Mercedes-Benz eCitaro. Mercedes-Benz
Mercedes-Benz eCitaro. Mercedes-Benz

Bus Listrik

Daimler Tunda Bawa Bus Listrik Ke Indonesia, Jadinya 2023

Ekawan Raharja • 28 September 2022 09:00
Jakarta: Rencana PT Daimler Commercial Vehicles Indonesia (DCVI) untuk memperkenalkan bus listrik di Indonesia sedikit tertunda. Jika direncana awal akan diperkenalkan pada tahun ini, namun akhirnya diundur hingga tahun depan.
 
President Director Daimler Commercial Vehicles Indonesia (DCVI), Naeem Hassim, menyebutkan bus listrik ini akan diperkenalkan pada semester 1 tahun 2022. Bahkan dia akan langsung pergi ke Brazil untuk melihat secara langsung bus listrik yang akan diperkenalkan tersebut.
 
“Purwarupa bus listrik akan kami bawa pada Q1 (kuartal satu) atau Q2 (kuartal dua) 2023,” kata Naeem pada Selasa (27/9/2022) di Ampera Jakarta Selatan.
 
Awalnya, Presiden Director DCVI sebelumnya, Jung Woo Park, menyebutkan tahun ini sudah mempersiapkan bus listrik untuk penggunaan di dalam kota. Direncanakan, bus ini bisa digunakan oleh di Jakarta dan Surabaya.
 
"Trans Surabaya juga menargetkan bus listrik. Jadi target kami adalah TransJakarta dan Trans Surabaya," kata Jung Woo Selasa (12/4/2022) di kawasan Jakarta Selatan.
 
Pengunduran ini tidak terlepas dari kebutuhan perusahaan untuk mengumpulkan lebih banyak data lagi. Khususnya dari aspek calon konsumen dan para pemangku kepentingan yang berwenang.
 
"Perusahaan perlu berbicara dengan para calon konsumen di Indonesia beserta para pemangku kepentingan mengenai apakah yang mereka butuhkan. Bagaimana kami dapat membantu mereka, lalu apakah mereka butuh bantuan konsultansi atau bisa mengorganisir persoalan ini sendiri,” papar Naeem.
 
Naeem melihat hal ini sangat penting karena mereka inginkan sebuah bisnis yang berkelanjutan. Bukan hanya sekadar menghadirkan produk kemudian pergi meninggalkan konsumen.
 
“Bukan intensi kami meninggalkan para konsumen dengan produk, tanpa menyediakan mereka konsultansi yang dibutuhkan dan konsumen tidak bisa mengecas, tidak tahu apa yang selanjutnya perlu dilakukan terhadap produk itu, tidak tahu di mana servisnya,” tambah Naeem.
 
Dia lalu berharap bisa menjual bus listrik pada semester dua 2023. Syaratnya, semua proses harus dilakukan dengan cepat dan sesuai jadwal.
 
“Kalau kami bisa menjalankan rencana dengan jadwal yang seharusnya, juga kalau kami bisa bekerja dengan cepat, mungkin, menurut asumsi saya pada Q3 atau Q4 kami dapat mendorong unit bus listrik pertama dijual di Indonesia,” berdasarkan pandangan Naeem.

 
(ERA)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif