DKI Jakarta: Polisi memeriksa pengemudi taksi listrik Green SM (Xanh SM) dan petugas PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk menyelidiki kecelakaan antara kereta rel listrik (KRL) CommuterLine dan kereta diesel (KRD) jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan pengemudi taksi online berinisial RRP telah dimintai keterangan.
"Untuk driver taksi online inisial RRP sudah diminta keterangan kemarin Selasa (28/4) dan hari ini Rabu di Polres Metro Bekasi Kota," kata Budi saat dikonfirmasi Antara.
Pemeriksaan dilakukan dengan memanggil sejumlah pihak yang diduga mengetahui atau berkaitan langsung dengan kejadian tersebut. Menurut Budi, pemeriksaan terhadap RRP merupakan bagian dari upaya penyidik untuk mengungkap kronologi kecelakaan yang melibatkan KRL CommuterLine dan KRD jarak jauh pada Senin (27/4) malam.
Polisi juga mengumpulkan keterangan dari saksi di lokasi kejadian untuk memperjelas rangkaian peristiwa. Selain itu, penyidik akan memeriksa petugas internal perkeretaapian, termasuk masinis, petugas stasiun, dan Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) dari PT KAI.
Baca Juga:
Porsche Cayenne Coupé Electric Tawarkan Desain Sporty & Performa
"Untuk agenda pemeriksaan petugas, baik masinis, petugas stasiun, maupun Polsuska dari PT KAI akan dilaksanakan besok di kantor PT KAI," ucap Budi.
Budi menegaskan, pemeriksaan terhadap petugas KAI penting untuk mengetahui kemungkinan adanya kelalaian atau faktor teknis dalam kecelakaan tersebut.
Hingga kini, penyebab pasti kecelakaan masih didalami. Polisi menganalisis barang bukti dan keterangan saksi untuk mengungkap apakah insiden dipicu human error, gangguan teknis, atau faktor lain.
Sementara itu, jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut bertambah menjadi 16 orang. "Informasi kami terima hari ini pukul 11.00 siang ini di RSUD Kota Bekasi, seorang perempuan inisial MC (Mia Citra) usia 25 tahun meninggal dunia," kata Budi.
Total korban dalam kecelakaan kereta di Bekasi Timur mencapai 106 orang, dengan rincian 90 orang luka-luka dan 16 orang meninggal dunia.
DKI Jakarta: Polisi memeriksa pengemudi
taksi listrik Green SM (Xanh SM) dan petugas PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk menyelidiki
kecelakaan antara kereta rel listrik (KRL) CommuterLine dan kereta diesel (KRD) jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan pengemudi taksi online berinisial RRP telah dimintai keterangan.
"Untuk driver taksi online inisial RRP sudah diminta keterangan kemarin Selasa (28/4) dan hari ini Rabu di Polres Metro Bekasi Kota," kata Budi saat dikonfirmasi Antara.
Pemeriksaan dilakukan dengan memanggil sejumlah pihak yang diduga mengetahui atau berkaitan langsung dengan kejadian tersebut. Menurut Budi, pemeriksaan terhadap RRP merupakan bagian dari upaya penyidik untuk mengungkap kronologi kecelakaan yang melibatkan KRL CommuterLine dan KRD jarak jauh pada Senin (27/4) malam.
Polisi juga mengumpulkan keterangan dari saksi di lokasi kejadian untuk memperjelas rangkaian peristiwa. Selain itu, penyidik akan memeriksa petugas internal perkeretaapian, termasuk masinis, petugas stasiun, dan Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) dari PT KAI.
"Untuk agenda pemeriksaan petugas, baik masinis, petugas stasiun, maupun Polsuska dari PT KAI akan dilaksanakan besok di kantor PT KAI," ucap Budi.
Budi menegaskan, pemeriksaan terhadap petugas KAI penting untuk mengetahui kemungkinan adanya kelalaian atau faktor teknis dalam kecelakaan tersebut.
Hingga kini, penyebab pasti kecelakaan masih didalami. Polisi menganalisis barang bukti dan keterangan saksi untuk mengungkap apakah insiden dipicu human error, gangguan teknis, atau faktor lain.
Sementara itu, jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut bertambah menjadi 16 orang. "Informasi kami terima hari ini pukul 11.00 siang ini di RSUD Kota Bekasi, seorang perempuan inisial MC (Mia Citra) usia 25 tahun meninggal dunia," kata Budi.
Total korban dalam kecelakaan kereta di Bekasi Timur mencapai 106 orang, dengan rincian 90 orang luka-luka dan 16 orang meninggal dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)