Toyota CH-R, Babak Baru Crossover <i>Jaman Now</i>
Toyota CH-R sudah menggunakan sasis TNGA. Medcom.id/Ekawan Raharja
Jakarta: Toyota CH-R merupakan crossover terbaru dari Toyota Indonesia. Mobil ini menawarkan teknologi baru berupa sasis Toyota New Global Architecture (TNGA).

Tim Medcom.id mendapatkan kesempatan untuk mencoba menjajal mobil ini secara singkat di Kawasan Ancol Jakarta. Meski rutenya terbilang singkat, namun ada beberapa poin impresi yang bisa disampaikan.

Desain

Pertama kali melihat mobil ini secara langsung, kami menilai CH-R memiliki tampilan yang cukup berbeda di lini crossover dan SUV Toyota. Potongan desain dengan sudut-sudut tajam menegaskan kesan sporty.


Dengan konsep Againts Stereotype, crossover dari Thailand ini punya gaya futuristik serta lebih emosional. Desain eksteriornya ikonik terlihat dari bentuk lampu depan berdesain 3D, garis samping dengan garis tegas, dan buritan yang berkesan kokoh.

Salah satu desain ekterior yang ikonik lainnya adalah roof spoiler, yang dibuat besar dengan desain menyatu pada bodi. Sayagnya di bagian pelek 17 inci masih menggunakan single tone.

Interior

Ketika duduk ke dalam kabin, kami cukup terkejut karena posisi driving-nya tidak seperti mengemudi mobil crossover. Kami menilai feeling driving position yang ditawarkan lebih kepada mengemudi sedan ketimbang membawa mobil crossover.

tester driver kami dengan berat badan 70 kilogram dengan tinggi 165 cm merasa jok yang diduduki juga nyaman. Busa jok juga cukup empuk dan desainnya mengikuti lekuk badan. Cuma yang disangkan dari jok ini untuk mengatur ketinggian dan mengatur sandaran jok masih dilakukan manual, padahal untuk mengatur ketebalan busa di punggung bawah sudah bisa dilakukan secara elektrik.

Melihat keseluruhan desain interior juga tampak mewah dengan balutan kulit di bagian dashboard, jok, lingkar kemudi, serta trim pintu. Konsol tengah juga di desain memanjang tampak elegan layaknya mobil-mobil saloon sedan.

Beralih ke posisi jok belakang, juga menawaran kabin yang cukup terasa luas. Masih tersisa leg room dan head room untuk tester driver kami.

Visibilitas penumpang di belakang cukup baik karena sistem ac double blower tidak di letakan di langit-langit tengah. Kisi-kisi AC untuk penumpang belakang berada di samping. Cuma untuk melihat ke luar melalui jendela samping kurang luas karena bingkai kaca dibuat dengan potongan diamond shape.

Satu lagi yang menjadi kesulitan bagi tester driver kami menutup pintu bagasi. Posisi pintu terangkat tinggi, sehingga tester driver kami harus sedikit jinjit untuk menggapai handle pintu dan pintunya terasa cukup berat. Sehingga alangkah lebih baiknya jika untuk membuka/menutup pintu bagasi belakang menggunakan fitur elektrik.

Performa

CH-R menggunakan mesin 2ZR-FBE 1.800 cc bertenaga 141 daya kuda dan torsi 170 nm. Tenaga ini disalurkan melalui 7-speed CVT dengan sequential shiftmatic

Kami merasa tenaga yang ditawarkan cukup responsif dari putaran bawah hingga ke tengah. Tidak perlu dalam menginjak pedal gas untuk mendapatkan momentum agar mobil bisa berjalan dengan mulus.

Cuma uniknya meski menggunakan gearbox berteknologi CVT, tester driver masih bisa merasakan sendatan ketika terjadi perpindahan gear. Cuma itu memang terasa halus dan tidak mengurangi keseruan mengemudi mobil ini.

Penggunaan sasis dan suspensi yang cukup rigid juga terasa pas. Tidak terasa banyak body roll yang berlebih ketika melewati jalanan yang berlubang. Buritan mobil juga tidak terasa under steering.

Harga dan Kompetitor

Toyota Indonesia hanya menghadirkan CH-R dengan varian mesin 1.800 cc. Konsumen bisa membelinya dengan harga Rp488,5 juta untuk single tone dan Rp490 juta untuk double tone.

Jika membandingkan dengan Honda HR-V bermesin 1.800 cc dipasarkan dengan harga Rp407,5 juta. Sedangkan Mazda CX-3 bermesin 2.000 cc dibanderol Rp389 juta untuk varian Touring dan Rp438,8 juta untuk varian GT.



(UDA)