Proses pembuatan prototype mobil menggunakan tanah liat
Proses pembuatan prototype mobil menggunakan tanah liat

Bangun Prototype, Ford Habiskan 90 ribu Kg Lempung

Hilman Haris • 24 Oktober 2016 15:19
medcom.id: Penggunaan tanah liat di industri mobil sudah diperkenalkan oleh desainer kendaraan roda empat, Harley Earl sejak akhir 1920-an. Kala itu, Earl menggunakan tanah liat untuk menciptakan desain awal (prototype) mobil sebelum masuk ke pabrik.
 
Siapa sangka, metode yang digunakan Earl masih digunakan hingga saat ini. Bedanya, sekarang tanah liat diproses dengan menggunakan mesin yang lebih canggih.
 
Ford menjadi salah satu pabrikan yang masih mengandalkan tanah liat ketika membangun model berukuran 1:1. Bahkan menurut Popular Mechanics, Ford menghabiskan lebih dari 90 ribu kg tanah liat per tahun untuk menciptakan prototype kendaraan roda empat. Namun Ford tidak menggunakan sembarang tanah liat. Dalam proses pembuatan prototype mobil, Ford menggunakan tanah liat yang tidak mengandur air serta sudah dicampur dengan lilin dan minyak.

"Mesin dan komputer melakukan pekerjaan awal. Namun setelah itu tangan manusia mengerjakan pembuatan prototype mobil. Ambil contoh, mereka mengerjakan model ukuran penuh dari Raptor yang terdiri dari 877 kg tanah liat dan dikerjakan selama 20 ribu jam kerja," lansir  Popular Mechanics.
 
Setiap pengerjaan, ada lebih dari 9 ribu kg tanah liat yang tidak terpakai. Nantinya, tanah liat itu akan kembali digunakan untuk proses pembuatan prototype mobil. 
 
Metode yang dilakukan relatif sederhana. Setelah dipadatkan, tanah liat dipotong dengan pisau lalu masuk ke mesin kompres. Hal ini dilakukan agar semua udara di tanah liat terhisap sehingga cukup kering untuk bisa digunakan kembali.
 

 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(HIL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan