Jajal performa DFSK Glory E3, torsinya bikin merinding. medcom.id/Ahmad Garuda
Jajal performa DFSK Glory E3, torsinya bikin merinding. medcom.id/Ahmad Garuda

Jajal SUV Listrik Glory E3, Torsinya 'Bikin Merinding'

Otomotif mobil listrik DFSK
Ahmad Garuda • 13 Agustus 2019 18:12
Jakarta: Peraturan Presiden soal kendaraan listrik baru saja ditandatangani awal pekan lalu oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Meski masih sangat awal untuk membicarakan soal penjualan dan daya serap masyarakat, paling tidak ini adalah titik terang komitmen pemerintah untuk membuat energi terbarukan bisa diserap.
 
Medcom.id pun berkesempatan menjajal salah satu mobil listrik yang diboyong DFSK ke pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIiAS) 2019 yaitu Glory E3. Meski tak menjajalnya di jalan raya, tapi untuk mengenal sedikit karakter motor listriknya, rasanya lebih dari cukup.
 
Jajal SUV Listrik Glory E3, Torsinya 'Bikin Merinding'

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Torsi Buas
Salah satu hal yang menjadi catatan besar saya saat melakukan pengetesan di zona parkir yang tak begitu besar itu adalah soal tarikan gaya saat berakselerasi. Meski nyaris tanpa suara, namun aliran listrik ke motor listrik terdengar indah saat pedal gas ditekan cukup dalam.
 
Dari spesifikasi yang ada, E3 menawarkan tenaga 163 daya kuda dan torsi mencapai 300 Nm. Dikatakan dalam keterangan resminya, bahwa mobil ini sanggup bertolak dari titik diam ke 50 km dalam waktu 3,9 detik. Selain itu, tersedia tiga mode berkendara yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan Normal/Eco/Sport.
 
Jajal SUV Listrik Glory E3, Torsinya 'Bikin Merinding'
 
Klaim torsi yang ada ini pun sempat saya rasakan. Baik dalam kondisi yang menanjak, pun dalam kondisi jalan datar. Kemungkinan ini baru akan terasa perbedaannya jika mobil diisi dengan penumpang 5 orang dan diajak berakselerasi dan merasakan tiga perbedaan dari mode berkendara.
 
Sayangnya, tidak banyak fitur yang bisa kami rasakan di mobil ini, lantaran masih banyak yang belum disesuaikan dengan kondisi di Indonesia. Hanya sekadar merasakan bagaimana sensasi berkendara awal di mobil dengan karakter SUV ini. Terlebih beberapa fitur safety seperti lane departure warning tidak bisa kami uji karena tidak berada di jalan raya.
 
Jajal SUV Listrik Glory E3, Torsinya 'Bikin Merinding'
 
Tombol Selektor Transmisi nan Fungsional
Ada hal unik yang mungkin bikin Anda kaget ketika masuk ke kabin dan ingin berkendara dengan mobil ini. Yaitu dihilangkannya tuas yang biasanya untuk mengatur sistem transmisi di sebuah kendaraan. Tuas ini diganti dengan selektor transmisi ala Range Rover yang maoyritas produknya sudah menggunakan sistem seperti ini.
 
Sehingga pengemudi hanya akan memutar selektor ke mode yang diinginkan. Hanya ada empat pilihan yang terlihat di sana, yaitu mode drive (D), normal (N), reverse (R) dan park (P). Di samping tuas selektor terdapat beberapa tombol mode berkendara yang juga bisa disesuaikan dengan keinginan.
 
Fitur Menarik
Beberapa fitur menarik seperti hill start assist dan hill descent control juga belum sempat kami coba. Tapi rasanya fitur ini akan sangat membantu bagi mereka yang baru belajar berkendara mobil listrik. Mengingat respon mode transmisi ketika dari posisi pedal rem ditekan butuh sedikit waktu.
 
Jajal SUV Listrik Glory E3, Torsinya 'Bikin Merinding'
 
Misalnya untuk bergerak mundur ketika pedal rem ditekan, lalu memasukkan transmisi mundur dan lepas rem, butuh beberapa detik bagi mobil ini untuk bergerak mundur.
 
Kecanggihan lain juga tampak dengan disematkan operating system generasi baru DFSK Lin OS 4.0, yang memberikan kemudahan akses untuk mengontrol segala aktivitas mobil ini. Teknologi i-talk dibenamkan di mobil yang akan memberikan kemudahan untuk menjalankan program-program yang ada melalui perintah suara. Pusat entertainment pun ditunjang dengan floating HD screen ukuran 1.25 inch.
 
Sayangnya, mobil ini tidak disetting untuk penggunaan di Indonesia dan perintah suaranya pun masih dalam bahasa mandarin.
 
Dual Charging Port
Bagian menarik lainnya adalah soal penempatan dual charging port. Sehingga pengisian baterai mobil ini bisa dilakukan di rumah, pun bisa dilakukan dengan sistem fast charging (pengisian cepat). Untuk memiliki kapasitas baterai sebesar 52,56 kWh yang sandingkan dengan electric motor bertipe Permanent Magnet Synchronous Motor, butuh waktu sekitar 8 jam dari kondisi baterai kosong.
 
Jajal SUV Listrik Glory E3, Torsinya 'Bikin Merinding'
 
Dengan kondisi baterai penuh sebesar 52 kWh ini, tentu Anda tak perlu khawatir. Mengingat jarak tempuhnya diklaim bisa menempuh jarak sejauh 402 km. Artinya Anda bisa melakukan perjalanan ke Semarang dalam satu kali pengisian penuh.
 
Sementara untuk melakukan pengisian daya baterai secara cepat, mobil ini memerlukan waktu 30 menit dan mampu mencapai 80 persen daya baterai.
 
Rival
Lantaran mobil ini belum diluncurkan di Indonesia, maka tentu akan tabu jika berbicara soal rivalnya. Lantaran belum ada juga pabrikan yang meluncurkan mobil listrik di Indonesia. Belum lagi berbicara soal harga jualnya, spek tenaganya, jenis mobilnya dan jenis penggeraknya. Hingga saat ini, pabrikan yang resmi mengenalkan mobil listriknya di Indonesia baru BMW dengan i3, lalu DFSK Glory E3, Nissan Note e-Power dan Leaf.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif