DFSK menampilkan mobil listrik sport utility vehicle yaitu DFSK Glory E3 dengan kapasitas 5 penumpang. DFSK
DFSK menampilkan mobil listrik sport utility vehicle yaitu DFSK Glory E3 dengan kapasitas 5 penumpang. DFSK

GIIAS 2019

DFSK Janji Siap Mendukung dan Taat Regulasi Mobil Listrik

Otomotif giias DFSK GIIAS 2019
Ekawan Raharja • 27 Juli 2019 14:45
BSD City: Pemerintah dalam waktu dekat ini berencana merilis regulasi kendaraan listrik di Indonesia dalam bentuk Peraturan Presiden (Perpres) dan Peraturan Pemerintah (PP). Menanggapi rencana pemerintah mengatur kendaraan ramah lingkungan ini, DFSK menyatakan untuk mendukung kebijakkan Pemerintah Indonesia.
 
DFSK melalui PT Sokonindo Automobile menyatakan komitmen mereka untuk mendukung program-program pemerintah Indonesia dalam pengembangan industri kendaraan bermotor, salah satunya adalah pengembangan kendaraan ramah lingkungan. Mengingat DFSK juga menunggu peraturan mengenai kendaraan ramah lingkungan, khususnya mobil listrik, di Indonesia.
 
"Mengenai insentif perpajakan dan lainnya, bagi kami selaku produsen tentunya ini merupakan hal yang menjadi pertimbangan utama dalam mengembangkan dan memasarkan mobil listrik di Indonesia. Semoga peraturan dan kebijakan pengembangan mobil listrik di Indonesia kondusif dan berdaya saing, sehingga Indonesia dapat menjadi salah satu negara pemimpin dalam pengembangan kendaraan ramah lingkungan" ungkap CO-CEO PT Sokonindo Automobile, Alexander Barus, melalui keterangan resminya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


DFSK Janji Siap Mendukung dan Taat Regulasi Mobil Listrik
 
Alexander Barus menjelaskan merek otomotif asal Tiongkok ini sudah siap secara teknologi dan pabrik untuk memasuki pasar mobil listrik sebagai kendaraan. Sebagai bukti, selama pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 di BSD, DFSK menampilkan mobil listrik sport utility vehicle yaitu DFSK Glory E3 dengan kapasitas 5 penumpang.
 
Disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019, mengenai mobil berpenggerak tenaga full listrik (Battery Electric Vehicle) diatur melalui Perpres. Di dalamnya akan mengatur berbagai skema industri kendaraan, termasuk insentif pajak untuk kendaraan listrik. Melalui Perpres diharapkan bisa memberikan efek percepatan kendaraan bermotor listrik di Indonesia.
 
Lebih lanjut, Sri Mulyani menyampaikan, nantinya skema pajak akan dibuat lebih bersahabat dengan industri otomotif yang melakukan produksi mobil listrik, mulai dari membangun industri baterai, penyediaan komponen pendukung kendaraan berbasis listrik, memasukan bahan baku untuk produksi kendaraan listrik, membangun infrastruktur seperti stasiun pengisian listrik umum, hingga bantuan kredit modal kerja untuk pembiayaan untuk penyedia layanan swap battery dan sertifikasi kompetensi pengembangan SDM serta sertifikasi produk.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif