DKI Jakarta: Pemerintah kini masih belum mengumumkan pemberikan insentif kendaraan listrik. Kondisi ini kemudian menimbulkan dampak penjualan mobil dan motor listrik di dalam negeri.
Chief Executive Officer (CEO) PT Indomobil National Distributor, Tan Kim Piauw, menjelaskan kepastian aturan memiliki pengaruh besar terhadap kepercayaan publik serta stabilitas ekonomi. Di sisi ini, industri otomotif membutuhkan kepastian agar petumbuhan penjualan bisa diakselerasi.
"Kami berharap dari pemerintah ada kejelasan dan kepastian supaya industri otomotif yang sangat mempengaruhi ekonomi Indonesia tidak terganggu. Kalau memang dapat, kapan dapat. Kalau memang tidak ada, ya disampaikan bahwa insentif ini tidak akan ada supaya industri otomotif memiliki trust," ungkap Tan pada Kamis (2-7-2026) di di Karet Tengsin Jakarta Pusat.
Baca Juga:
Aturan Baru Masa Berlaku Surat Izin Mengemudi
Tan menilai meski tidak berdampak kepada seluruh lapisan pembeli, segmen konsumen yang berniat mengganti mobil lama dengan kendaraan listrik akan sangat terdampak. Mereka yang menjadikan mobil listrik bukan sebagai kendaraan utama kemungkinan besar akan menunda pembelian hingga ada keputusan resmi dari pemerintah.
Kekhawatiran utama para produsen adalah munculnya pola penundaan berantai jika pengumuman kebijakan terus diundur.
"Kalau disampaikan mundur bulan depan, otomatis segmen yang memang menunggu akan menunggu lagi. Lalu bulan depan dibilang, 'eh tunggu lagi, mundur sebulan lagi', tentu konsumen akan terus menunggu. Itu akan memengaruhi pembelian" tambahnya.
DKI Jakarta: Pemerintah kini masih belum mengumumkan pemberikan insentif
kendaraan listrik. Kondisi ini kemudian menimbulkan dampak
penjualan mobil dan motor listrik di dalam negeri.
Chief Executive Officer (CEO) PT Indomobil National Distributor, Tan Kim Piauw, menjelaskan kepastian aturan memiliki pengaruh besar terhadap kepercayaan publik serta stabilitas ekonomi. Di sisi ini, industri otomotif membutuhkan kepastian agar petumbuhan penjualan bisa diakselerasi.
"Kami berharap dari pemerintah ada kejelasan dan kepastian supaya industri otomotif yang sangat mempengaruhi ekonomi Indonesia tidak terganggu. Kalau memang dapat, kapan dapat. Kalau memang tidak ada, ya disampaikan bahwa insentif ini tidak akan ada supaya industri otomotif memiliki trust," ungkap Tan pada Kamis (2-7-2026) di di Karet Tengsin Jakarta Pusat.
Baca Juga:
Tan menilai meski tidak berdampak kepada seluruh lapisan pembeli, segmen konsumen yang berniat mengganti mobil lama dengan kendaraan listrik akan sangat terdampak. Mereka yang menjadikan mobil listrik bukan sebagai kendaraan utama kemungkinan besar akan menunda pembelian hingga ada keputusan resmi dari pemerintah.
Kekhawatiran utama para produsen adalah munculnya pola penundaan berantai jika pengumuman kebijakan terus diundur.
"Kalau disampaikan mundur bulan depan, otomatis segmen yang memang menunggu akan menunggu lagi. Lalu bulan depan dibilang, 'eh tunggu lagi, mundur sebulan lagi', tentu konsumen akan terus menunggu. Itu akan memengaruhi pembelian" tambahnya.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda(UDA)