Ford Ancang-Ancang 'Rumahkan' 24 Ribu Karyawan
Ford berencana melakukan sejumlah efisiensi, termasuk merumahkan karyawannya. Ford
Amerika Serikat: Ford berencana untuk memecat sekitar 12 persen dari total karyawan mereka, atau sekitar 24 ribu orang, di masa mendatang. Hal ini dikarenakan sejumlah peraturan baru yang diterapkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang berujung kepada kerugian perusahaan.

Sepanjang 2018 ini saja, saham Ford turun hingga 29 persen. Selain itu, penyesuaian sejumlah tarif membuat perusahaan otomotif asal Paman Sam tersebut mengalami penurunan keuntungan hingga USD1 miliar.

CEO Ford, Jim Hackett, menjelaskan sudah melakukan restrukturisasi dengan melakukan efisiensi biaya dan menjaga harga agar tetap kompetitif. Hanya saja penjualan tetap turun, salah satu asalannya karena tarif pertukaran karena bahan baku.

Yahoo juga membeberkan kalau pengurangan karyawanan ini kemungkinan dilakukan tahun depan. Sehingga


Sejumlah pabrikan otomotif di Amerika Serikat juga mengakui sudah mengalami kondisi sulit dengan sejumlah kebijakan baru dari Donald Trumph. Bahkan Harley-Davidson sudah merencanakan pemindahan pabrik mereka dari Amerika Serikat ke beberapa daerah di luar Negeri Paman Sam.



(UDA)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id