Ilustrasi chip semikonduktor. Medcom.id
Ilustrasi chip semikonduktor. Medcom.id

Industri Otomotif

Mengajak Amerika Serikat Kembangkan Chip Semikonduktor di Indonesia

Ekawan Raharja • 25 September 2022 18:00
Jakarta: Pemerintah terus berusaha mengembangkan industri semikonduktor di Indonesia sesuai dengan peta jalan jangka menengah yang sudah disusun. Bahkan Kementerian Perindustrian mengajak Amerika Serikat untuk mengembangkan perangkat keras tersebut di Tanah Air.
 
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, mengemukakan terdapat beberapa potensi kerja sama di sektor industri yang perlu direalisasikan. Misalnya memacu investasi di sektor industri semikonduktor. Sebab, ada produsen semikonduktor yang cukup besar berlokasi di Amerika Serikat, antara lain Intel, Micron Technology, Qualcomm, Broadcom, Texas Instruments, dan NVIDIA.
 
“Indonesia memiliki sumber daya bahan baku seperti pasir silika yang melimpah di beberapa wilayah Jawa, Sumatera dan Kalimantan. Investasi yang akan hadir nanti diharapkan dapat memperkuat rantai nilai di sektor-sektor industri lainnya, seperti otomotif, komunikasi, dan elektronik,” papar Agus melalui keterangan resminya.
 
Kementerian Perindustrian telah menyusun peta jalan jangka menengah (tahun 2022-2030) untuk pengembangan industri semikonduktor di Indonesia. “Untuk mendukung langkah tersebut, pemerintah akan memberikan sejumlah insentif kepada investor industri semikonduktor,” imbuhnya.
 
Investasi Amerika Serikat di Indonesia selama tahun 2021 mencapai USD2,54 miliar yang terdiri dari 824 proyek. Sementara itu, total perdagangan nonmigas Indonesia dengan AS pada 2021 sebesar USD37 miliar, naik 36 persen  dibanding tahun 2020. Berikutnya, total perdagangan Indonesia-AS sepanjang Januari - Juni 2022 sekitar USD20,3 miliar, meningkat 19 persen dari periode yang sama tahun 2021.
 
Chip Semikonduktor saat ini merupakan salah satu komponen penting bagi sektor otomotif. Mengingat sejumlah mobil dan motor banyak mengandalkan teknologi elektronik.
 
Seperti contoh, Honda Prospect Motor menyebutkan komponen microchip ini digunakan untuk mengaktifkan fitur seperti parking assistance dan sensor airbag. Selain itu pada bagian sasis mobil, komponen ini juga berfungsi pada fitur seperti electronic power steering, Anti-lock Braking System, dan Chassis Control.
 
Sedangkan dari sisi infotainment, beberapa fitur yang membutuhkan microchip ini adalah layar interaktif pada dashboard, car audio, connectivity audio, dan entertainment. Selanjutnya, microchip ini juga disematkan pada sistem elektronik dan mesin.

 
(ERA)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif