DKI Jakarta: Bagi masyarakat yang rutin melakukan perjalanan dari kawasan penyangga Jakarta seperti Bekasi, Depok, Tangerang, dan Bogor menuju pusat ibu kota, biaya transportasi menjadi salah satu komponen pengeluaran yang cukup besar.
Dengan rata-rata jarak tempuh pulang-pergi sekitar 40-60 kilometer per hari, efisiensi biaya energi kendaraan listrik dinilai dapat memberikan penghematan yang signifikan. Berdasarkan simulasi biaya pengisian daya menggunakan tarif listrik rumah tangga, Chery Q menjadi model dengan biaya energi paling rendah.
Mobil listrik ini mencatat estimasi biaya energi sekitar Rp181 per kilometer. Dengan asumsi penggunaan harian sejauh 40 kilometer, biaya energi yang dibutuhkan sekitar Rp7.240 per hari. Sementara untuk perjalanan 60 kilometer, biaya yang diperlukan sekitar Rp10.860 per hari.
Pada segmen yang lebih tinggi, Chery E5 mencatat estimasi biaya energi sekitar Rp205 per kilometer. Dengan jarak tempuh harian yang sama, biaya energi yang dibutuhkan berada di kisaran Rp8.200 hingga Rp12.300 per hari.
Baca Juga:
Cek Harga Mobil LCGC Paling Murah per Juni 2026
Sementara itu, Chery J6T yang mengusung karakter SUV listrik bergaya boxy membutuhkan biaya energi sekitar Rp11.360 hingga Rp17.040 per hari untuk penggunaan sejauh 40 hingga 60 kilometer.
Jika dihitung berdasarkan penggunaan rata-rata sejauh 1.200 kilometer per bulan, Q memiliki estimasi biaya energi sekitar Rp217.200 per bulan. E5 membutuhkan sekitar Rp246.000 per bulan, sedangkan J6T berada di kisaran Rp340.800 per bulan.
“Bagi Chery, kendaraan listrik harus memberikan nilai yang nyata bagi konsumen. Efisiensi harus dapat dihitung, kenyamanan harus dapat dirasakan, dan teknologi harus dapat digunakan secara relevan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui EV line up, kami ingin membantu masyarakat mengambil keputusan mobilitas yang lebih cerdas, lebih efisien, dan lebih siap menghadapi perubahan kebutuhan energi,” tutup Vice Country Director Chery Business Unit Indonesia, Budi Darmawan Jantania, melalui keterangan resminya.
DKI Jakarta: Bagi masyarakat yang rutin melakukan perjalanan dari kawasan penyangga Jakarta seperti Bekasi, Depok, Tangerang, dan Bogor menuju pusat ibu kota, biaya
transportasi menjadi salah satu komponen pengeluaran yang cukup besar.
Dengan rata-rata jarak tempuh pulang-pergi sekitar 40-60 kilometer per hari, efisiensi biaya energi kendaraan listrik dinilai dapat memberikan penghematan yang signifikan. Berdasarkan simulasi biaya pengisian daya menggunakan
tarif listrik rumah tangga, Chery Q menjadi model dengan biaya energi paling rendah.
Mobil listrik ini mencatat estimasi biaya energi sekitar Rp181 per kilometer. Dengan asumsi penggunaan harian sejauh 40 kilometer, biaya energi yang dibutuhkan sekitar Rp7.240 per hari. Sementara untuk perjalanan 60 kilometer, biaya yang diperlukan sekitar Rp10.860 per hari.
Pada segmen yang lebih tinggi, Chery E5 mencatat estimasi biaya energi sekitar Rp205 per kilometer. Dengan jarak tempuh harian yang sama, biaya energi yang dibutuhkan berada di kisaran Rp8.200 hingga Rp12.300 per hari.
Sementara itu, Chery J6T yang mengusung karakter SUV listrik bergaya boxy membutuhkan biaya energi sekitar Rp11.360 hingga Rp17.040 per hari untuk penggunaan sejauh 40 hingga 60 kilometer.
Jika dihitung berdasarkan penggunaan rata-rata sejauh 1.200 kilometer per bulan, Q memiliki estimasi biaya energi sekitar Rp217.200 per bulan. E5 membutuhkan sekitar Rp246.000 per bulan, sedangkan J6T berada di kisaran Rp340.800 per bulan.
“Bagi Chery, kendaraan listrik harus memberikan nilai yang nyata bagi konsumen. Efisiensi harus dapat dihitung, kenyamanan harus dapat dirasakan, dan teknologi harus dapat digunakan secara relevan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui EV line up, kami ingin membantu masyarakat mengambil keputusan mobilitas yang lebih cerdas, lebih efisien, dan lebih siap menghadapi perubahan kebutuhan energi,” tutup Vice Country Director Chery Business Unit Indonesia, Budi Darmawan Jantania, melalui keterangan resminya.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda(UDA)