CEO VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto, mengatakan saat ini pihaknya masih terus melalukan investigasi terkait kecelakaan mobil listrik asal Vietnam tersebut.
“Saat ini investigasi masih berlangsung, sehingga kami belum dapat menyampaikan detail teknisnya,” kata Kariyanto Hardjosoemarto saat dikonfirmasi ANTARA.
Menurutnya perusahaan mengedepankan sisi keselamatan yang menjadi pondasi utama bagi mitra mereka. Oleh karena itu, pihaknya juga terus memberikan edukasi terhadap pengguna kendaraan Vinfast di Tanah Air.
Baca Juga:
Lepas Perkenalkan 3 Mobil Baru, Ada BEV Sampai Hybrid
“Keselamatan selalu menjadi prioritas utama kami. Kami terus mengedukasi pengguna untuk mengutamakan keselamatan dan kewaspadaan, terutama di area berisiko seperti perlintasan kereta,” ujar dia.
Kementerian Perhubungan mengungkap kronologi awal dugaan kecelakaan kereta api yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat. Insiden ini bermula saat kereta rel listrik (KRL) relasi Bekasi–Cikarang tertemper (tertabrak) mobil listrik di perlintasan sebidang JPL 85.
"Berdasarkan kronologi awal, insiden kecelakaan bermula ketika rangkaian KRL relasi Bekasi–Cikarang tertemper mobil di perlintasan sebidang JPL 85," kata Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi, dikutip dari Antara.
Akibat kejadian tersebut, rangkaian KRL harus dievakuasi dan ditetapkan sebagai Perjalanan Luar Biasa (PLB) dengan kode 5181 karena berhenti berdinas dan berjalan di luar jadwal reguler.
Baca Juga:
BYD Atto 1 Dapat Pembaruan di Negeri Asalnya, Jarak Tempuh Makin Jauh
Sebagai dampak lanjutan, petugas menghentikan satu rangkaian KRL lainnya dengan kode PLB 5568 yang mengarah ke Cikarang di peron Stasiun Bekasi Timur.
Namun, kereta jarak jauh KA Argo Bromo Anggrek (KA 4) relasi Jakarta–Surabaya tidak sempat berhenti sepenuhnya, sehingga terjadi insiden dengan KA PLB 5568 yang sedang berhenti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News