medcom.id, Jakarta: Bus dengan klakson telolet sedang marak pada saat ini. Namun faktanya, klakson variasi ini tidak termasuk ke dalam standar operationg prosedur (SOP) karoseri.
"Telolet itu aksesoris. Tapi bukan bagian dari basis karoseri. Rahayu Sentosa (RS) membatasi dalam kontrak kerja, tidak ada pemasangan klakson telolet," ujar Manager Marketing PT Rahayu Sentosa, Chrystianto Sutardi saat dihubungi Metrotvnews.com, Rabu (22/12/2016).
RS masih mengkaji berbagai hal mengenai klakson telolet. Pria yang akrab disapa Chris ini masih menunggu pula tanggapan pemerintah mengenai klakson telolet.
"Kami juga belum tahu soal kelistrikan. Pasalnya klakson telolet ini electrical. Jika memasang ini, kami khawatir soal kelistrikan akan terganggu," lanjutnya.
Klakson telolet awalnya digunakan oleh bus pariwisata di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Lalu mendadak banyak orang menyukainya. Alhasil, sejumlah perusahaan otobus (PO) mulai menggunakannya.
"Saya melihat hal ini bagian dari kreativitas PO untuk menarik penumpang. Selain klakson telolet, mereka juga biasanya memasang lampu warna-warni di depan bus," tutup Chris.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan