Jakarta: PT Hino Motors Sales Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan keselamatan transportasi darat melalui penyelenggaraan panel diskusi dalam rangkaian GAIKINDO Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) 2026 yang berlangsung pada 8–11 April 2026 di Jakarta International Expo Kemayoran, Jakarta.
Panel diskusi tersebut mengangkat tema “Membangun Moda Transportasi yang Aman & Laik Jalan dengan Penyediaan Pengemudi yang Kompeten dan Manajemen Perawatan Kendaraan.”
Kegiatan ini menjadi forum kolaborasi antara produsen kendaraan niaga, regulator, serta operator transportasi untuk mendorong peningkatan standar keselamatan transportasi di Indonesia.
Diskusi menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai pemangku kepentingan, antara lain Senior Investigator dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi, Ahmad Wildan, Direktur Pengembangan Bisnis dan Organisasi PO Primajasa, Bayu Permana, serta Training Division Head HMSI, Pieter Andre.
Melalui forum ini, Hino menegaskan bahwa kampanye keselamatan yang dilakukan secara berkelanjutan menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menciptakan sistem transportasi yang lebih aman, khususnya untuk transportasi penumpang dan operasional kendaraan niaga.
Baca Juga:
Siap Masuk RI, SUV Hybrid Denza B8 Tawarkan Jarak Tempuh hingga 905 Km
“Berdasarkan hasil investigasi KNKT, human factor masih menjadi penyebab utama kecelakaan. Selain itu, kondisi kendaraan dan sistem operasional juga berpengaruh. Karena itu peningkatan kompetensi driver serta manajemen perawatan kendaraan menjadi kunci penting dalam meningkatkan keselamatan transportasi,” jelas Senior Investigator KNKT, Ahmad Wildan, pada Kamis (9-4-2026) di GIICOMVEC 2026.
Pentingnya Pelatihan Pengemudi dan Perawatan Kendaraan
Dalam diskusi tersebut, Hino juga menyoroti pentingnya pelatihan pengemudi yang berkelanjutan sebagai bagian dari investasi keselamatan transportasi.
“Pengemudi kendaraan niaga memiliki tanggung jawab besar. Pelatihan yang berkelanjutan akan meningkatkan kompetensi, kesadaran keselamatan, serta efisiensi berkendara. Selain itu, manajemen perawatan kendaraan yang baik memastikan kendaraan selalu laik jalan dan fitur keselamatan bekerja optimal,” ujar Training Division Head HMSI, Pieter Andre, di kesempatan yang sama.
Menurut Hino, peningkatan kompetensi pengemudi tidak hanya berdampak pada keselamatan, tetapi juga dapat meningkatkan efisiensi operasional kendaraan serta memperpanjang usia pakai armada.
Baca Juga:
Mengenal Lini Nissan e-POWER, Tawarkan Sensasi Berkendara ala EV
Kolaborasi Industri untuk Transportasi Lebih Aman
Para narasumber dalam diskusi tersebut sepakat bahwa peningkatan keselamatan transportasi membutuhkan kolaborasi antara berbagai pihak, mulai dari produsen kendaraan, regulator, hingga operator transportasi.
Sinergi ini dinilai penting untuk membangun ekosistem transportasi yang aman, berkelanjutan, dan mampu memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat.
“Sebagai operator, kami memastikan rekrutmen driver yang selektif, pelatihan berkala, serta penerapan sistem manajemen perawatan kendaraan yang disiplin. Kami juga meningkatkan standar perawatan sesuai standar ATPM, mulai dari prosedur bengkel, fasilitas, hingga peningkatan kompetensi mekanik dan penyediaan inspector kendaraan,” ungkap Direktur Pengembangan Bisnis dan Organisasi PO Primajasa, Bayu Permana.
Jakarta: PT
Hino Motors Sales Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan keselamatan transportasi darat melalui penyelenggaraan panel diskusi dalam rangkaian
GAIKINDO Indonesia International Commercial Vehicle Expo (
GIICOMVEC) 2026 yang berlangsung pada 8–11 April 2026 di Jakarta International Expo Kemayoran, Jakarta.
Panel diskusi tersebut mengangkat tema “Membangun Moda Transportasi yang Aman & Laik Jalan dengan Penyediaan Pengemudi yang Kompeten dan Manajemen Perawatan Kendaraan.”
Kegiatan ini menjadi forum kolaborasi antara produsen kendaraan niaga, regulator, serta operator transportasi untuk mendorong peningkatan standar keselamatan transportasi di Indonesia.
Diskusi menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai pemangku kepentingan, antara lain Senior Investigator dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi, Ahmad Wildan, Direktur Pengembangan Bisnis dan Organisasi PO Primajasa, Bayu Permana, serta Training Division Head HMSI, Pieter Andre.
Melalui forum ini, Hino menegaskan bahwa kampanye keselamatan yang dilakukan secara berkelanjutan menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menciptakan sistem transportasi yang lebih aman, khususnya untuk transportasi penumpang dan operasional kendaraan niaga.
“Berdasarkan hasil investigasi KNKT, human factor masih menjadi penyebab utama kecelakaan. Selain itu, kondisi kendaraan dan sistem operasional juga berpengaruh. Karena itu peningkatan kompetensi driver serta manajemen perawatan kendaraan menjadi kunci penting dalam meningkatkan keselamatan transportasi,” jelas Senior Investigator KNKT, Ahmad Wildan, pada Kamis (9-4-2026) di GIICOMVEC 2026.
Pentingnya Pelatihan Pengemudi dan Perawatan Kendaraan
Dalam diskusi tersebut, Hino juga menyoroti pentingnya pelatihan pengemudi yang berkelanjutan sebagai bagian dari investasi keselamatan transportasi.
“Pengemudi kendaraan niaga memiliki tanggung jawab besar. Pelatihan yang berkelanjutan akan meningkatkan kompetensi, kesadaran keselamatan, serta efisiensi berkendara. Selain itu, manajemen perawatan kendaraan yang baik memastikan kendaraan selalu laik jalan dan fitur keselamatan bekerja optimal,” ujar Training Division Head HMSI, Pieter Andre, di kesempatan yang sama.
Menurut Hino, peningkatan kompetensi pengemudi tidak hanya berdampak pada keselamatan, tetapi juga dapat meningkatkan efisiensi operasional kendaraan serta memperpanjang usia pakai armada.
Kolaborasi Industri untuk Transportasi Lebih Aman
Para narasumber dalam diskusi tersebut sepakat bahwa peningkatan keselamatan transportasi membutuhkan kolaborasi antara berbagai pihak, mulai dari produsen kendaraan, regulator, hingga operator transportasi.
Sinergi ini dinilai penting untuk membangun ekosistem transportasi yang aman, berkelanjutan, dan mampu memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat.
“Sebagai operator, kami memastikan rekrutmen driver yang selektif, pelatihan berkala, serta penerapan sistem manajemen perawatan kendaraan yang disiplin. Kami juga meningkatkan standar perawatan sesuai standar ATPM, mulai dari prosedur bengkel, fasilitas, hingga peningkatan kompetensi mekanik dan penyediaan inspector kendaraan,” ungkap Direktur Pengembangan Bisnis dan Organisasi PO Primajasa, Bayu Permana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)