Shenzhen: BYD mencatat penjualan kendaraan penumpang sebanyak 314.100 unit pada April 2026. Angka ini turun 15,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sekaligus menandai delapan bulan berturut-turut penurunan secara tahunan (year on year/YoY).
Meski demikian, secara bulanan terjadi pemulihan. Penjualan April naik 6,2 persen dibandingkan Maret yang tercatat sebanyak 295.639 unit. Kinerja ini mencerminkan pemulihan setelah perlambatan musiman akibat libur Tahun Baru Imlek, dikutip dari carnewschina.
Namun, tekanan permintaan domestik masih berlanjut. Penjualan tahunan BYD terus mengalami kontraksi sejak September 2025, setelah sempat mencatat pertumbuhan tipis pada Juli dan Agustus tahun lalu.
Di tengah pelemahan pasar domestik, ekspor menjadi faktor penopang utama. Penjualan luar negeri BYD mencapai rekor 134.542 unit pada April, naik 70,9 persen secara tahunan. Kontribusi pasar ekspor mencapai 42,8 persen dari total penjualan bulanan.
Baca Juga:
Pilihan Mobil Listrik 7 Seater Termurah Per Mei 2026
Secara kumulatif, periode Januari hingga April 2026 mencatat penjualan 1.003.039 unit kendaraan penumpang, turun 26,4 persen dibandingkan tahun lalu. Namun, penjualan luar negeri dalam periode yang sama meningkat 59,8 persen menjadi 455.707 unit. BYD menargetkan penjualan ekspor mencapai 1,5 juta unit sepanjang 2026.
Jika digabungkan dengan kendaraan komersial dan bus, total penjualan BYD pada April mencapai 321.123 unit.
Dari sisi merek, lini utama BYD yang mencakup seri Dynasty dan Ocean mencatat penjualan 273.448 unit, turun 21,2 persen secara tahunan. Sementara itu, merek off-road Fang Cheng Bao mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 190,2 persen dengan penjualan 29.138 unit.
Sebaliknya, merek premium Denza mengalami penurunan 26,9 persen menjadi 11.250 unit. Adapun merek high-end Yangwang mencatat pertumbuhan 95,6 persen, meski volumenya masih terbatas di angka 264 unit.
Kinerja penjualan ini sejalan dengan tekanan profitabilitas perusahaan. Pada kuartal pertama 2026, laba bersih BYD turun 55,4 persen secara tahunan menjadi 4,09 miliar yuan atau sekitar USD 599 juta. Penurunan ini dipengaruhi oleh perang harga di pasar otomotif China serta meningkatnya biaya perangkat keras.
Shenzhen: BYD mencatat
penjualan kendaraan penumpang sebanyak 314.100 unit pada April 2026. Angka ini turun 15,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sekaligus menandai delapan bulan berturut-turut penurunan secara tahunan (year on year/YoY).
Meski demikian, secara bulanan terjadi pemulihan. Penjualan April naik 6,2 persen dibandingkan Maret yang tercatat sebanyak 295.639 unit. Kinerja ini mencerminkan pemulihan setelah perlambatan musiman akibat libur Tahun Baru Imlek, dikutip dari carnewschina.
Namun, tekanan permintaan domestik masih berlanjut. Penjualan tahunan BYD terus mengalami kontraksi sejak September 2025, setelah sempat mencatat pertumbuhan tipis pada Juli dan Agustus tahun lalu.
Di tengah pelemahan pasar domestik, ekspor menjadi faktor penopang utama. Penjualan luar negeri BYD mencapai rekor 134.542 unit pada April, naik 70,9 persen secara tahunan. Kontribusi pasar ekspor mencapai 42,8 persen dari total penjualan bulanan.
Secara kumulatif, periode Januari hingga April 2026 mencatat penjualan 1.003.039 unit kendaraan penumpang, turun 26,4 persen dibandingkan tahun lalu. Namun, penjualan luar negeri dalam periode yang sama meningkat 59,8 persen menjadi 455.707 unit. BYD menargetkan penjualan ekspor mencapai 1,5 juta unit sepanjang 2026.
Jika digabungkan dengan kendaraan komersial dan bus, total penjualan BYD pada April mencapai 321.123 unit.
Dari sisi merek, lini utama BYD yang mencakup seri Dynasty dan Ocean mencatat penjualan 273.448 unit, turun 21,2 persen secara tahunan. Sementara itu, merek off-road Fang Cheng Bao mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 190,2 persen dengan penjualan 29.138 unit.
Sebaliknya, merek premium Denza mengalami penurunan 26,9 persen menjadi 11.250 unit. Adapun merek high-end Yangwang mencatat pertumbuhan 95,6 persen, meski volumenya masih terbatas di angka 264 unit.
Kinerja penjualan ini sejalan dengan tekanan profitabilitas perusahaan. Pada kuartal pertama 2026, laba bersih BYD turun 55,4 persen secara tahunan menjadi 4,09 miliar yuan atau sekitar USD 599 juta. Penurunan ini dipengaruhi oleh perang harga di pasar otomotif China serta meningkatnya biaya perangkat keras.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)