medcom.id, Jakarta: Ford Motor Company resmi mengumumkan rencana menghentikan operasi bisnisnya di Indonesia dan Jepang pada pertengahan tahun ini. Keputusan yang diumumkan pada petang ini bagai petir di siang bolong. Sangat mengagetkan.
Bagaimana tidak, sejak akhir tahun lalu All New Everest mulai dikampanyekan. Sebuah fullsize SUV mewah dengan kemampuan 4WD yang canggih yang digadang-gadang mampu menghadang laju Mishubishi All New Pajero dan Toyota All New Fortuner.
Untuk urusan mobil 4WD, Ford sempat menggebrak pasar Indonesia yang mulai dimasukinya pada 2002. Ford Ranger yang diandalkan mendapat sambutan positif dari kalangan pengusaha perkebunan dan pertambangan di berbagai pelosok serta penggemar kegiatan outdoor. Murah dan handal.
Kehadiran Ford Ranger pun membuka ceruk pasar baru, pick-up double cabin. Pabrikan mobil Jepang tak mau ketinggalan dan berbondong-bondorng meluncurkan varian sejenis. Tapi sebagai pelopor di kelasnya, Ford Ranger cukup kuat. Sedemikian kuatnya sehingga Ford Ranger menjadi tulang punggung penjualan Ford Motor Indonesia.
Sepanjang tahun lalu Ford berhasil menjual enam ribu unit mobil. Memang hanya 0,6 persen dari total pasar mobil baru, namun bukan capaian yang memalukan bila memperhitungkan pelambatan ekonomi yang sedang mendera Indonesia.
"Di Indonesia, tanpa manufaktur lokal.... tidak ada cara dapat bersaing di situ. Kami tidak memiliki manufaktur lokal," kata juru bicara Ford yang berbasis di Shanghai sebagaimana dilansir Reuter, Senin (25/1/2016).
Pengumuman bahwa Ford akan meninggalkan Indonesia dan Jepang diumumkan Presiden Ford Motor Asia Pasifik Dave Schoch melalui surat elektronik ke awak media. Penghentian operasi bisnis yang mencakup penjualan dan impor kendaraan merek Ford dan Lincoln ini berarti penutupan seluruh dealer.
"Tidak ada lagi peluang untuk menghasilkan keuntungan di dua negara ini," tulis Schoch tentang alasan penghentian semua operasi bisnis Ford di Indonesia dan Jepang.
"Sayangnya, ini juga berarti bahwa anggota tim kami yang berbasis di Jepang dan Indonesia tidak akan lagi bekerja untuk Ford Jepang atau Ford Indonesia mengikuti penutupan," sambungnya.
Kabar ini mengingatkan kepada General Motor yang pertengahan tahun lalu memutuskan menutup kegiatan produksi Chevrolet di Indonesia. Namun demikian jaringan GMI yang ada masih terus melakukan penjualan dan layakan purna jual. Bahkan dalam GIIAS 2015 meluncurkan midsize SUV Trax sebagai andalan barunya.
medcom.id, Jakarta: Ford Motor Company resmi mengumumkan rencana menghentikan operasi bisnisnya di Indonesia dan Jepang pada pertengahan tahun ini. Keputusan yang diumumkan pada petang ini bagai petir di siang bolong. Sangat mengagetkan.
Bagaimana tidak, sejak akhir tahun lalu All New Everest mulai dikampanyekan. Sebuah fullsize SUV mewah dengan kemampuan 4WD yang canggih yang digadang-gadang mampu menghadang laju Mishubishi All New Pajero dan Toyota All New Fortuner.
Untuk urusan mobil 4WD, Ford sempat menggebrak pasar Indonesia yang mulai dimasukinya pada 2002. Ford Ranger yang diandalkan mendapat sambutan positif dari kalangan pengusaha perkebunan dan pertambangan di berbagai pelosok serta penggemar kegiatan
outdoor. Murah dan handal.
Kehadiran Ford Ranger pun membuka ceruk pasar baru,
pick-up double cabin. Pabrikan mobil Jepang tak mau ketinggalan dan berbondong-bondorng meluncurkan varian sejenis. Tapi sebagai pelopor di kelasnya, Ford Ranger cukup kuat. Sedemikian kuatnya sehingga Ford Ranger menjadi tulang punggung penjualan Ford Motor Indonesia.
Sepanjang tahun lalu Ford berhasil menjual enam ribu unit mobil. Memang hanya 0,6 persen dari total pasar mobil baru, namun bukan capaian yang memalukan bila memperhitungkan pelambatan ekonomi yang sedang mendera Indonesia.
"Di Indonesia, tanpa manufaktur lokal.... tidak ada cara dapat bersaing di situ. Kami tidak memiliki manufaktur lokal," kata juru bicara Ford yang berbasis di Shanghai sebagaimana dilansir Reuter, Senin (25/1/2016).
Pengumuman bahwa Ford akan meninggalkan Indonesia dan Jepang diumumkan Presiden Ford Motor Asia Pasifik Dave Schoch melalui surat elektronik ke awak media. Penghentian operasi bisnis yang mencakup penjualan dan impor kendaraan merek Ford dan Lincoln ini berarti penutupan seluruh dealer.
"Tidak ada lagi peluang untuk menghasilkan keuntungan di dua negara ini," tulis Schoch tentang alasan penghentian semua operasi bisnis Ford di Indonesia dan Jepang.
"Sayangnya, ini juga berarti bahwa anggota tim kami yang berbasis di Jepang dan Indonesia tidak akan lagi bekerja untuk Ford Jepang atau Ford Indonesia mengikuti penutupan," sambungnya.
Kabar ini mengingatkan kepada General Motor yang pertengahan tahun lalu memutuskan menutup kegiatan produksi Chevrolet di Indonesia. Namun demikian jaringan GMI yang ada masih terus melakukan penjualan dan layakan purna jual. Bahkan dalam GIIAS 2015 meluncurkan midsize SUV Trax sebagai andalan barunya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(LHE)