Ada sejumlah kebiasaan buruk pengemudi truk yang membahayakan diri sendiri dan membuat ban cepat aus. AntaraFOTO/ Wahyu Putro A
Ada sejumlah kebiasaan buruk pengemudi truk yang membahayakan diri sendiri dan membuat ban cepat aus. AntaraFOTO/ Wahyu Putro A

Safety Driving

3 Kebiasaan Buruk Pengendara Truk Bikin Ban Cepat Aus

Otomotif safety driving
Ekawan Raharja • 20 Juli 2020 18:41
Jakarta: Kembali berlangsungnya kegiatan ekonomi juga berpengaruh terhadap mobilitas, termasuk penggunaan truk sebagai kendaraan antar berbagai hal. Sebagai pengendara, tentu harus memiliki kemampuan yang jelas untuk bisa memastikan truk berjalan dengan baik dan benar.
 
Bahkan ada sejumlah kebiasaan-kebiasaan yang bisa diterapkan oleh pengendara truk untuk menjaga keselamatan serta kondisi ban maksimal. President Hankook Tire Sales Indonesia, Yoonsoo Shin, melihat ada tiga perilaku buruk dalam berkendara yang perlu menjadi perhatian.
 
"Hankook mengajak pengemudi truk di Indonesia untuk fokus melakukan tindakan preventif kecelakaan mulai dari diri sendiri dengan menghentikan kebiasaan buruk dalam berkendara. Kebiasaan buruk ini dapat memicu kerusakan kondisi ban dan berdampak kepada keselamatan pengendara, kerusakan barang yang diangkut, dan keselamatan pengguna jalan lainnya," dikutip dari keterangan resminya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


1. Kecepatan dan Beban Melebihi Batas
Pengendara truk sering berkendara melewati batas kecepatan dan muatan berat beban yang telah ditentukan. Sebagian pengemudi kendaraan komersial memilih untuk berkendara dengan kecepatan tinggi yang menyebabkan tidak stabilnya laju kendaraan, sehingga mengurangi efisiensi bahan bakar truk. Truk yang membawa muatan yang besar dengan kecepatan tinggi juga berpotensi mengurangi keseimbangan kendaraan yang memicu terjadinya truk terbalik.
 
"Masalah manajemen waktu berkendara ini tergolong klasik, sering disepelekan namun bisa berdampak fatal. Apabila truk ingin menambah kecepatan dalam batasan yang ada, usahakan untuk menekan pedal dengan halus di gigi rendah dan kemudian beralih ke gigi tinggi saat ingin menambah kecepatan. Akselerasi yang cepat dan kuat membuat mesin bekerja lebih keras, sehingga dapat mengkonsumsi bahan bakar berlebih" tambah Shin.
 
Selain itu, kecepatan yang tinggi akan mempengaruhi performa ban karena akan semakin menghasilkan banyaknya gesekan dengan aspal dan panas yang sangat tinggi. Paparan panas yang terlalu lama inilah yang akan menghaluskan karet dan melemahkan ban, apalagi bila melebihi batas yang telah ditentukan.
 
2. Gunakan Gear Netral Saat Jalan Turunan
Pengendara truk sering menggunakan persneling netral saat melaju di jalan menurun atau landai. Alih-alih bermaksud untuk melakukan efisiensi bahan bakar, hal ini malah memicu terjadinya proses pengereman yang terlalu kuat (braking skid) atau rem panik, sehingga ban terkunci dan berhenti berputar, yang berpotensi mengakibatkan terjadinya kecelakaan beruntun.
 
Untuk mengantisipasi daya cengkram ban terhadap proses pengereman, selain didukung oleh perilaku pengemudi yang tertib, Hankook telah meluncurkan berbagai produk ban TBR (truck and bus) yang memberikan daya cengkram tinggi dan berkualitas agar tidak terjadi slip ban. Ada pilihan AH30 yang didesain serbaguna untuk semua posisi ban dan berbagai jenis operasional perusahaan angkutan, AM81 dengan performa traksi & daya cengkram yang maksimal, dan berbagai produk TBR lainnya untuk beragam kebutuhan operasional fleet.
 
3. Tidak memperhatikan Lubang di Jalan
Pengemudi truk yang ceroboh berkendara di atas lubang, dan kerusakan jalan lainnya dapat merusak ban, sistem kemudi, sistem suspensi, dan lainnya. Oleh karena itu, cara terbaik untuk menghindari bahaya jalan adalah tetap waspada terhadap lingkungan dengan mengganti jalur atau memperlambat laju kendaraan untuk menghindari kerusakan. Selain itu, banyak pengendara truk yang abai memperhatikan kondisi tekanan angin.
 
“Kondisi ban jangan sampai terlupakan, khususnya dalam menjaga tekanan angin. Apabila tekanan ban terlalu tinggi dapat membuat daya cengkram ban terhadap permukaan jalan menjadi berkurang. Sedangkan tekanan ban yang terlalu rendah dapat membuat ban cepat panas dan cepat rusak, serta menyebabkan konsumsi bahan bakar jadi boros. Maka dari itu, merupakan hal yang penting untuk memilih ban berkualitas dan melakukan perawatan secara berkala,” tambah Shin.
 
(UDA)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif