Stuttgart: Produsen mobil sport asal Jerman, Porsche AG, menyiapkan arah baru perusahaan melalui strategi jangka panjang bertajuk Strategy 2035. Strategi tersebut disampaikan oleh CEO baru Porsche, Michael Leiters, yang menekankan fokus pada efisiensi perusahaan, penguatan bisnis inti, serta pengembangan produk yang lebih emosional bagi pelanggan.
Leiters menegaskan akan memanfaatkan tantangan industri otomotif global sebagai momentum untuk melakukan transformasi perusahaan secara menyeluruh.
“Kami telah secara sistematis menganalisis situasi dan mulai menjalankan sejumlah langkah awal yang terarah. Langkah tersebut mencakup penerapan prinsip Value over Volume, terutama di pasar China yang menantang, serta peningkatan produksi yang berorientasi kualitas untuk Cayenne listrik sepenuhnya. Kami juga akan merampingkan struktur manajemen, mengurangi hierarki, dan memangkas birokrasi. Selain itu, kami mulai lebih fokus pada bisnis inti,” ujar Michael Leiters melalui presetasinya secara daring pada Rabu (11-3-2025) waktu Indonesia.
Fokus pada Produk Sport dengan Margin Tinggi
Salah satu yang di sorot oleh adalah Leiters adalah portofolio produk hingga tahun 2035. Ditegaskan, Porsche akan tetap mempertahankan identitasnya sebagai produsen mobil sport dengan teknologi unggulan.
Baca Juga:
Waduh, Banyak Orang Beralih dari Beli Mobil Ke Investasi Emas
“Nama Porsche identik dengan keunggulan teknis dari produsen mobil sport. Kami menghadirkan mobil sport yang benar-benar ingin dikendarai sendiri, menyenangkan, serta menghadirkan performa dan gairah, terlepas dari jenis sistem penggeraknya,” bebernya.
Dia mempertimbangkan perluasan portofolio produk untuk tumbuh di segmen dengan margin lebih tinggi. Perusahaan melihat peluang menghadirkan model dan turunan baru di atas lini mobil sport dua pintu dan di atas Cayenne. Strategi tersebut juga diarahkan untuk menjaga kekuatan finansial perusahaan dalam jangka panjang.
“Melalui Strategy 2035, kami ingin meletakkan fondasi bagi arus kas yang kuat secara berkelanjutan, kinerja keuangan yang solid, serta margin yang sesuai dengan standar Porsche.”
Cayenne Electric dan 911 Turbo S Generasi Terbaru
Porsche juga menyiapkan sejumlah model baru untuk memperkuat portofolio produknya dalam beberapa tahun mendatang.
Pada 2025, perusahaan meluncurkan dua model unggulan. Salah satunya adalah Porsche 911 Turbo S terbaru, yang diperkenalkan pada September. Model ini menggunakan sistem bi-turbo powertrain dengan teknologi T-Hybrid, menjadikannya sebagai 911 produksi massal paling bertenaga yang pernah dibuat.
Baca Juga:
Audi Siapkan Bengkel Siaga Jelang Mudik Lebaran 2026
Kemudian pada November, Porsche memperkenalkan Cayenne listrik sepenuhnya yang menjadi SUV listrik pertama dalam lini model tersebut. Model ini disebut menetapkan standar baru di segmen SUV dan menjadi Porsche produksi paling bertenaga yang pernah dibuat.
Kehadiran Cayenne Electric juga melengkapi varian Cayenne bermesin konvensional dan plug-in hybrid yang sudah ada sebelumnya. Hal ini menunjukkan komitmen untuk tetap mempertahankan berbagai pilihan teknologi powertrain.
Pada 2026, Porsche juga berencana memperkenalkan sejumlah turunan model baru yang diharapkan dapat semakin memperkuat daya tarik merek di pasar global.
Stuttgart: Produsen
mobil sport asal Jerman,
Porsche AG, menyiapkan arah baru perusahaan melalui strategi jangka panjang bertajuk Strategy 2035. Strategi tersebut disampaikan oleh CEO baru Porsche, Michael Leiters, yang menekankan fokus pada efisiensi perusahaan, penguatan bisnis inti, serta pengembangan produk yang lebih emosional bagi pelanggan.
Leiters menegaskan akan memanfaatkan tantangan industri otomotif global sebagai momentum untuk melakukan transformasi perusahaan secara menyeluruh.
“Kami telah secara sistematis menganalisis situasi dan mulai menjalankan sejumlah langkah awal yang terarah. Langkah tersebut mencakup penerapan prinsip Value over Volume, terutama di pasar China yang menantang, serta peningkatan produksi yang berorientasi kualitas untuk Cayenne listrik sepenuhnya. Kami juga akan merampingkan struktur manajemen, mengurangi hierarki, dan memangkas birokrasi. Selain itu, kami mulai lebih fokus pada bisnis inti,” ujar Michael Leiters melalui presetasinya secara daring pada Rabu (11-3-2025) waktu Indonesia.
Fokus pada Produk Sport dengan Margin Tinggi
Salah satu yang di sorot oleh adalah Leiters adalah portofolio produk hingga tahun 2035. Ditegaskan, Porsche akan tetap mempertahankan identitasnya sebagai produsen mobil sport dengan teknologi unggulan.
“Nama Porsche identik dengan keunggulan teknis dari produsen mobil sport. Kami menghadirkan mobil sport yang benar-benar ingin dikendarai sendiri, menyenangkan, serta menghadirkan performa dan gairah, terlepas dari jenis sistem penggeraknya,” bebernya.
Dia mempertimbangkan perluasan portofolio produk untuk tumbuh di segmen dengan margin lebih tinggi. Perusahaan melihat peluang menghadirkan model dan turunan baru di atas lini mobil sport dua pintu dan di atas Cayenne. Strategi tersebut juga diarahkan untuk menjaga kekuatan finansial perusahaan dalam jangka panjang.
“Melalui Strategy 2035, kami ingin meletakkan fondasi bagi arus kas yang kuat secara berkelanjutan, kinerja keuangan yang solid, serta margin yang sesuai dengan standar Porsche.”
Cayenne Electric dan 911 Turbo S Generasi Terbaru
Porsche juga menyiapkan sejumlah model baru untuk memperkuat portofolio produknya dalam beberapa tahun mendatang.
Pada 2025, perusahaan meluncurkan dua model unggulan. Salah satunya adalah Porsche 911 Turbo S terbaru, yang diperkenalkan pada September. Model ini menggunakan sistem bi-turbo powertrain dengan teknologi T-Hybrid, menjadikannya sebagai 911 produksi massal paling bertenaga yang pernah dibuat.
Kemudian pada November, Porsche memperkenalkan Cayenne listrik sepenuhnya yang menjadi SUV listrik pertama dalam lini model tersebut. Model ini disebut menetapkan standar baru di segmen SUV dan menjadi Porsche produksi paling bertenaga yang pernah dibuat.
Kehadiran Cayenne Electric juga melengkapi varian Cayenne bermesin konvensional dan plug-in hybrid yang sudah ada sebelumnya. Hal ini menunjukkan komitmen untuk tetap mempertahankan berbagai pilihan teknologi powertrain.
Pada 2026, Porsche juga berencana memperkenalkan sejumlah turunan model baru yang diharapkan dapat semakin memperkuat daya tarik merek di pasar global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)