Jakarta: Suzuki mencatatkan status produksi di Indonesia dengan mencapai 3 juta unit untuk kebutuhan pasar otomotif dalam negeri dan ekspor. Pencapaian ini dihitung sejak pabrikan asal Jepang itu memproduksi mobil perdananya di Indonesia pada tahun 1976.
Kala itu, mereka memulai lokalisasi produksi dengan menghadirkan Carry ST20. Hingga saat ini, Carry masih diproduksi dengan generasi terbaru sekaligus memegang market share tertinggi di kendaraan niaga ringan.
Selain memproduksi kendaraan niaga, PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) juga berkembang untuk memproduksi beragam model dan varian untuk pasar Indonesia dan global di segmentasi kendaraan penumpang. Produk-produk seperti XL7, All New Ertiga, New Carry dan APV dihasilkan di PT SIM.
Diluncurkan tahun lalu, Ertiga Hybrid sebagai mobil kebanggaan yang terlahir sebagai unit produksi ke-3 juta, menandai titik sejarah baru selama 52 tahun berkiprah di Indonesia.
Kehadiran Ertiga Hybrid sekaligus menjadi wujud komitmen perusahaan dalam menghadirkan mobil untuk memenuhi beragam kebutuhan di Indonesia, sebagai kendaraan keluarga yang nyaman, lebih ramah lingkungan, efisien dan bernilai tinggi.
Active Deputy Director Manufacturing PT SIM, Yudonendito, menyebutkan perusahaan memulai proses produksi pada 1976 dengan bermodalkan sistem konvensional. Namun perlahan, perusahaan meningkatkan kulitas dan kemampuan produksi guna meningkatkan kualitas mobil yang ditawarkan.
“Suzuki memulai kiprah di industri otomotif Indonesia sejak 1976, berbekal sistem produksi konvensional yang masih menggunakan teknologi manual hingga kini Suzuki bertransformasi mengadopsi teknologi terbaru yang canggih dan robot penggerak yang terintegrasi untuk memproduksi berbagai unit," ujar Yudonendito melalui keterangan resminya.
Saat ini rival Honda dan Daihatsu ini memiliki fasilitas produksi dan perakitan di Tambun serta Cikarang yang didukung oleh para tenaga kerja yang saat ini sudah mencapai lebih dari 5.000 karyawan. Kedua fasilitas Tambun dan Cikarang ini berperan penting dalam menciptakan mobil dan motor serta komponen untuk pasar domestik maupun global hingga dapat diekspor ke-80 negara di seluruh dunia.
Jakarta: Suzuki mencatatkan status produksi di Indonesia dengan mencapai 3 juta unit untuk kebutuhan pasar otomotif dalam negeri dan ekspor. Pencapaian ini dihitung sejak pabrikan asal Jepang itu memproduksi mobil perdananya di Indonesia pada tahun 1976.
Kala itu, mereka memulai lokalisasi produksi dengan menghadirkan Carry ST20. Hingga saat ini, Carry masih diproduksi dengan generasi terbaru sekaligus memegang market share tertinggi di kendaraan niaga ringan.
Selain memproduksi kendaraan niaga, PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) juga berkembang untuk memproduksi beragam model dan varian untuk pasar Indonesia dan global di segmentasi kendaraan penumpang. Produk-produk seperti XL7, All New Ertiga, New Carry dan APV dihasilkan di PT SIM.
Diluncurkan tahun lalu, Ertiga Hybrid sebagai mobil kebanggaan yang terlahir sebagai unit produksi ke-3 juta, menandai titik sejarah baru selama 52 tahun berkiprah di Indonesia.
Kehadiran Ertiga Hybrid sekaligus menjadi wujud komitmen perusahaan dalam menghadirkan mobil untuk memenuhi beragam kebutuhan di Indonesia, sebagai kendaraan keluarga yang nyaman, lebih ramah lingkungan, efisien dan bernilai tinggi.
Active Deputy Director Manufacturing PT SIM, Yudonendito, menyebutkan perusahaan memulai proses produksi pada 1976 dengan bermodalkan sistem konvensional. Namun perlahan, perusahaan meningkatkan kulitas dan kemampuan produksi guna meningkatkan kualitas mobil yang ditawarkan.
“Suzuki memulai kiprah di industri otomotif Indonesia sejak 1976, berbekal sistem produksi konvensional yang masih menggunakan teknologi manual hingga kini Suzuki bertransformasi mengadopsi teknologi terbaru yang canggih dan robot penggerak yang terintegrasi untuk memproduksi berbagai unit," ujar Yudonendito melalui keterangan resminya.
Saat ini rival Honda dan Daihatsu ini memiliki fasilitas produksi dan perakitan di Tambun serta Cikarang yang didukung oleh para tenaga kerja yang saat ini sudah mencapai lebih dari 5.000 karyawan. Kedua fasilitas Tambun dan Cikarang ini berperan penting dalam menciptakan mobil dan motor serta komponen untuk pasar domestik maupun global hingga dapat diekspor ke-80 negara di seluruh dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ERA)