medcom.id: Kia Motors sedang mempersiapkan berbagai rencana aksi untuk mengantisipasi kebijakan ekonomi Presiden Trump yang cenderung protektif terhadap pasar AS. Langkah serupa juga sedang Hyundai Motors lakukan.
Dua raksasa otomotif Korea Selatan yang masih tergabung dalam satu grup tersebut terus memantau arah kebijakan pemerintahan baru AS yang pastinya akan berpengaruh besar terhadap bisnis mereka. Mereka punya target tinggi terhadap pasar AS yang ekonominya mulai pulih.
"Ada kekhawatiran yang timbul karena ketidakpastian dari pemerintahan baru AS. Kami mempersiapkan rencana aksi untuk menanggapinya," kata direktur keuangan Kia Motors, Han Chun-soo, sebagaimana ditulis Reuters, Kamis (26/1/2017).
Baca juga: Industri Otomotif AS Tunggu Kebijakan Konkrit Trump
Kia dan Hyundai menargetkan tahun ini pabrik barunya di Nueva Leon, Mexico, memproduksi 250 ribu unit mobil. Target yang naik dua kali lipat dari tahun lalu tersebut adalah bagian rencana meningkatkan penjualan di AS sebesar 8 persen atau 700 ribu mobil per tahun.
Kia mengandalkan sedan sport Stinger yang diluncurkan dalam Detroit Motor Show 2017 dua pekan lalu. Hyundai sedang mengincar segmen pasar premium dan mobil listrik dengan menggunakan merek Genesis.
Baca juga: Hyundai-Kia Tambah Investasi Rp 41 M di AS
Masalahnya semua rencana besar tersebut bisa berubah total bila 'ancaman' Trump mengenakan pajak impor tinggi menjadi kenyataan. Padahal belum lama ini sudah mengumumkan investasi sebesar USD 3,1 juta secara bertahap untuk lima tahun ke depan. Alokasinya di antaranya meremajakan fasilitas perakitannya di AS.
Baca juga: 'Diancam' Trump, Toyota Perbesar Investasinya di AS
Seperti diberitakan sebelumnya, Trump melalui cuitannya mengancam Toyota yang membangun Corolla di Mexico untuk dipasarkan di AS. Ancaman itu adalah pengenaan pajak perbatasan yang tinggi untuk setiap barang yang dipasarkan di AS namun dibuat di luar AS. Atas ancaman ini Ford bahkan langsung membatalkan proyek pembangunan pabriknya di Mexico.
medcom.id: Kia Motors sedang mempersiapkan berbagai rencana aksi untuk mengantisipasi kebijakan ekonomi Presiden Trump yang cenderung protektif terhadap pasar AS. Langkah serupa juga sedang Hyundai Motors lakukan.
Dua raksasa otomotif Korea Selatan yang masih tergabung dalam satu grup tersebut terus memantau arah kebijakan pemerintahan baru AS yang pastinya akan berpengaruh besar terhadap bisnis mereka. Mereka punya target tinggi terhadap pasar AS yang ekonominya mulai pulih.
"Ada kekhawatiran yang timbul karena ketidakpastian dari pemerintahan baru AS. Kami mempersiapkan rencana aksi untuk menanggapinya," kata direktur keuangan Kia Motors, Han Chun-soo, sebagaimana ditulis Reuters, Kamis (26/1/2017).
Baca juga: Industri Otomotif AS Tunggu Kebijakan Konkrit Trump
Kia dan Hyundai menargetkan tahun ini pabrik barunya di Nueva Leon, Mexico, memproduksi 250 ribu unit mobil. Target yang naik dua kali lipat dari tahun lalu tersebut adalah bagian rencana meningkatkan penjualan di AS sebesar 8 persen atau 700 ribu mobil per tahun.
Kia mengandalkan sedan sport Stinger yang diluncurkan dalam Detroit Motor Show 2017 dua pekan lalu. Hyundai sedang mengincar segmen pasar premium dan mobil listrik dengan menggunakan merek Genesis.
Baca juga: Hyundai-Kia Tambah Investasi Rp 41 M di AS
Masalahnya semua rencana besar tersebut bisa berubah total bila 'ancaman' Trump mengenakan pajak impor tinggi menjadi kenyataan. Padahal belum lama ini sudah mengumumkan investasi sebesar USD 3,1 juta secara bertahap untuk lima tahun ke depan. Alokasinya di antaranya meremajakan fasilitas perakitannya di AS.
Baca juga: 'Diancam' Trump, Toyota Perbesar Investasinya di AS
Seperti diberitakan sebelumnya, Trump melalui cuitannya mengancam Toyota yang membangun Corolla di Mexico untuk dipasarkan di AS. Ancaman itu adalah pengenaan pajak perbatasan yang tinggi untuk setiap barang yang dipasarkan di AS namun dibuat di luar AS. Atas ancaman ini Ford bahkan langsung membatalkan proyek pembangunan pabriknya di Mexico.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(LHE)