Jakarta: Power steering menjadi salah satu komponen penting pada mobil karena berfungsi menjaga kemudi tetap ringan, presisi, dan nyaman digunakan di berbagai kondisi jalan.
Namun, seiring bertambahnya usia kendaraan maupun kurangnya perawatan, komponen ini juga dapat mengalami penurunan performa hingga kerusakan.
Kerusakan power steering juga kerap terjadi pada mobil BMW yang umumnya ditandai dengan setir yang terasa berat, muncul bunyi dengung saat membelok, getaran pada lingkar kemudi, hingga munculnya indikator peringatan di panel instrumen pada model yang sudah menggunakan sistem Electric Power Steering (EPS).
Jika dibiarkan, gangguan tersebut tidak hanya mengurangi kenyamanan berkendara, tetapi juga berpotensi memengaruhi aspek keselamatan.
Penyebab kerusakan power steering BMW
Ada berbagai faktor yang dapat menjadi penyebab kerusakan power steering BMW, mulai dari kebocoran oli pada sistem hidrolik, pompa power steering yang aus, kerusakan rack steering, sensor EPS yang bermasalah, hingga gangguan pada modul elektronik.
Baca Juga :
Alasan Ban & Setir Harus Lurus Saat Parkir
Karena itu, pemilik kendaraan perlu memahami gejala awal dan penyebabnya agar kerusakan tidak semakin parah serta biaya perbaikan bisa ditekan.
Biaya ganti power steering BMW
Sebagian besar model BMW modern telah menggunakan sistem Electric Power Steering (EPS) yang dipadukan dengan berbagai sensor dan modul elektronik.
Sementara itu, beberapa model generasi sebelumnya masih mengandalkan power steering hidraulis. Perbedaan teknologi tersebut membuat biaya perbaikannya juga bervariasi, tergantung jenis kerusakan, model kendaraan, serta komponen yang harus diganti.
Biaya perbaikan power steering BMW berkisar antara Rp1,5 juta untuk servis ringan hingga Rp60 juta untuk penggantian total sistem EPS (Electric Power Steering) yang rusak akibat air.
Biaya servis atau rekondisi di bengkel spesialis umumnya memakan Rp1,5 juta - Rp4 juta, sedangkan penggantian satu set rack steer baru pada model lama berkisar Rp10 juta.
Jakarta:
Power steering menjadi salah satu komponen penting pada mobil karena berfungsi menjaga kemudi tetap ringan, presisi, dan nyaman digunakan di berbagai kondisi jalan.
Namun, seiring bertambahnya usia kendaraan maupun kurangnya perawatan, komponen ini juga dapat mengalami penurunan performa hingga kerusakan.
Kerusakan power steering juga kerap terjadi pada mobil
BMW yang umumnya ditandai dengan setir yang terasa berat, muncul bunyi dengung saat membelok, getaran pada lingkar kemudi, hingga munculnya indikator peringatan di panel instrumen pada model yang sudah menggunakan sistem Electric Power Steering (EPS).
Jika dibiarkan, gangguan tersebut tidak hanya mengurangi kenyamanan berkendara, tetapi juga berpotensi memengaruhi aspek keselamatan.
Penyebab kerusakan power steering BMW
Ada berbagai faktor yang dapat menjadi penyebab kerusakan power steering BMW, mulai dari kebocoran oli pada sistem hidrolik, pompa power steering yang aus, kerusakan rack steering, sensor EPS yang bermasalah, hingga gangguan pada modul elektronik.
Karena itu, pemilik kendaraan perlu memahami gejala awal dan penyebabnya agar kerusakan tidak semakin parah serta biaya perbaikan bisa ditekan.
Biaya ganti power steering BMW
Sebagian besar model BMW modern telah menggunakan sistem Electric Power Steering (EPS) yang dipadukan dengan berbagai sensor dan modul elektronik.
Sementara itu, beberapa model generasi sebelumnya masih mengandalkan power steering hidraulis. Perbedaan teknologi tersebut membuat biaya perbaikannya juga bervariasi, tergantung jenis kerusakan, model kendaraan, serta komponen yang harus diganti.
Biaya perbaikan power steering BMW berkisar antara Rp1,5 juta untuk servis ringan hingga Rp60 juta untuk penggantian total sistem EPS (Electric Power Steering) yang rusak akibat air.
Biaya servis atau rekondisi di bengkel spesialis umumnya memakan Rp1,5 juta - Rp4 juta, sedangkan penggantian satu set rack steer baru pada model lama berkisar Rp10 juta.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda(PRI)