medcom.id, Jakarta: Penutupan Ford Motor Indonesia (FMI) tampaknya menunjukkan sentimen negatif. Terutama pada kondisi mobil bekas merek asal Amerika Serikat tersebut. Bahkan di antara sekian banyak pedagang mobil bekas, mereka mulai ragu bisa menjual unit Ford dan tak ingin pasar risiko beli mobil Ford.
Dendy Kim, Pemilik Showroom Kim Motor, menilai bahwa saat ini pasar mobil bekas Ford sedang tidak bagus. Kemudian ditambah dengan kabar penutupan APM-nya secara resmi. Sontak, kondisi konsumen pun terbilang kaget dengan penutupan Agen Pemegang Merek asal Amerika itu. Sehingga mereka menyatakan diri enggan membeli mobil Ford.
"Kemarin banyak konsumen yang mau jual mobil Ford ke showroom, padahal harganya murah tapi teman-teman pun tidak ambil," terang Dendy pada Selasa, 26 Februari, di Bekasi.
"Pastinya showroom tidak mau beli mobil second-nya (Ford) karena sekarang pasti tak ada lagi konsumen yang berminat untuk beli," lanjutnya.
FMI sendiri menyatakan akan menutup usaha mereka pada semester kedua tahun 2016. Aksi angkat kaki ini terjadi lantaran Ford Motor Company (induk perusahaan FMI) menilai bahwa bisnis Ford di Indonesia tidak bagus.
medcom.id, Jakarta: Penutupan Ford Motor Indonesia (FMI) tampaknya menunjukkan sentimen negatif. Terutama pada kondisi mobil bekas merek asal Amerika Serikat tersebut. Bahkan di antara sekian banyak pedagang mobil bekas, mereka mulai ragu bisa menjual unit Ford dan tak ingin pasar risiko beli mobil Ford.
Dendy Kim, Pemilik
Showroom Kim Motor, menilai bahwa saat ini pasar mobil bekas Ford sedang tidak bagus. Kemudian ditambah dengan kabar penutupan APM-nya secara resmi. Sontak, kondisi konsumen pun terbilang kaget dengan penutupan Agen Pemegang Merek asal Amerika itu. Sehingga mereka menyatakan diri enggan membeli mobil Ford.
"Kemarin banyak konsumen yang mau jual mobil Ford ke
showroom, padahal harganya murah tapi teman-teman pun tidak ambil," terang Dendy pada Selasa, 26 Februari, di Bekasi.
"Pastinya
showroom tidak mau beli mobil
second-nya (Ford) karena sekarang pasti tak ada lagi konsumen yang berminat untuk beli," lanjutnya.
FMI sendiri menyatakan akan menutup usaha mereka pada semester kedua tahun 2016. Aksi angkat kaki ini terjadi lantaran Ford Motor Company (induk perusahaan FMI) menilai bahwa bisnis Ford di Indonesia tidak bagus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)