Semarang: Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi puncak arus balik Lebaran 2026. Ia menekankan pentingnya perencanaan perjalanan yang matang, baik bagi pengguna kendaraan pribadi maupun angkutan umum.
“Saya mengimbau seluruh masyarakat yang melakukan perjalanan arus balik agar mengutamakan keselamatan, mengatur waktu perjalanan dengan baik, serta mematuhi arahan petugas di lapangan. Jangan memaksakan diri apabila lelah, karena keselamatan harus menjadi prioritas utama,” ujar Dudy di Semarang, Selasa (24/3).
Peningkatan mobilitas masyarakat pada periode arus balik mulai terlihat dari data Posko Harian Angkutan Lebaran 2026 pada H+2 atau 23 Maret 2026. Total pergerakan penumpang angkutan umum tercatat mencapai 1.448.306 orang, atau meningkat 12,37 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar 1.288.869 orang.
Dari total tersebut, moda transportasi kereta api mencatat 505.297 penumpang, terdiri atas perjalanan antar kota dan perkotaan regional, atau naik 6,07 persen dibandingkan tahun lalu. Sementara itu, angkutan udara mencatat 277.937 penumpang, dengan kenaikan signifikan sebesar 17,93 persen.
Baca Juga:
Rekomendasi Mobil Listrik Model Jip aka Boxy, Baru 2 yang Nongol!
Untuk moda lainnya, angkutan laut tercatat sebanyak 106.920 penumpang atau mengalami penurunan 2,79 persen. Sebaliknya, moda penyeberangan menunjukkan kenaikan menjadi 315.277 penumpang atau naik 19,78 persen. Adapun angkutan darat mencatat 242.875 penumpang, termasuk bus dan travel, atau meningkat 19,29 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Tingginya pergerakan masyarakat pada masa arus balik harus disikapi dengan kesiapan yang baik. Saya mengajak para pemudik untuk memilih waktu perjalanan dengan bijak, memastikan kondisi tubuh dan kendaraan dalam keadaan prima, Keselamatan jauh lebih penting daripada kecepatan sampai tujuan,” kata Dudy.
Kementerian Perhubungan terus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan kelancaran arus balik di seluruh simpul transportasi, mulai dari jalan tol dan jalan nasional hingga terminal, stasiun, pelabuhan, dan bandara.
Masyarakat juga diimbau untuk selalu memantau informasi resmi terkait perjalanan, datang lebih awal ke titik keberangkatan, serta menyiapkan kebutuhan perjalanan dengan baik. Bagi pengguna kendaraan pribadi, disarankan untuk beristirahat secara berkala apabila merasa lelah.
Sementara itu, pengguna angkutan umum diminta untuk mematuhi aturan dan menjaga ketertiban selama perjalanan.
Baca Juga:
Cek Varian Toyota Alphard Paling Murah, Dapat Apa Saja?
“Arus balik yang aman dan lancar memerlukan dukungan semua pihak. Patuhi aturan, ikuti arahan petugas, dan utamakan keselamatan agar seluruh masyarakat dapat kembali ke tempat tujuan dengan selamat, aman, dan nyaman,” tutur Dudy.
Sebelumnya, PT Jasa Marga (Persero) Tbk memprediksi puncak arus balik mudik Lebaran 2026 akan terjadi pada Minggu, 29 Maret 2026, dengan volume kendaraan mencapai sekitar 250 ribu unit.
Semarang: Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi puncak
arus balik Lebaran 2026. Ia menekankan pentingnya perencanaan perjalanan yang matang, baik bagi pengguna kendaraan pribadi maupun angkutan umum.
“Saya mengimbau seluruh masyarakat yang melakukan perjalanan arus balik agar mengutamakan keselamatan, mengatur waktu perjalanan dengan baik, serta mematuhi arahan petugas di lapangan. Jangan memaksakan diri apabila lelah, karena keselamatan harus menjadi prioritas utama,” ujar Dudy di Semarang, Selasa (24/3).
Peningkatan mobilitas masyarakat pada periode arus balik mulai terlihat dari data Posko Harian Angkutan Lebaran 2026 pada H+2 atau 23 Maret 2026. Total pergerakan penumpang angkutan umum tercatat mencapai 1.448.306 orang, atau meningkat 12,37 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar 1.288.869 orang.
Dari total tersebut, moda transportasi kereta api mencatat 505.297 penumpang, terdiri atas perjalanan antar kota dan perkotaan regional, atau naik 6,07 persen dibandingkan tahun lalu. Sementara itu, angkutan udara mencatat 277.937 penumpang, dengan kenaikan signifikan sebesar 17,93 persen.
Untuk moda lainnya, angkutan laut tercatat sebanyak 106.920 penumpang atau mengalami penurunan 2,79 persen. Sebaliknya, moda penyeberangan menunjukkan kenaikan menjadi 315.277 penumpang atau naik 19,78 persen. Adapun angkutan darat mencatat 242.875 penumpang, termasuk bus dan travel, atau meningkat 19,29 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Tingginya pergerakan masyarakat pada masa arus balik harus disikapi dengan kesiapan yang baik. Saya mengajak para pemudik untuk memilih waktu perjalanan dengan bijak, memastikan kondisi tubuh dan kendaraan dalam keadaan prima, Keselamatan jauh lebih penting daripada kecepatan sampai tujuan,” kata Dudy.
Kementerian Perhubungan terus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan kelancaran arus balik di seluruh simpul transportasi, mulai dari jalan tol dan jalan nasional hingga terminal, stasiun, pelabuhan, dan bandara.
Masyarakat juga diimbau untuk selalu memantau informasi resmi terkait perjalanan, datang lebih awal ke titik keberangkatan, serta menyiapkan kebutuhan perjalanan dengan baik. Bagi pengguna kendaraan pribadi, disarankan untuk beristirahat secara berkala apabila merasa lelah.
Sementara itu, pengguna angkutan umum diminta untuk mematuhi aturan dan menjaga ketertiban selama perjalanan.
“Arus balik yang aman dan lancar memerlukan dukungan semua pihak. Patuhi aturan, ikuti arahan petugas, dan utamakan keselamatan agar seluruh masyarakat dapat kembali ke tempat tujuan dengan selamat, aman, dan nyaman,” tutur Dudy.
Sebelumnya,
PT Jasa Marga (Persero) Tbk memprediksi puncak arus balik mudik Lebaran 2026 akan terjadi pada Minggu, 29 Maret 2026, dengan volume kendaraan mencapai sekitar 250 ribu unit. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)