Langkah tersebut dinilai semakin memperkuat hubungan strategis antara Hungaria dan BYD yang dalam beberapa tahun terakhir terus berkembang, terutama di sektor kendaraan listrik (electric vehicle/EV).
Mengutip laporan SHobserver, Szijjártó yang berusia 47 tahun telah menjadi anggota Majelis Nasional Hungaria sejak 2002. Ia juga menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Hungaria sejak 2014 hingga Mei 2026.
Melalui akun Facebook pribadinya, Szijjártó, mengumumkan dirinya akan memulai peran baru di salah satu perusahaan otomotif terbesar di dunia.
"BYD merupakan salah satu perusahaan paling sukses di industri otomotif dalam 20 tahun terakhir dan menjadi pemimpin global dalam manufaktur kendaraan energi baru. Mulai hari ini, saya akan bertugas sebagai eksekutif yang bertanggung jawab atas hubungan eksternal grup serta pengembangan lini bisnis baru," tulis Péter Szijjártó dan dikutip Carnewschina.
Baca Juga:
GIIAS 2026 Siapkan Area Kuliner Lengkap, Liat Mobil Baru Sembari Wisata Kuliner
BYD Perluas Investasi di Hungaria
Penunjukan Szijjártó terjadi di tengah ekspansi besar BYD di Eropa. Pada 2024, perusahaan memulai pembangunan pabrik kendaraan listrik pertamanya di Eropa yang berlokasi di Kota Szeged, Hungaria selatan.Selain fasilitas produksi, pabrikan mobil listri itu juga memperkuat investasinya melalui kesepakatan kerja sama strategis dengan pemerintah Hungaria yang mencakup pembangunan kantor pusat BYD untuk kawasan Eropa serta pusat penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D) di Budapest.
Kesepakatan tersebut menjadi bagian dari strategi Hungaria untuk memperkuat posisinya dalam industri kendaraan listrik global.
Hungaria Ingin Menjadi Pusat Industri EV Eropa
Saat penandatanganan kerja sama strategis antara pemerintah Hungaria dan BYD tahun lalu, Perdana Menteri saat itu, Viktor Orbán, menilai dunia tengah memasuki era transformasi yang ditandai oleh perkembangan teknologi baru dan perubahan kebutuhan konsumen.Menurutnya, kepemimpinan China dalam teknologi kendaraan listrik menjadikan kemitraan dengan BYD sebagai salah satu motor penting pertumbuhan ekonomi Hungaria sekaligus memperkuat posisi negara tersebut dalam industri otomotif masa depan.
Pada April 2026, Perdana Menteri Magyari kembali menegaskan komitmen pemerintah dalam memperluas kolaborasi dengan investor asal China.
Baca Juga:
Simak Cara Sewa Motor Listrik Buat Ojol
"Kami berharap perusahaan-perusahaan lokal Hungaria dapat menjadi mitra bagi BYD, CATL, dan investor besar lainnya. Saya yakin kami akan mampu mewujudkan kerja sama yang saling menguntungkan," ujarnya.
Ekosistem Kendaraan Listrik Terus Berkembang
Dalam beberapa tahun terakhir, Hungaria menjadi salah satu tujuan utama investasi industri kendaraan listrik asal China. Selain membangun fasilitas produksi kendaraan dengan kapasitas hingga 300.000 unit per tahun, BYD juga mendirikan kantor pusat regional Eropa di Budapest.Sementara itu, produsen kendaraan listrik Nio telah membangun fasilitas energi di Eropa yang berfokus pada produksi sekaligus penelitian dan pengembangan stasiun penukaran baterai (battery swap station).
Pada sektor rantai pasok, sejumlah produsen baterai kendaraan listrik seperti CATL, EVE Energy, dan Sunwoda juga tengah membangun pabrik baterai di Hungaria.
Masuknya berbagai perusahaan tersebut menunjukkan semakin kuatnya posisi Hungaria sebagai salah satu pusat pengembangan industri kendaraan listrik dan rantai pasok baterai di Eropa.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda