medcom.id: Schaeffler merupakan pemasok teknologi komponen deaktivasi silinder pada mobil-mobil dengan jumlah silinder yang banyak. Misalnya pada mesin V8. Tujuan pemasangan komponen tersebut pada mesin, biasanya untuk melakukan pengiritan konsumsi bahan bakar tanpa mengurangi tenaga yang dihasilkan mesin.
Meski demikian, Schaeffler rupanya mulai menargetkan kerjasama dengan manufaktur yang punya produk mobil 3 silinder. Misalnya Ford, MINI dan Mitsubishi melalui produk mobil city car masing-masing, yaitu Fiesta Cooper dan Mirage. Tujuan aplikasi komponen deaktivasi silinder itu, untuk memberikan pilihan kepada konsumen membeli mobil dengan konsumsi bbm irit setara mobil hybrid.
Menurut Bob Zito selaku direktur komponen mesin dari Schaeffler, penggunaan komponen ini bisa mengoreksi tenaga mobil 3 silinder hingga menyentuh angka 180 dk. Bahkan jika digunakan bersamaan dengan teknologi seperti turbocharging dan direct injection, bakal meningkatkan efisiensi bahan bakar sebanyak 3 persen.
Cara kerja Schaeffler cukup gampang dipahami. Yaitu dengan menggunakan ruas roller yang bekerja secara mekanikal, untuk memotong pasokan udara dan bahan bakar ke blok silinder jika memungkinkan. Nah kabar baiknya, Schaeffler terbaru sudah menggunakan bantuan sistem elektronik, untuk membuat sistem operasinya lebih akurat.
Efeknya, konsumsi bahan bakar pun bisa direduksi. Alatnya bisa diaplikasikan pada salah satu silinder saja dari mesin 3 silinder. Meski akan ada tambahan biaya bagi konsumen, tapi ini masih sangat murah ketimbang harus menebus 1 unit mobil hybrid. Selain itu teknologinya juga sangat sederhana dan yakin bakal dilirik manufaktur mobil.
Rencananya, Schaeffler akan melakukan pengetesan intensif dalam 6 bulan ke depan. Bahkan bakal mendahului riset Volkswagen menerapkan Schaeffler di mesin 4 silinder mereka di pasar Eropa.
medcom.id: Schaeffler merupakan pemasok teknologi komponen deaktivasi silinder pada mobil-mobil dengan jumlah silinder yang banyak. Misalnya pada mesin V8. Tujuan pemasangan komponen tersebut pada mesin, biasanya untuk melakukan pengiritan konsumsi bahan bakar tanpa mengurangi tenaga yang dihasilkan mesin.
Meski demikian, Schaeffler rupanya mulai menargetkan kerjasama dengan manufaktur yang punya produk mobil 3 silinder. Misalnya Ford, MINI dan Mitsubishi melalui produk mobil
city car masing-masing, yaitu Fiesta Cooper dan Mirage. Tujuan aplikasi komponen deaktivasi silinder itu, untuk memberikan pilihan kepada konsumen membeli mobil dengan konsumsi bbm irit setara mobil hybrid.
Menurut Bob Zito selaku direktur komponen mesin dari Schaeffler, penggunaan komponen ini bisa mengoreksi tenaga mobil 3 silinder hingga menyentuh angka 180 dk. Bahkan jika digunakan bersamaan dengan teknologi seperti
turbocharging dan
direct injection, bakal meningkatkan efisiensi bahan bakar sebanyak 3 persen.
Cara kerja Schaeffler cukup gampang dipahami. Yaitu dengan menggunakan ruas roller yang bekerja secara mekanikal, untuk memotong pasokan udara dan bahan bakar ke blok silinder jika memungkinkan. Nah kabar baiknya, Schaeffler terbaru sudah menggunakan bantuan sistem elektronik, untuk membuat sistem operasinya lebih akurat.
Efeknya, konsumsi bahan bakar pun bisa direduksi. Alatnya bisa diaplikasikan pada salah satu silinder saja dari mesin 3 silinder. Meski akan ada tambahan biaya bagi konsumen, tapi ini masih sangat murah ketimbang harus menebus 1 unit mobil
hybrid. Selain itu teknologinya juga sangat sederhana dan yakin bakal dilirik manufaktur mobil.
Rencananya, Schaeffler akan melakukan pengetesan intensif dalam 6 bulan ke depan. Bahkan bakal mendahului riset Volkswagen menerapkan Schaeffler di mesin 4 silinder mereka di pasar Eropa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)