Teknologi REEV apakah lebih efektif dari hybrid biasa? Changan
Teknologi REEV apakah lebih efektif dari hybrid biasa? Changan

Bukan Hybrid Biasa, REEV Dianggap Cocok buat Indonesia?

Ahmad Garuda • 25 Mei 2026 08:34
Ringkasnya gini..
  • Teknologi mobil hybrid terus berkembang pesat di industri otomotif global.
  • Tak terkecuali Changan melalui Deepal S05 REEV mulai memperkenalkan teknologi Range Extended Electric Vehicle (REEV) ke Indonesia.
  • REEV merupakan teknologi kendaraan elektrifikasi yang menggunakan motor listrik sebagai penggerak utama roda.
Jakarta - Teknologi mobil hybrid terus berkembang pesat di industri otomotif global. Tak terkecuali Changan melalui Deepal S05 REEV mulai memperkenalkan teknologi Range Extended Electric Vehicle (REEV) ke Indonesia.
 
Kehadiran teknologi REEV ini memperlihatkan bagaimana teknologi elektrifikasi kini berkembang semakin beragam. CEO Changan Indonesia, Setiawan Surya mengatakan dalam pernyataan resminya beberapa waktu lalu bahwa mereka memahami bahwa transisi menuju kendaraan listrik di Indonesia masih membutuhkan adaptasi. Teknologi hybrid biasa pun dirasakan tak cukup untuk transisi ini. 
 
"Karena itu, teknologi REEV hadir untuk memberikan pengalaman berkendara listrik dengan rasa aman dan fleksibilitas lebih tinggi, baik untuk mobilitas harian maupun perjalanan jarak jauh. Melalui teknologi ini, Changan ingin mendukung percepatan elektrifikasi di Indonesia dengan solusi yang lebih relevan bagi kebutuhan masyarakat saat ini,” ujar Setiawan Surya.

Teknologi Apa yang Ditawarkan REEV?

REEV merupakan teknologi kendaraan elektrifikasi yang menggunakan motor listrik sebagai penggerak utama roda. Berbeda dengan hybrid konvensional, mesin bensin pada sistem REEV tidak terhubung langsung ke roda kendaraan.

Baca Juga:
Cara Cek Oli Mobil dengan Dipstick yang Benar


Pada sistem ini, mesin pembakaran internal hanya berfungsi sebagai generator untuk menghasilkan listrik dan menjaga suplai daya baterai tetap stabil saat kapasitas baterai mulai berkurang. Dengan pendekatan tersebut, pengalaman berkendara tetap menyerupai mobil listrik murni karena roda sepenuhnya digerakkan motor listrik.
 
Teknologi ini menjadi solusi bagi pengguna yang ingin merasakan sensasi berkendara mobil listrik, namun masih memiliki kekhawatiran terhadap jarak tempuh dan ketersediaan infrastruktur pengisian daya.
 
Pada Deepal S05 REEV, teknologi tersebut memungkinkan kendaraan melaju hingga 170 kilometer dalam mode listrik murni. Sementara dalam mode kombinasi antara baterai dan generator bensin, SUV ini diklaim mampu menempuh jarak lebih dari 1.200 kilometer.

Jika dibandingkan dengan mobil ICE, emisi yang dihasilkan oleh teknologi REEV ini sangat rendah lantaran penggunaan mesin bakarnya benar-benar optimal. Sementara jika dibandingkan dengan BEV, teknologi REEV menawarkan fleksibilitas lebih karena masih memiliki generator berbahan bakar bensin.
 
Ini untuk menjaga suplai energi ke baterai. Hal ini membuat pengguna tidak sepenuhnya bergantung pada charging station saat melakukan perjalanan jauh.

Baca Juga:
Spesifikasi Chery Q, Tawarkan Fleksibilitas Compact EV

Perbedaan REEV dengan HEV

Hybrid Electric Vehicle (HEV) menggabungkan mesin bensin dan motor listrik untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar. Pada sistem ini, mesin bensin tetap menjadi sumber tenaga utama untuk menggerakkan roda, sementara motor listrik berfungsi membantu kinerja mesin pada kondisi tertentu.
 
Baterai pada HEV biasanya berkapasitas kecil dan tidak memerlukan pengisian daya eksternal karena energi diisi melalui regenerative braking dan kerja mesin. 
 
Sementara jika dibandingkan dengan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) merupakan pengembangan dari teknologi hybrid dengan baterai berkapasitas lebih besar yang dapat diisi melalui sumber listrik eksternal. PHEV memungkinkan kendaraan melaju menggunakan mode listrik murni dalam jarak tertentu sebelum mesin bensin mengambil alih ketika daya baterai menurun.
 
Meski sama-sama memiliki mesin bensin dan baterai yang dapat diisi dari luar, sistem kerja REEV berbeda dengan PHEV. Pada PHEV, mesin bensin tetap dapat menggerakkan roda kendaraan secara langsung. Sedangkan pada REEV, roda hanya digerakkan motor listrik.
 
Selain menghadirkan pengalaman berkendara yang senyap dan responsif, sistem REEV juga disebut mampu memberikan rasa aman lebih bagi pengguna yang baru mulai beralih ke kendaraan elektrifikasi.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan