medcom.id: Teknologi kendaraan otonom kini tidak hanya sebatas di mobil penumpang, tapi juga sudah mulai diterapkan untuk mobil komersial sebagai kendaraan transportasi berukuran besar seperti truk.
Daimler, produsen yang menghasilkan produk-produk otomotif telah menguji truk semi-otonomnya di jalan raya, di wilayah Oregon dan Nevada, Amerika Serikat (AS).
Pengujian yang dilakukan Daimler di jalan umum di Madras, Oregon, sudah mendapat persetujuan dan memenuhi peraturan yang ditetapkan oleh Oregon Department of Transportation.
Menurut pabrikan mobil Jerman itu, fitur semi-otonom yang disematkan di truknya disebut ‘platooning’. Fitur tersebut berfungsi untuk membantu mengurangi kelelahan pengemudi.
Dalam pengujian, setiap truk semi-otonom menggunakan sistem vehicle-to-vehicle communication berbasis WiFi, yang bekerja bersamaan dengan adaptive cruise control, lane departure assist dan active brake assist 4.
Sistem itu diklaim dapat secara otomatis bereaksi terhadap perubahan di jalan sekitar dalam 0,2-0,3 detik, jauh lebih cepat daripada reaksi manusia.
Meskipun teknologi ini dianggap aman, namun peraturan di AS dan Eropa masih melarang pengemudi truk untuk menggunakannya, sampai undang-undang yang ada sekarang diubah.
medcom.id: Teknologi kendaraan otonom kini tidak hanya sebatas di mobil penumpang, tapi juga sudah mulai diterapkan untuk mobil komersial sebagai kendaraan transportasi berukuran besar seperti truk.
Daimler, produsen yang menghasilkan produk-produk otomotif telah menguji truk semi-otonomnya di jalan raya, di wilayah Oregon dan Nevada, Amerika Serikat (AS).
Pengujian yang dilakukan Daimler di jalan umum di Madras, Oregon, sudah mendapat persetujuan dan memenuhi peraturan yang ditetapkan oleh Oregon Department of Transportation.

Menurut pabrikan mobil Jerman itu, fitur semi-otonom yang disematkan di truknya disebut ‘platooning’. Fitur tersebut berfungsi untuk membantu mengurangi kelelahan
pengemudi.
Dalam pengujian, setiap truk semi-otonom menggunakan sistem
vehicle-to-vehicle communication berbasis WiFi, yang bekerja bersamaan dengan adaptive
cruise control, lane departure assist dan
active brake assist 4.
Sistem itu diklaim dapat secara otomatis bereaksi terhadap perubahan di jalan sekitar dalam 0,2-0,3 detik, jauh lebih cepat daripada reaksi manusia.
Meskipun teknologi ini dianggap aman, namun peraturan di AS dan Eropa masih melarang pengemudi truk untuk menggunakannya, sampai undang-undang yang ada sekarang diubah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)