Seluruh pelanggaran lalu lintas yang terekam tilang elektronik (e-TLE) akan dikenakan denda sesuai jenis pelanggaran, dan bisa mencapai Rp750 ribu. ANTARAFOTO/Nova Wahyudi
Seluruh pelanggaran lalu lintas yang terekam tilang elektronik (e-TLE) akan dikenakan denda sesuai jenis pelanggaran, dan bisa mencapai Rp750 ribu. ANTARAFOTO/Nova Wahyudi

Waspada! Melanggar Lalu Lintas, Tilang Elektronik Mengintai

Otomotif lalulintas tilang elektronik
Ekawan Raharja • 03 Juli 2019 14:54
Jakarta: Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya terus menggalakan kebijakan tilang elektronik Electronic Law Enforcement (e-TLE). Sebagai pengguna jalan, wajib untuk mengetahui bagaimana mekanisme dan tata cara elektronik supaya tidak salah ketika mengurusnya.
 
Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Kombes Yusuf mengatakan, penilangan dengan e-TLE sangat mudah. Pengendara yang melanggar akan terekam oleh kamera close-circuit television (CCTV).
 
"Kameranya sendiri yang merekam bukan kita mengendalikan kamera itu. Kemudian dari rekaman itu dicetak oleh back office Traffic Management Centre (TMC) Polda Metro Jaya," kata Yusuf kepada Medcom.id.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pegendara yang terekam kamera CCTV akan diverifikasi polisi lalu lintas, untuk melihat apakah termasuk kategori melanggar atau tidak. Jika termasuk kategori pelanggaran, maka pihak kepolisian lalu lintas akan mengonfirmasi kepada pengendara tersebut.
 
"Nanti dikeluarkan konfirmasi berdasarkan nomor polisi sesuai dengan alamat pemilik dari STNK," ujar Yusuf.
 
Informasi dilakukan kepada pengendara melalui via sms dan email. Yusuf berharap setiap pengendara wajib memperbaharui datanya, saat membayar pajak kendaraan.
 
"Kalau dalam konfirmasi itu ada respon bahwa benar memang mereka yang melakukan, hari itu juga langsung dikirim tilang. Surat tilangnya dikirim melalui kantor Pos," beber dia.
 
Yusuf menegaskan, jika pengendara yang terbukti melanggar tidak segera merespon. Aparat kepolisian lalu lintas akan memblokir Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNK) pelanggar.
 
"Kalau pun mereka nanti tidak melakukan pembayaran tilang sampai tujuh hari atau tidak ada respon selama tujuh hari, STNK-nya diblokir. Kemudian nanti pada saat mereka membayar pajak, mau tidak mau harus membayar denda tilang dulu untuk membuka blokir STNK," jelas Yusuf.
 
Seluruh pelanggaran lalu lintas yang terekam tilang elektronik (e-TLE) akan dikenakan denda sesuai jenis pelanggaran. Denda tilang tersebut bisa mencapai Rp750 ribu.
 
"Setiap pelanggaran beda-beda dendanya sesuai aturan perundang-undangan. Namun, denda maksimal capai Rp750 ribu," kata Kepala Seksi STNK Kompol Arif Fazrulrahman di Polda Metro Jaya, Senin, 1 Juli 2019.
 
Ada sejumlah jenis pelanggaran yang mampu direkam oleh kamera canggih itu di antaranya pelanggaran marka jalan, lampu merah, traffic light (TL). Kemudian pelanggaran ganjil genap, tidak menggunakan sabuk pengaman (safety belt), menggunakan handphone saat berkendara dan kecepatan maksimal 40km/jam.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif