Efek aquaplaning salah satu yang patut di waspadai saat mengemudi. Creativity103
Efek aquaplaning salah satu yang patut di waspadai saat mengemudi. Creativity103

Waspada Efek Aquaplaning di Jalanan Basah

Otomotif tips knowledge
M. Bagus Rachmanto • 09 Desember 2019 12:00
Jakarta: Belakangan ini di beberapa daerah kerap diguyur hujan dengan itensitas yang rendah hingga tinggi. Jika hujan sudah turun, maka pengemudi wajib waspada akan aquaplaning yang bisa mengintai selama perjalanan.
 
Aquaplaning merupakan kondisi ban terangkat dari aspal saat melewati genangan air. Efeknya, ban mobil kehilangan traksi dan laju kendaraan tidak stabil.
 
Hal ini terjadi karena genangan air terlalu tebal berpadu dengan kecepatan mobil yang terlalu tinggi. Sehingga buangan air dari ulir ban tak bisa menampung banyaknya air yang dilindasnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ban terangkat dari permukaan jalan atau hilang grip lantaran jalan yang tergenang air. Saat ban berputar, dan alur ban tidak bisa membuang air dengan baik, maka air akan berkumpul di bawah ban. Alhasil ban jadi terangkat oleh air dan kehilangan gripnya.
 
Training Director The Real Driving Center, Marcell Kurniawan,menyarankan agar pengemudi menjaga kecepatan saat berkendara pada saat hujan. Sebaiknya mengikuti batas minimum kecepatan atau memperlambat kendaraan.
 
"Ikuti minimum kecepatan kalau berkendara saat hujan sedang. Tapi turunkan kecepatan hingga 15 - 20 kilometer per jam dari minimum kecepatan di jalan kalau keadaan hujan berat atau kembangan ban di bawah 3 mm," saran Marcell.
 
Selain mengganti gaya berkendara, efek aquaplaning bisa diminimalisir dengan mengganti ban yang sudah aus. Kepala Bengkel Autopit Kalimalang Jakarta Timur, Mus Mulyadi, menjelaskan sebaiknya ban yang digunakan masih memiliki ketebalan di atas tread waer indicator (TWI) yang menjadi acuan ketebalan kembangan ban. TWI adalah batas akhir pemakaian, yang punya ketinggian (ketebalan) 1,6 milimeter. TWI ini dilambangkan dengan gambar segitiga pada sisi ban.
 
"Perlu diketahui, ban mobil yang telah melebihi batas akhir pemakaian, di kecepatan 60 kilometer per jam hanya mampu mengalirkan 4 liter air per detik. Selebihnya tidak terbuang dan membuat ban berada di atas permukaan air. Kondisi seperti ini bisa mengakibatkan mobil tidak bisa dikendalikan bahkan hilang kendali, apalagi saat pengereman dan pindah jalur. Ini biasa juga disebut dengan aquaplane," jelas Mus Mulyadi.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif