada 2026 ludes dalam kurun tiga hari sejak pemesanan dibuka.
Seluruh unit yang termasuk dalam alokasi pengiriman 2026 dijadwalkan dikirimkan secara bertahap mulai Mei 2026. Konsumen yang masih berminat tetap dapat melakukan pemesanan melalui dealer resmi tertentu, dengan estimasi pengiriman tahap berikutnya direncanakan mulai 2027.
Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor, Yusak Billy, menilai capaian ini mencerminkan penerimaan pasar terhadap konsep sport hybrid yang diusung.
Baca Juga:
Mesin Mobil Terendam Banjir, Apa yang Harus Dicek?
“Prelude diterima dengan baik oleh konsumen yang memahami kualitas produk dan nilai pengalaman berkendara. Hal ini sejalan dengan arah pengembangan elektrifikasi kami yang tetap mempertahankan karakter Honda ke depan,” ujar Yusak Billy melalui keterangan resminya.
Prelude dikembangkan sebagai bagian dari evolusi lini elektrifikasi. Model ini tetap mempertahankan karakter berkendara yang menjadi identitas Prelude sejak generasi pertama, dengan pendekatan yang menyeimbangkan performa, efisiensi, dan pengalaman berkendara untuk penggunaan sehari-hari.
Mengusung nama legendaris, Prelude ditempatkan pada segmen sport hybrid yang menyasar konsumen dengan preferensi pada performa sekaligus efisiensi. Respons pasar Indonesia tersebut juga selaras dengan performa model ini di pasar global.
Saat diluncurkan di Jepang pada 5 September 2025, Honda Prelude mencatat sekitar 2.400 pemesanan dalam satu bulan pertama. Angka tersebut sekitar delapan kali lipat dari target penjualan bulanan yang ditetapkan sebesar 300 unit.
Jakarta: PT
Honda Prospect Motor (HPM) mencatat seluruh alokasi awal
Honda Prelude untuk pengiriman tahun 2026 di Indonesia telah habis terpesan. Model sport hybrid tersebut resmi dibuka pemesanannya pada 23 Januari 2026 dengan alokasi awal sebanyak 40 unit, dan langsung terpesan dalam waktu satu hari.
Merespons tingginya minat konsumen, perusahaan kemudian membuka tambahan kuota sebanyak 60 unit sebagai batch kedua untuk pengiriman tahun 2026. Alokasi tambahan itu juga habis terpesan pada 26 Januari 2026. Dengan demikian, total 100 unit Prelude untuk pasar Indonesia pada 2026 ludes dalam kurun tiga hari sejak pemesanan dibuka.
Seluruh unit yang termasuk dalam alokasi pengiriman 2026 dijadwalkan dikirimkan secara bertahap mulai Mei 2026. Konsumen yang masih berminat tetap dapat melakukan pemesanan melalui dealer resmi tertentu, dengan estimasi pengiriman tahap berikutnya direncanakan mulai 2027.
Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor, Yusak Billy, menilai capaian ini mencerminkan penerimaan pasar terhadap konsep sport hybrid yang diusung.
“Prelude diterima dengan baik oleh konsumen yang memahami kualitas produk dan nilai pengalaman berkendara. Hal ini sejalan dengan arah pengembangan elektrifikasi kami yang tetap mempertahankan karakter Honda ke depan,” ujar Yusak Billy melalui keterangan resminya.
Prelude dikembangkan sebagai bagian dari evolusi lini elektrifikasi. Model ini tetap mempertahankan karakter berkendara yang menjadi identitas Prelude sejak generasi pertama, dengan pendekatan yang menyeimbangkan performa, efisiensi, dan pengalaman berkendara untuk penggunaan sehari-hari.
Mengusung nama legendaris, Prelude ditempatkan pada segmen sport hybrid yang menyasar konsumen dengan preferensi pada performa sekaligus efisiensi. Respons pasar Indonesia tersebut juga selaras dengan performa model ini di pasar global.
Saat diluncurkan di Jepang pada 5 September 2025, Honda Prelude mencatat sekitar 2.400 pemesanan dalam satu bulan pertama. Angka tersebut sekitar delapan kali lipat dari target penjualan bulanan yang ditetapkan sebesar 300 unit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)