SoftNews NET
SoftNews NET

Analisis Teknis Mesin Mobil 3 Silinder (Bagian 1)

Mobil 3 Silinder, Dulu Memalukan, Sekarang Dibanggakan!

Ahmad Garuda • 13 Juni 2014 11:35
medcom.id: Di era 80-an hingga 90-an, mesin mobil dengan konfigurasi 3 silinder tidak begitu banyak diminati. Bukan hanya karena performanya sangat jauh dari ekspektasi, durabilitas, gengsi dan konsumsi bahan bakarnya pun dianggap tidak bisa mewakili kaum yang menginginkan sebuah kendaraan praktis. Alhasil, mobil bermesin 4 silinder tetap masih jadi idola.
 
Namun sekarang, trend mesin 3 silinder kembali bangkit. Dimana riset yang dilakukan sejumlah manufaktur akhirnya berhasil menemukan titik terang. Mesin mobil 3 silinder yang diproduksi oleh Ford, BMW dan MINI mampu memenuhi ekspektasi sebuah mobil yang praktis dan bisa dibanggakan tentunya.
 
Kita ambil contoh Ford Fiesta SFE 2014. Mobil yang sudah mengaplikasi mesin 3 silinder ini sudah mampu memenuhi standar emisi gas buang di Amerika yaitu EPA dan Eropa yaitu Euro. Mesin berkapasitas 1,0 liter alias 1.000 cc tersebut mampu mematahkan anggapan bahwa mobil 3 silinder tak mampu tampil dengan performa yang lebih bagus. Sekadar info saja, bahwa mobil ini mampu mencapai 8,3 detik untuk 100 km per jam dari titik diam.

Lalu berbicara tentang emisi gas buang yang dikhawatirkan jadi membengkak, Ford mengklaim bahwa emisi gas buangnya cukup ringan, yaitu 28/38 mpg. Dari hasil tes ril yang dilakukan pihak Ford, mobil ini mampu mencapai titik terendah emisi gas buang sebesar 32 mpg. Bagaimana dengan tenaga maksimumnya? berdasarkan dari berbagai sumber, mobil ini mampu mencapai 123 daya kuda. Ini bisa terwujud berkat aplikasi mesin turbo kecil di balik kap mesinnya.
 
Lain lagi halnya dengan BMW dan MINI yang membuat mesin 3 silinder berkapasitas lebih besar, yaitu 1,5 liter alias 1.500 cc pada MINI Cooper. Dilengkapi dengan peranti turbo, mobil ini mampu mencapai 100 km per jam hanya dari waktu 2,3 detik dari titik diam. Catatan waktu tercepat tersebut, bahkan lebih baik dari mesin 1,6 liter 4 silinder yang mereka buat.
 
"Sebenarnya kami juga tidak terlalu banyak berdiskusi tentang mesin 3 silinder ini. Tapi seiring berjalannya waktu, kami juga tidak bisa menolak melakukan risetnya. Jelas semuanya dilakukan dengan standar riset yang dilakukan seperti biasanya," jelas Patrick McKenna, selaku Produck Planning Manager MINI.
 
Meski dulu, tipe mesin 3 silinder memalukan, sekarang justru menjadi kebanggaan. Simak pembahasan selanjutnya alasan manufaktur mulai menggalakkan kembali mesin 3 silinder untuk jajaran produk mereka.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan