DKI Jakarta: Kasus kendaraan, termasuk mobil listrik, yang mati di atas rel kereta api masih kerap terjadi. Kondisi ini kemudian membuat masyarakat berasumsi medan magnet di
api berpengaruh dan membuat kendaraan menjadi mati.
Pengajar Prodi Teknik Elektro di STEI ITB dan Staf Peneliti Kelompok Keahlian (KK) Sistem Kendali dan Komputer, Hilwadi Hindersah, menjelaskan rel kereta memang menghasilkan medan magnet.
Namun medan magnet yang dihasilkan sangat kecil dan PT KAI memiliki teknologi untuk perlindungan medan magnet. Rel kereta dapat menghasilkan medan magnet, sistem KRL umumnya atau di dunia seperti itu, namun sangat kecil dan tersebar (tidak fokus) sehingga dapat saling mengurangi.
"Selain itu, yang saya tahu biasanya perusahaan Kereta api, sepanjang rel memiliki perangkat pelindung atau proteksi seperti misalnya EMC Filter atau yang lebih modern Tuned Track Circuit sehingga dapat meng-cancel medan magnet yang yang mengalir sepanjang rel yang dilalui KRL," jelas Hilwadi kepada Medcom.id melalui pesan singkatnya.
Baca Juga:
Pentingnya Mitigasi Kendaraan Mogok di Perlintasan Kereta, Khususnya Mobil Listrik
Hilwadi juga menegaskan bukan medan magnet yang mengganggu perangkat elektronik yang ada di kendaraan listrik. Dia meyakini kombinasi beberapa faktor teknis dan situasional yang mengganggu perangkat elektronik sehingga kendaraan menjadi mogok.
"Isu ini (rel kereta api bikin Kendaraan mogok) sering disalapahami," tegas Hilwadi.
Baru-baru ini 1 unit taksi Green SM terhenti di tengah rel kereta api yang tak jauh dari Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam. Taksi itu kemudian ditabrak KRL yang melaju dari Cikarang ke arah Jakarta. Kemudian ada sejumlah masyarakat yang mengkaitkan matinya mobil listrik tersebut dengan efek medan magnet dari rel kereta api.
DKI Jakarta: Kasus kendaraan, termasuk
mobil listrik, yang mati di atas rel kereta api masih kerap terjadi. Kondisi ini kemudian membuat masyarakat berasumsi medan magnet di
api berpengaruh dan membuat kendaraan menjadi mati.
Pengajar Prodi Teknik Elektro di STEI ITB dan Staf Peneliti Kelompok Keahlian (KK) Sistem Kendali dan Komputer, Hilwadi Hindersah, menjelaskan rel kereta memang menghasilkan medan magnet.
Namun medan magnet yang dihasilkan sangat kecil dan PT KAI memiliki teknologi untuk perlindungan medan magnet. Rel kereta dapat menghasilkan medan magnet, sistem KRL umumnya atau di dunia seperti itu, namun sangat kecil dan tersebar (tidak fokus) sehingga dapat saling mengurangi.
"Selain itu, yang saya tahu biasanya perusahaan Kereta api, sepanjang rel memiliki perangkat pelindung atau proteksi seperti misalnya EMC Filter atau yang lebih modern Tuned Track Circuit sehingga dapat meng-cancel medan magnet yang yang mengalir sepanjang rel yang dilalui KRL," jelas Hilwadi kepada Medcom.id melalui pesan singkatnya.
Hilwadi juga menegaskan bukan medan magnet yang mengganggu perangkat elektronik yang ada di kendaraan listrik. Dia meyakini kombinasi beberapa faktor teknis dan situasional yang mengganggu perangkat elektronik sehingga kendaraan menjadi mogok.
"Isu ini (rel kereta api bikin Kendaraan mogok) sering disalapahami," tegas Hilwadi.
Baru-baru ini 1 unit taksi Green SM terhenti di tengah rel kereta api yang tak jauh dari Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam. Taksi itu kemudian ditabrak KRL yang melaju dari Cikarang ke arah Jakarta. Kemudian ada sejumlah masyarakat yang mengkaitkan matinya mobil listrik tersebut dengan efek medan magnet dari rel kereta api.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda(UDA)