Saat ini Ferrari masih mengandalkan mesin V12 NA untuk model Ferrari GTC4Lusso dan Ferrari 812 Superfast. Ferrari
Saat ini Ferrari masih mengandalkan mesin V12 NA untuk model Ferrari GTC4Lusso dan Ferrari 812 Superfast. Ferrari

Ferrari Masih Cinta dengan Mesin V12 Murni

Otomotif teknologi otomotif supercar
Ekawan Raharja • 16 Maret 2019 14:03
Jakarta: Di tengah-tengah tren pabrikan otomotif yang sedang menuju era elektrifikasi, sejumlah pabrikan otomotif masih percaya kepada performa mesin-mesin naturally aspirated (NA) atau mesin murni tanpa bantuan turbo atau juga hibrida. Bahkan Ferrari mengakui masih memiliki ketertarikan untuk mempertahankan mesin V12 NA seperti yang masih mereka produksi saat ini.
 
Kepala Teknik Ferrari, Michael Leiters, menjelaskan penggunaan teknologi listrik akan menyebabkan beberapa hal harus dikorbankan. Seperti contoh ukuran mesin yang harus diperkecil, sehingga bisa dimanfaatkan untuk memaksimalkan efek dari tenaga penggerak bersumber listrik.
 
"Mesin V12 NA bukan untuk diperkecil, dan menurut kami tidak masuk akal untuk dijadikan hybrid. Kami akan perjuangkan mesin V12. Kami akan melakukan berbagai hal untuk tetap menjadinya sebagai inti dari merek kami. Soal hibrida di V12? Kami tidak melihatnya (memungkinkan)," ungkap Michael Leiters dikutip dari Carscoops.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meski Ferrari akan mempertahankan masin V12 selama mungkin, namun bukan berarti ini akan berlangsung selamanya dan teknologi listrik akan mengambil alih. Terlebih jika mesin yang dibangun tidak bisa memenuhi regulasi, terkait emisi, ini akan punah seperti dinosaurus.
 
Saat ini Ferrari masih mengandalkan mesin V12 NA untuk model Ferrari GTC4Lusso dan Ferrari 812 Superfast. Mobil bertenaga 6.500 cc NA ini bisa melesatkan mobil 100 kilometer per jam hanya 2,9 detik, dengan kecepatan puncak mencapai 340 kilometer per jam.
 
Kemudian selain Ferrari, Lamborghini juga masih bersikeras untuk mempertahankan mesin V12 NA. mesin 6.500 cc V12 NA mereka sematkan di Aventador akselerasi yang sama seperti mesin V12 milik Ferrari.
 
Meski begitu, bukan berarti Ferrari dan Lamborghini menutup mata mengenai teknologi mobil listrik. Ferrari sudah melahirkan mobil listrik dengan teknologi hybrid dan Lamborghini sedang mengembangkannya.
 
Ferrari sudah menyematkan hybrid melalui Ferrari LaFerrari. Kuda jingkrak satu ini menggunakan teknologi hybrid, mesin 6.300 cc V12 dan motor listrik yang disebut mampu menyemburkan tenaga 949 daya kuda dan torsi 700 Nm. Tenaga tersebut akan disalurkan ke ban belakang menggunakan transmisi 7-percepatan dual-clutch.
 
Kemudian Lamborghini sedang melakukan riset untuk menyematkan teknologi hybrid du Aventador selanjutnya. CEO Asia Pacific Automobili Lamborghini S.Pa, Matteo Ortenzi, menjelaskan sedang mempersiapkan generasi selanjutnya Aventador, bahkan kelanjutan supercar ini akan disuntikan teknologi hybrid.
 
"Kami tetap mempertahankan mesin naturally aspirated (mesin tanpa turbo) dan akan ditambahkan tenaga hybrid karena akan menjadi kombinasi sempurna," ujar Matteo kepada Medcom.id beberapa waktu lalu.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi